7 Cara Mudah Menyusun Laporan Keuangan secara Benar

0
361
Laporan Keuangan

Yuk, bangun bisnis yang sehat dengan cara menyusun laporan keuangan dengan benar. Berikut langkah-langkahnya

Menurut PSAK No.1 Tahun 2015, definisi laporan keuangan adalah dokumen terstruktur yang berisi catatan posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Secara umum, orang mengenal laporan keuangan sebagai ringkasan seluruh transaksi bisnis yang pernah terjadi dalam suatu periode. 

Bagi pelaku usaha, keberadaan laporan keuangan ini begitu penting  guna membangun bisnis yang sehat. Selain itu, catatan keuangan juga dapat berperan sebagai alat untuk mengevaluasi bisnis, mengambil keputusan, mendatangkan investor, hingga menentukan pajak. Untuk membuat laporan keuangan, berikut sejumlah cara yang perlu Anda perhatikan.

  • Mulailah dengan Mengumpulkan serta Mencatat Transaksi pada Jurnal

Dalam dunia akuntansi, jurnal dikenal sebagai dokumen yang berisi catatan setiap transaksi bisnis yang pernah terjadi. Transaksi bisnis sendiri banyak jenisnya, ada transaksi penjualan produk, transaksi pembelian bahan baku, transaksi penukaran barang, hingga transaksi sewa menyewa. 

Bila bisnis Anda pernah melakukan transaksi di atas, cobalah untuk mengumpulkan bukti transaksi seperti kuitansi atau faktur. Setelah bukti terkumpul, baru kemudian catat seluruh transaksi secara rinci pada jurnal. Nantinya, jurnal ini akan menjadi penghubung antara transaksi dengan buku besar serta siklus akuntansi lainnya. 

  • Masukkan Jurnal ke Buku Besar

Secara teknis, Buku Besar(General Ledger) merupakan dokumen yang berisi catatan perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu akun karena adanya transaksi keuangan dalam suatu periode akuntansi. Dengan kata lain, fungsi dari Buku Besar adalah meringkas semua data transaksi yang tertulis di jurnal umum.

Memasuki akhir periode, Buku Besar dibutuhkan sebagai sumber data untuk membuat laporan keuangan perusahaan. Nah, Fokus pada tahap ke dua ini adalah memindahkan transaksi yang sudah didokumentasikan di jurnal ke akun-akun yang sesuai dengan rinci.

  • Buatlah Neraca Saldo

Setelah menyusun buku besar, tahap selanjutnya adalah membuat neraca saldo. Apa itu? 

Neraca saldo disusun untuk mengetahui keseimbangan antara jumlah debit dan kredit pada akun-akun yang ada di Buku Besar. Oleh karena itu, setelah membuat Buku Besar, Anda perlu mengelompokkan daftar rekening yang ada di Buku Besar ke dalam kategori pasiva atau kategori aktiva. 

  • Kumpulkan Data untuk Menyusun Jurnal Penyesuaian

Tak menutup kemungkinan, dalam menjalankan bisnis bisa saja ada kemungkinan transaksi belum tercatat atau transaksi terjadi di akhir pembuatan laporan keuangan. Alhasil, perhitungan yang telah dilakukan pun menjadi tidak valid karena ada transaksi yang belum diproses. Bila terjadi kasus seperti ini, silakan kumpulkan seluruh transaksi yang belum tercatat sebagai bahan untuk membuat jurnal penyesuaian.  

  • Buatlah Neraca Lajur

Neraca lajur dibuat untuk mempermudah proses penyusunan laporan keuangan. Dalam penyelenggaraan sistem akuntansi secara manual, dokumen neraca lajur memuat kolom-kolom berisi neraca saldo, penyesuaian, neraca saldo sesudah penyesuaian, neraca, perhitungan laba rugi. 

Di sisi lain, neraca lajur juga bisa digunakan sebagai alat untuk mengecek kesalahan yang mungkin terjadi ketika Anda melakukan penyesuaian.  

  • Susun Laporan Keuangan

Bila ke lima proses di atas telah selesai dilakukan, barulah kemudian Anda bisa membuat laporan keuangan yang terdiri dari laporan neraca, laporan laba rugi, hingga laporan perubahan modal. Keberadaan laporan keuangan sendiri terbilang penting bagi sebuah bisnis.

Melalui catatan keuangan, pelaku usaha bisa mengetahui bagaimana bisnisnya berkembang serta dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan. Sementara bagi investor, laporan keuangan menjadi bahan pertimbangan utama untuk mengalokasikan uangnya ke perusahaan tersebut.

Baca juga: Kemudahan Memiliki Laporan Arus Kas Untuk Kebutuhan Usahamu!

  • Biar Lebih Praktis Manfaatkan Software Akuntansi

Saat ini, sebagian besar operasional bisnis dilakukan secara komputerisasi. Bila kesulitan untuk membuat laporan keuangan, Anda dapat menggunakan software akuntansi yang banyak beredar di pasaran.

Di samping mudah digunakan, pembuatan catatan keuangan melalui software akuntansi bisa meminimalisasi risiko kehilangan, kebakaran, dan kerusakan. Selain itu, pemakaian software akuntansi biasanya dapat dilakukan di mana dan kapan saja sehingga tidak perlu berada di kantor untuk membuat laporan keuangan. 

Demikian 7 cara mudah membuat laporan keuangan yang bisa Anda praktikkan. Melalui laporan tersebut, Anda bisa memantau secara realtime bagaimana kondisi keuangan dan prediksi masa depan bisnis yang Anda rintis.

Miliki laporan keuangan yang lebih terorganisir, karena dengan laporan yang lengkap kamu dapat menjadikan laporan tersebut sebagai salah satu alat untuk mengajukan pinjaman modal usaha untuk mempermudah proses pengembangan usahamu.

Apabila membutuhkan pinjaman modal usaha, Anda dapat mengajukannya melalui perusahaan Fintech Lending seperti platform Peer to Peer (P2P) Lending Akseleran. Dengan memiliki laporan keuangan yang baik kesempatan untuk mendapatkan pinjaman modal usaha juga akan terbuka lebih lebar.

Ajukan Pinjaman Sekarang dengan Agunan yang Fleksibel

Akseleran telah membantu ribuan UKM untuk terus mengembangkan usahanya. Anda dapat mengajukan pinjaman mulai dari Rp75 juta hingga Rp2 miliar dengan persyaratan dan agunan yang fleksibel serta bunga yang kompetitif.

Ajukan pinjaman untuk UKM Anda sekarang! Anda bisa menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected] Untuk info lebih lanjut bisa mengunjungi website kami.

Bantu UKM di Indonesia dengan Melakukan Pendanaan di Akseleran!

Bagi Anda yang ingin membantu UKM di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran merupakan salah satu alternatif investasi dengan imbal hasil hingga 21% per tahun. Memulai mengembangkan dana di aplikasi P2P Lending Akseleran bisa dimulai dengan dari Rp100 ribu saja.

voucher promo akseleran blog blog100
Dapatkan dana awal sebesar Rp100 ribu dengan menggunakan kode promo BLOG100

Akseleran Apps

Akseleran juga memberikan dana awal sebesar Rp100 ribu bagi mereka yang ingin mencoba mengembangkan dana di Akseleran. Cukup gunakan kode voucher BLOG100 saat mendaftar, pengguna baru aplikasi Akseleran bisa langsung coba menyalurkan dana ke UKM. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected] Segera unduh aplikasi Akseleran sekarang di  Google Play atau Apple App Store.