5 Cara Mempertahankan Bisnis di Tengah Hantaman Wabah COVID-19

0
13348
mempertahankan bisnis

Munculnya wabah COVID-19 mau tak mau mengubah pola interaksi suatu usaha dengan pelanggan. Masyarakat yang lebih banyak tinggal di rumah membuat banyak bisnis merasakan penurunan penjualan, bahkan kehilangan pelanggan.

Padahal, hampir semua pemilik bisnis mengerti, esensi dari mempertahankan bisnis adalah mempertahankan pelanggan dan menciptakan penjualan. Tidak mudah memang untuk membuat konsumen atau pelanggan tetap setia pada bisnismu di tengah situasi sulit ini. Berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan sebagai pemilik bisnis agar tetap mampu bertahan di tengah pandemi ini.

  • Menjaga hubungan baik dengan pelanggan

Di situasi seperti saat ini, sebagai pemilik bisnis, kamu perlu menunjukkan empati kepada pelanggan. Para pelanggan bisnismu pasti tengah menerima setumpuk informasi terkait wabah COVID-19 beberapa waktu belakangan ini. Maka, sebaiknya kamu tidak mengeksploitasi masa sulit ini menjadi peluang yang dibuat berlebihan.

Tentu kamu tetap perlu menjaga komunikasi dengan pelanggan, melalui kanal media sosial atau mengirimkan surat elektronik, tapi pilihlah bahasa yang penuh empati. Susunlah komunikasi sedemikian rupa, sehingga pelanggan menangkap pesan bahwa “bisnismu hadir untuk memudahkan mereka”.

Jadi, bila ingin mempertahankan bisnis, tetap jaga hubungan baik dengan pelanggan, namun jangan dilakukan secara berlebihan!

  • Promosi yang tepat

Sekarang merupakan saat yang tepat untuk membuat promosi. Namun, kamu perlu merancang promosi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelanggan di tengah situasi saat ini.Kebutuhan utama semua orang saat ini adalah keselamatan dan mampu bertahan. Sehingga, kamu bisa merancang program promosi yang sesuai. Sebagai contoh, setiap pembelian produk sejumlah tertentu, gratis satu set masker kain dan hand sanitizer.

Jika kamu mampu merancang program-program promosi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dengan sendirinya pelanggan akan tetap setia pada bisnismu. Sebab mereka dapat merasakan ada nilai lebih yang dirasakan ketika berbelanja produk milikmu.

  • Metode pemasaran yang kreatif

Selain program promosi itu sendiri, media untuk menginformasikan program tersebut juga harus tepat. Tentu kamu perlu mengoptimalkan pemasaran secara digital. Namun, kesesuaian audiens dari tiap kanal media sosial juga perlu kamu perhatikan. Pemasaran yang dilakukan di Instagram tentu berbeda dengan Twitter, misalnya. Kenali karakter pelanggan di masing-masing kanal media sosial, ya!

Kamu juga perlu mulai menggali metode atau cara-cara kreatif untuk mempertahankan penjualan. Kamu bisa mengeksplorasi aneka jenis metode pemasaran yang mungkin dilakukan. Manfaatkanlah berbagai media, seperti video yang mengharukan atau lucu, aneka ilustrasi atau meme, hingga surat elektronik yang bersifat personal atau unik, apalagi bila kamu selama ini telah menggunakan aplikasi wirausaha untuk mengelola bisnismu, kamu dapat mengatur surat elektronik melalui aplikasi tersebut untuk dikirimkan kepada pelanggan yang ada dalam basis data milikmu. 

Kuncinya, sesuaikan konten dengan target pelanggan yang ingin kamu sasar.

  • Kelola keuangan bisnis dengan baik

Pastikan arus kas bisnismu tetap tercatat dengan baik. Sebab di situasi sulit ini, kamu juga perlu sangat cermat dalam mengelola keuangan. Jika kamu yang masih merasa kesulitan dalam pembuatan laporan keuangan, kamu dapat memanfaatkan aplikasi laporan keuangan untuk membantumu.

Pemanfaatan aplikasi tersebut akan memudahkan kamu untuk memantau uang yang masuk dan keluar, tren penjualan, serta alokasi biaya. Dengan demikian, kamu memiliki data yang memadai untuk mengambil kebijakan terkait keuangan perusahaan, keputusan terkait strategi pemasaran, serta jumlah inventori. 

  • Jangan berhenti!

Tidak ada yang mengatakan bahwa situasi ini mudah bila kamu berpikir positif, atau bersikaplah optimis agar wabah COVID-19 ini segera berakhir. Tidak ada jaminan semacam itu.

Akan tetapi, kamu benar-benar perlu mencoba tidak memiliki sugesti bahwa bisnis milikmu akan berakhir akibat pandemi ini, dan cobalah mengelola rasa panik dan stres dengan baik. Sehingga akhirnya, keputusan bisnis yang kamu ambil dapat lebih rasional dan terukur.

Sebab meski sangat sulit, sekarang bukan waktunya untuk berhenti. Kamu perlu terus memasarkan produk, berusaha menciptakan penjualan, menggaet pelanggan baru sambil mempertahankan mereka yang setia. Dan semua hal tersebut tidak akan terjadi, jika kamu berhenti.

Alih-alih berhenti, lebih baik terus berusaha menjalankan operasional bisnis harian dengan berbagai penyesuaian yang diperlukan.