6 Strategi Mengukur Risiko Investasi

0
1197
Risiko Investasi

Investasi tidak pernah bisa lepas dari yang namanya risiko. Secara umum, risiko investasi merupakan deviasi dari hasil yang diharapkan. Banyak orang yang berpikir bahwa risiko merupakan hal yang negatif, ancaman, dan harus dihindari. Padahal, jika risiko dikelola, hasil investasi jauh lebih menguntungkan.

Adanya risiko yang timbul akibat investasi kerap menjadi penyebab mundurnya langkah para investor. Namun, ada pula yang menjalankan sejumlah strategi guna mengukur risiko investasi dan meminimalisir kerugian. Apa saja di antaranya?

  • Lakukan Diversifikasi Portofolio Pada Investasi

Jangan memasukkan seluruh dana yang kamu miliki pada satu instrumen saja. Sebagai investor, kamu harus bisa mengukur dan membatasi eksposur pada jenis investasi tertentu. Ini disebut melakukan diversifikasi portofolio. Caranya dengan membagi dana yang dimiliki ke berbagai jenis investasi.

Sebagai contoh, kamu bisa memilih saham, pendapatan tetap, dan campuran secara bersamaan dalam portofolio investasi reksadana. Ketiganya dapat disimpan dalam jangka waktu yang berbeda. Bukan hanya itu, reksadana saham juga masih bisa dibagi dalam beberapa jenis, seperti reksadana saham papan atas atau papan menengah/kecil.

Ada beberapa tips yang bisa kamu coba. Pertama, atur saham dalam portofolio supaya tidak terlalu banyak. Sebanyak 3-5 perusahaan saja sudah cukup. Kemudian, ambil saham dari sektor yang berbeda. Kamu juga perlu menyimpan dana lebih banyak pada perusahaan yang lebih bagus.

  • Mulai Investasi dengan Dana Sedikit

Karena ingin memperoleh keuntungan yang besar, tidak sedikit orang yang menggelontorkan dana besar pada instrumen investasi tertentu. Padahal, pengalaman berinvestasinya belum banyak. Ini adalah kesalahan yang besar karena risiko yang timbul juga tinggi.

Sebaiknya, mulailah investasi dalam jumlah yang sedikit. Pahami instrumen tersebut sedikit demi sedikit dan ketahui strategi terbaik untuk menangani risikonya. 

Bahkan, belajar dari orang lain atau buku saja tidak cukup. Kamu harus benar-benar terjun langsung. Dalam berinvestasi, pengalaman sendiri bisa jadi berbeda dengan pengalaman orang lain. 

  • Pilihlah Investasi Jangka Panjang

Strategi untuk mengukur risiko investasi lainnya adalah dengan menentukan jangka waktu investasi. Secara umum, ada tiga jenis investasi berdasarkan jangka waktunya, yaitu jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek.

Investasi jangka panjang identik dengan keuntungan yang kecil. Meskipun demikian, risikonya juga lebih kecil dibandingkan jenis investasi lain. Selain jangka waktunya, cara membelinya pun harus bertahap. Ini berkaitan dengan titik support dan titik resistance.

Baca juga: Persiapkan Investasi Jangka Panjang Dengan 5 Investasi Ini!

  • Lakukan Analisis Secara Mendalam

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada suatu instrumen investasi, kamu wajib mengenal lebih dulu instrumen tersebut. Bukan hanya itu, kamu juga perlu melakukan analisis yang mendalam terhadap sektor-sektor yang ingin dipilih.

Hal ini terutama perlu dilakukan pada saat kamu berinvestasi saham. Ada sektor perusahaan yang menentukan emiten dalam saham. Performa harga saham salah satunya dipengaruhi oleh kondisi perusahaan tersebut. 

Oleh karena itu, seorang investor perlu memiliki wawasan yang luas mengenai berita terkini. Jika perusahaan yang menawarkan saham dalam kondisi bagus, harga saham biasanya akan melonjak.

  • Gunakan Strategi Cut Loss

Strategi cut loss adalah menjual saham yang rugi dengan harga tertentu. Amannya, cut loss dapat dilakukan jika harga saham turun lebih dari lima persen. Dana yang kamu dapatkan dari penjualan saham tersebut bisa dipindahkan pada perusahaan lain yang sedang naik. Sekali lagi, untuk menentukan hal ini, kamu membutuhkan pengalaman dan jam terbang di dunia investasi.

  • Gunakan Uang yang Tidak diperlukan Pada Waktu Tertentu

Investasi, terutama yang berisiko tinggi, tidak bisa diprediksi. Tren bisa naik, bisa juga turun seketika. Karena itu, kamu tidak bisa mengharapkan imbal baliknya secara pasti. 

Supaya tidak mengalami kerepotan, jangan menggunakan uang yang ternyata diperlukan pada waktu tertentu. Sebaiknya, sisihkan dana investasi dari pemasukan dengan alokasi tertentu. Dengan cara ini, kamu dapat mengendalikan risiko investasi tanpa memengaruhi bujet bulanan.

Jadi, risiko investasi memang tidak bisa dihindari. Setiap investor harus pandai mengukur risiko tersebut dan mengelolanya dengan strategi terbaik. Niscaya, hasil investasi akan lebih menguntungkan. Nah, apakah kamu siap untuk mulai berinvestasi sekarang?

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]