5 Cara Memulai Investasi Dengan Mudah

5
3288
Cara Memulai Investasi

Berinvestasi bukanlah aktivitas baru. Namun, tidak sedikit juga yang belum benar-benar memahaminya mereka masih berada di batas mendengar saja. Hal ini terkadang menimbulkan kecemasan tersendiri dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi atau tidak. Agar lebih akrab, bagi anda yang masih baru dalam dunia penanaman modal, ada baiknya melihat-lihat cara memulai investasi dari yang paling dasar berikut ini.

  • Menyediakan Dana yang Akan Diinvestasikan

Untuk mulai berinvestasi, dana seperti apa yang sebaiknya Anda sediakan? Jawabannya adalah dana khusus. Maksudnya, Anda harus menyisihkan dana lain di luar kebutuhan sehari-hari (demi kestabilan). Jika tidak bisa dalam jumlah besar, sedikit pun tidak masalah karena saat ini tempat dan jenis investasi untuk dana minim juga sudah bisa ditemui.

  • Memilih Jenis Investasi yang Sesuai dengan Kondisi Anda

Di dalam aktivitas menanam modal, ada tiga faktor dasar yang akan mempengaruhi optimal-tidaknya imbal balik (return) investasi Anda nanti. Faktor-faktor itu adalah modal (capital), risiko (risk), dan tujuan (objective).

Mengenai modal, poin tersebut sudah dijelaskan sedikit di atas. Lalu, apa kaitannya dengan jenis investasi? Sebut saja jenis investasi yang Anda pilih adalah properti (ruko atau rumah untuk disewa, misalnya). Modal untuk jenis ini tentu memerlukan dana lebih besar dari investasi emas yang berkisar dari Rp1.000.000 –bisa lebih atau kurang ini tergantung dari bobot atau sistem investasinya.

Selanjutnya adalah risiko. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, seorang calon investor harus tau cara memulai investasi yang baik untuk itu ia harus memutuskan seberapa besar risiko yang berani diambil. Namun begitu, sikap yang bijak bukanlah berani mematok risiko yang ‘wah’ demi hasil yang ‘wah’ juga, melainkan mampu memperkecil risiko kerugian yang mungkin terjadi.

  • Lima Jenis Profil Risiko dalam Pengelompokkan Tipe Investor

Sebagian besar kasus menyebutkan bahwa semakin tinggi risiko yang diambil, semakin besar pula imbal baliknya. Ada lima tipe umum investor berdasarkan kisaran risiko dalam berinvestasi. Perlu diketahui, risiko ini tidak bisa terlepas sama sekali dari sang investor karena biasanya disebabkan oleh latar belakang sang investor itu sendiri. Namun begitu, hal ini bisa diperkecil dengan sistem diversifikasi atau menggunakan lebih dari satu jenis instrumen investasi.

Tipe-tipe itu adalah (1) defensive atau memiliki tingkat toleransi yang rendah. Tipe ini cenderung berusaha memperoleh keuntungan dengan cara menghindar dari risiko kerugian sekecil apa pun; mereka mencari saat yang benar-benar tepat untuk berinvestasi.

Selanjutnya adalah investor tipe (2) conservative atau di bawah rata-rata. Tipe ini lebih memilih tempat yang aman (deposito misalnya) daripada yang memiliki imbal balik besar namun sangat berisiko (seperti saham). Kemudian tipe (3) balanced atau yang termasuk ke dalam jenis sedang. Mereka yang memiliki tipe ini cenderung melihat pada seimbang-tidaknya antara imbal balik dan risiko dari jenis investasi mereka.

Lalu, tipe (4) moderately aggressive atau di atas rata-rata. Mereka sudah lebih berani menggunakan kombinasi jenis investasi dengan persentase masing-masing, seperti deposito, obligasi, dan saham. Terakhir adalah (5) aggressive atau memiliki toleransi tinggi. Kalau konservatif memilih jangka panjang dan tidak begitu mengawasi kondisi investasi mereka, maka tipe agresif biasanya lebih pendek dan teliti. Dibandingkan yang lain, tipe ini berani memasang persentase tinggi pada investasi jenis saham.

Bagaimana dengan tujuan (objective)? Sekali lagi, hal ini juga erat hubungannya dengan poin-poin lainnya. Tujuan (pendidikan atau pensiun, misalnya) akan memengaruhi target, jenis investasi dan jangka waktunya, hingga jumlah dana yang akan dikeluarkan.

  • Mulai Berinvestasi

Cara memulai investasi selanjutnya adalah memulai investasi. Jika jenis yang Anda pilih adalah saham, biasanya, Anda harus membuka rekening di perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas ini adalah perantara yang mengelola investasi saham. Mereka memiliki izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

  • Untung-Rugi dan Pengelolaan Keuangan

Dalam aktivitas berinvestasi, tidak ada jaminan bahwa seorang investor bisa mutlak rugi maupun untung. Bahkan untuk jenis investasi saham yang mampu membawa keuntungan besar saja bisa mengalami kerugian. Di sinilah pemahaman mengenai seluk beluk investasi sangat diperlukan.

Dari sekian cara dalam memperkecil risiko kerugian tersebut, banyak investor menerapkan sistem diversifikasi. Ini artinya, si investor menggunakan lebih dari satu jenis investasi. Misalnya, dengan dana yang ada, dia menggunakan jenis obligasi, saham, dan komoditas. Atau, bisa juga dengan saham yang ditanam ke lebih dari satu perusahaan.

Kemudian, pengelolaan keuangan pada dasarnya tidak hanya pada dana yang sudah Anda investasikan, tetapi juga pada pengelolaan pendapatan hingga pengeluaran sehari-hari. Jika semua aspek berjalan stabil, maka Anda akan selalu siap dengainvestasn hal-hal yang mungkin terjadi kedepannya.

Demikian penjelasan dasar dari cara memulai investasi. Untuk pemahaman yang lebih mendalam, sangat dianjurkan untuk melihat lebih jauh seputar jenis-jenis investasi. Lebih membantu lagi jika penjelasan tersebut dilengkapi dengan poin minus dan plusnya. Dengan begitu, akan mudah bagi Anda dalam memilih jenis investasi yang dirasa sesuai.

Coba Juga Pendanaan P2P Lending Akseleran dan Dapatkan Bunga hingga 21% per tahun!

voucher promo akseleran blog blog100

Akseleran Apps

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here