Belajar Investasi

Mengenal Ekonomi Deskriptif dan Contohnya

Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang sangat penting untuk mengkaji kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi terdiri dari berbagai kegiatan, mulai dari yang sederhana hingga kegiatan yang...

Akseleran di Accounting Webinar AFTA Universitas ATMA Jaya

Kondisi pandemi covid-19 telah menekan laju pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, kehadiran layanan Financial Technology (Fintech) justru memiliki peranan penting dan strategis untuk menjadi salah...
Simulasi Reksadana

Simulasi Reksadana: Belajar hingga Cara Kerja Reksadana

Anda mungkin penasaran mengapa investasi reksadana menjadi salah satu jenis investasi yang disarankan oleh banyak orang, terutama untuk pemula. Untuk memahami lebih dalam mengenai...

Tips Bisnis

Mengenal Ekonomi Deskriptif dan Contohnya

Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang sangat penting untuk mengkaji kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi terdiri dari berbagai kegiatan, mulai dari yang sederhana hingga kegiatan yang...

Mengenal IFRS 17, Standar Pelaporan Keuangan Internasional

International Financial Reporting Standards (IFRS) adalah seperangkat standar akuntansi yang dikembangkan oleh International Accounting Standards Board (IASB) yang menjadi standar global untuk penyusunan laporan...

Kelebihan dan Kekurangan Gig Economy

Dunia kerja di era industri 4.0 kini telah banyak yang berubah. Para pekerja tetap telah banyak yang tergantikan oleh pekerja lepas atau freelancer. Masih...

Berita Bisnis

Mengenal Ekonomi Deskriptif dan Contohnya

Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang sangat penting untuk mengkaji kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi terdiri dari berbagai kegiatan, mulai dari yang sederhana hingga kegiatan yang...

Akseleran di Accounting Webinar AFTA Universitas ATMA Jaya

Kondisi pandemi covid-19 telah menekan laju pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, kehadiran layanan Financial Technology (Fintech) justru memiliki peranan penting dan strategis untuk menjadi salah...

Mengenal IFRS 17, Standar Pelaporan Keuangan Internasional

International Financial Reporting Standards (IFRS) adalah seperangkat standar akuntansi yang dikembangkan oleh International Accounting Standards Board (IASB) yang menjadi standar global untuk penyusunan laporan...

Kabar Akseleran

Akseleran di Accounting Webinar AFTA Universitas ATMA Jaya

Kondisi pandemi covid-19 telah menekan laju pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, kehadiran layanan Financial Technology (Fintech) justru memiliki peranan penting dan strategis untuk menjadi salah...

P2P Lending Akseleran Tumbuh 100% di Q3 2021

"Ke depan kami akan terus memperluas penyaluran pinjaman usaha di luar Pulau Jawa yang sejauh ini sudah cukup merata di wilayah Kalimantan Timur, Riau,...

Akseleran di Virtual Expo Bulan Inklusi Keuangan 2021

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri jasa keuangan terus berupaya mendorong akses keuangan kepada masyarakat yang diyakini bisa mendukung pemulihan ekonomi nasional dan meningkatkan...

PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) sebagai Platform Peer-to-Peer (P2P) Lending Indonesia saat ini telah resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 77/POJK.01/2016.

Akseleran tidak memberikan rekomendasi pinjaman dan tidak mengelola dana pinjaman dari para pengguna terdaftar di situs ini. Akseleran berperan menyelenggarakan situs peer-to-peer lending www.akseleran.co.id yang menghubungkan usaha tahap awal dan UKM yang membutuhkan pinjaman dengan para calon pemberi pinjaman, serta mengurus tertib administrasi dari pinjaman yang berhasil dicairkan.

Pemberian pinjaman mengandung risiko, di antaranya risiko kredit/gagal bayar, risiko likuiditas agunan, maupun risiko proses hukum. Pastikan Anda memahami risiko yang ada sebelum Anda memberikan pinjaman. Pelajari risiko lebih lanjut dengan menuju halaman Risiko Pemberian Pinjaman.

Sebagai penerima pinjaman, Anda bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran pokok dan bunga pinjaman Anda. Sesuai Pasal 1131 KUHPerdata, setiap aset milik penerima pinjaman menjadi jaminan untuk setiap perikatan yang dibuat. Dengan demikian, dalam hal Anda gagal melakukan pembayaran, Anda dapat kehilangan aset atau harta kekayaan Anda.

(i) Pengguna Layanan Pinjaman Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (“Fintech Lending“) merupakan wujud kesepakatan dan hubungan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala resiko dan akibat hukum daripadanya ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak yang berkontrak. (ii) Resiko Kredit atau Gagal Bayar dan seluruh kerugian dari atau terkait dengan kesepakatan pinjam meminjam ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas resiko gagal bayar dan kerugian tersebut. (iii) Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman Pinjam-Meminjam atau Fintech Lending, disarankan tidak menggunakan layanan ini. (iv) Sebelum memanfaatkan Fintech Lending, Penerima Pinjaman wajib mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya-biaya lainnya sesuai dengan kemampuannya dalam melunasi pinjaman. (v) Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial serta dapat menjadi alat bukti hukum yang sah menurut peraturan mengenai informasi dan transaksi elektronik dalam proses penyelesaian sengketa dan penegakan hukum. (vi) Masyarakat Pengguna wajib membaca dan memahami informasi ini sebelum keputusan sebagai Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman. Keputusan Pengguna untuk memanfaatkan Fintech Lending merupakan suatu wujud dan bukti pemahaman atas informasi ini.