Mengenal Inflasi & Deflasi, Apa Perbedaannya?

0
421
Inflasi Deflasi
Perbedaan Inflasi dan Deflasi

Inflasi dan deflasi adalah fenomena ekonomi yang memiliki dampak signifikan pada stabilitas ekonomi suatu negara. Inflasi dan deflasi merupakan kondisi yang terkait dengan perubahan harga barang dan jasa.

Definisi Inflasi

Mengutip situs web Bank Indonesia, inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Dalam kondisi inflasi, daya beli mata uang mengalami penurunan. Berarti, dengan jumlah uang yang sama, seseorang mendapatkan jumlah barang dan jasa yang lebih sedikit daripada sebelumnya.

Inflasi biasanya diukur dalam persentase tahunan. Tingkat inflasi yang rendah dan stabil merupakan target sebagian besar negara, yang diusahakan melalui kebijakan ekonomi.

Penyebab Inflasi

Salah satu penyebab inflasi adalah ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran. Tingginya permintaan terhadap suatu barang atau jasa, ataupun kelangkaan dapat menyebabkan kenaikan harga.

Selain itu, penyebab inflasi adalah adanya peningkatan biaya produksi dan bertambahnya uang yang beredar di masyarakat. Perilaku masyarakat yang seringkali memprediksi atau biasa disebut sebagai inflasi ekspetasi juga menjadi penyebab inflasi. Penyebab inflasi lainnya yaitu kekacauan ekonomi dan politik di suatu negara, seperti yang terjadi di Indonesia saat kerusuhan tahun 1998.

Dampak Negatif Inflasi

Dampak langsung dari inflasi yang terlalu tinggi adalah penurunan daya beli masyarakat, terutama di kalangan menengah ke bawah. Jika masyarakat mengurangi belanja, maka pertumbuhan ekonomi akan bergerak lambat, stagnan, bahkan menurun.

Selain itu, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Bank Indonesia, inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan ,yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pengertian Deflasi

Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Secara sederhana, deflasi adalah kondisi dalam ekonomi di mana tingkat umum harga barang dan jasa mengalami penurunan secara berkelanjutan selama periode waktu tertentu. Dalam deflasi, daya beli mata uang meningkat karena dengan jumlah uang yang sama, seseorang dapat membeli lebih banyak barang dan jasa dibandingkan dengan sebelumnya.

Sekilas, deflasi tampak menguntungkan karena harga barang dan jasa jadi lebih terjangkau bagi konsumen. Namun deflasi bisa jadi pisau bermata dua, yang berarti bisa berdampak negatif, terutama bagi produsen barang atau penyedia jasa. Deflasi yang terjadi secara terus menerus bisa merugikan aktivitas jual beli. Penurunan harga barang dan jasa seringkali membuat produsen atau penyedia jasa mengalami kerugian karena penjualan tak mampu menutup biaya produksi maupun biaya operasional. Jika deflasi semakin parah, hal ini bisa berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk mengurangi beban.

Penyebab Deflasi

Salah satu penyebab deflasi adalah terlalu banyak pasokan barang yang sama di dalam satu waktu. Sesuai dengan prinsip ekonomi, semakin banyak pasokan barang di pasar (penawaran), maka harga akan semakin murah.

Penyebab deflasi yang kedua adalah penurunan permintaan. Saat kondisi ekonomi memburuk, perilaku konsumen seringkali menghemat belanja dan menyimpan uangnya untuk kebutuhan yang lebih prioritas. Hal ini membuat permintaan akan barang atau jasa melemah, sehingga memicu harganya menurun.

Krisis ekonomi atau resesi juga dapat menyebabkan deflasi, karena penurunan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Deflasi juga bisa disebabkan oleh kebijakan pemerintah maupun bank sentral yang tidak tepat, seperti menetapkan suku bunga terlalu tinggi atau membatasi pasokan uang beredar.

Dampak Negatif Deflasi

Deflasi yang berlebihan bisa memicu meningkatnya angka PHK dan angka pengangguran. Selain itu, deflasi ikut berpengaruh pada menurunnya upah minimum.

Deflasi adalah juga bisa mendorong lebih banyak kredit macet di perbankan dan lembaga keuangan. Hal ini diakibatkan karena banyak produsen atau penyedia jasa yang jadi debitur berada dalam kondisi sulit karena angka penjualannya mengalami penurunan.

Deflasi juga berfek domino pada pendapatan negara yakni pajak. Dengan meruginya produsen barang dan penyedia jasa, otomatis membuat mereka tak bisa membayar pajak sebagaimana saat kondisi normal.

Deflasi yang berkelanjutan juga dapat menciptakan ketidakpastian ekonomi dan membuat konsumen menunda pembelian karena mereka mengharapkan harga akan lebih rendah di masa depan.

Implikasi: Inflasi dan Deflasi

Berikut adalah dampak inflasi dan deflasi dalam beberapa aspek ekonomi:

Dampak inflasi dan deflasi (Source: Freepik)
  • Daya Beli Uang

Dalam kondisi inflasi, daya beli uang cenderung menurun seiring waktu. Artinya, dengan jumlah uang yang sama konsumen mendapatkan lebih sedikit barang dan jasa.

Sebaliknya, dalam kondisi deflasi, daya beli uang cenderung meningkat seiring waktu. Dengan jumlah uang yang sama, konsumen dapat membeli lebih banyak barang dan jasa.

  • Pengaruh Terhadap Utang

Inflasi cenderung mengurangi nilai riil dari utang. Ketika harga-harga naik, jumlah uang yang harus dibayar untuk melunasi utang tetap sama, tetapi nilai riil dari uang tersebut berkurang.

Di sisi lain, deflasi dapat meningkatkan nilai riil dari utang. Ketika harga-harga turun, jumlah uang yang harus dibayar untuk melunasi utang tetap sama, tetapi nilai riil dari uang tersebut meningkat.

  • Dampak pada Investasi

Inflasi dapat memiliki dampak positif pada investasi. Ketika tingkat inflasi stabil, investor dapat melindungi nilai kekayaan mereka dengan mengalokasikan dana ke instrumen investasi yang memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dari tingkat inflasi.

Sebaliknya, deflasi dapat memiliki dampak negatif pada investasi. Dalam kondisi deflasi, nilai aset cenderung menurun, dan investor mungkin enggan untuk menginvestasikan uang mereka karena risiko mengalami kerugian.

  • Stimulus Ekonomi

Dalam beberapa kasus, inflasi dapat memicu stimulus ekonomi. Peningkatan harga-harga dapat mendorong konsumsi dan investasi, yang pada gilirannya dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi.

Sebaliknya, deflasi dapat menjadi tantangan bagi stimulus ekonomi. Ketika harga-harga turun, konsumen cenderung menunda pembelian, dan investasi dapat menurun. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Kesimpulan

Inflasi dan deflasi adalah fenomena yang normal dalam ekonomi.  Tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara keduanya (inflasi dan deflasi) agar tingkat inflasi tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tingkat inflasi yang moderat dan stabil dianggap sebagai tanda ekonomi yang sehat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Akseleran memberikan kesempatan untuk kamu yang ingin membantu mengembangkan bisnis kecil dan menengah di Indonesia. Dapatkan keuntungan dari suku bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan serta perlindungan proteksi asuransi 99% terhadap pinjaman. Gunakan kode promo BLOG50 saat mendaftar dan mulailah pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Selain itu, kamu juga bisa melihat info Akseleran sebagai grup usaha di halaman Grup Akseleran.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG50 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].