Penting: Pelajari Dulu Support Resistance Sebelum Main Saham!

0
2904
Support Resistance

Support Resistance – Secara istilah, konsep support dan resistance digunakan untuk merujuk pada tingkat harga tertentu. Support adalah tingkat harga tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada suatu masa. Keberadaan support berfungsi untuk menjaga supaya harga tidak terlalu jatuh.

Sedangkan resistance merupakan kebalikan dari support. Istilah ini digunakan untuk menyebut tingkat atau area tertinggi pada suatu masa. Hal ini membuat aksi jual cukup besar sehingga menghambat harga untuk bergerak naik. Biasanya, harga akan turun setelah menyentuh harga resistance.

Ketika resistance ditembus (breakout), harga akan naik hingga tingkat resistance berikutnya. Membaca ulasan tentang pengertian support resistance di atas, mungkin kita belum bisa mendapat gambaran pasti. Untuk mempermudah pemahaman tentang hal ini, mari kita ulas analogi yang lebih sederhana.

Analogi Support dan Resistance

Dalam kehidupan sehari-hari, konsep support dan assistance sebenarnya sudah sering kita pakai. Contohnya, sebuah pakaian dijual seharga Rp100.000 pada sebuah marketplace. Suatu hari, harga baju tersebut turun menjadi Rp80.000. Beberapa hari kemudian, harga baju kembali normal yaitu Rp100.000.

Hal ini akan membuat kita berpikir bahwa Rp80.000 adalah harga terbaik yang bisa didapatkan. Nah, Rp80.000 inilah yang menjadi titik support atau batas akhir untuk menjaga agar harga tidak semakin turun. Sedangkan resistance, digunakan untuk mencegah harga semakin naik.

Misalnya, harga cabe di sebuah pasar mencapai harga tertingginya pada Bulan ramadhan yaitu Rp200.000 per kilonya. Sebagai pedagang, Anda tentu ingin harga tersebut semakin naik tapi ternyata tidak karena kondisi pasar tidak memadai. Kita pun berpikir bahwa Rp200.000 merupakan harga terbaik yang untuk menjual cabe.

Rp200.000 inilah yang menjadi titik resistance untuk mencegah harga naik lebih tinggi lagi. Dengan kata lain, resistance merupakan batas atas agar harga tetap masuk akal. 

Support dan Resistance dalam Trading Saham

Dalam trading saham, support dan resistance merupakan alat bantu analisa untuk melakukan kegiatan menjual atau membeli saham. Pada grafik pergerakan saham, support ditampilkan sebagai garis lurus horisontal dan berfungsi sebagai batas bawah harga saham yang tidak bisa ditembus trader dalam periode tertentu.

Biasanya, garis support digunakan para pemain saham untuk mulai melakukan pembelian. Mereka akan membeli saham-saham yang menyentuh garis tersebut dengan keyakinan, bahwa harga tersebut adalah yang terbaik, tidak akan turun lagi, dan bahkan memiliki kecenderungan mengalami penaikan.

Dalam grafik pergerakan saham, tampilan resistance berupa garis mendatar dan agak miring. Hal ini dijadikan acuan para trader untuk tidak melakukan pembelian apabila ada produk saham yang hampir menyentuh garis resistance. Pembelian saat sebuah saham mencapai garis tersebut dinilai tidak akan memberi keuntungan.

Bukannya naik, harga saham yang mencapai garis resistance biasanya cenderung mengalami penurunan. Membaca ulasan di atas, kita akan mendapat gambaran betapa pentingnya memahami support resistance sebelum memutuskan terjun dalam bidang trading saham.

Baca juga: Ingin Mulai Trading Saham? Berikut Cara dan Tipsnya

Harga Saham Bisa Menembus Batas Atas dan Batas Bawah

Meskipun kerap digunakan sebagai acuan batas atas dan bawah harga saham, bukan berarti harga sebuah produk tidak bisa naik atau turun melampaui garis. Sebagaimana pasar konvensional, pasar saham juga memiliki dinamika sendiri. Misalnya, harga saham akan melampaui batas atas ketika banyak yang melakukan pembelian saat harganya menyentuh garis resistance.

Hal tersebut juga berlaku pada support, ketika ada aksi penjualan besar-besaran meskipun harganya sudah sampai pada batas bawah. Untuk bertahan dalam kondisi semacam ini, pemain saham akan mengalami cut loss agar kerugian akibat harga anjlok dapat diminimalisasi.

Sebagai pengingat, support dan resistance bukan acuan utama yang secara otomatis akan memicu penjualan atau pembelian saham. Keduanya memiliki sifat fleksibel sehingga sewaktu-waktu bisa dilampaui terlalu jauh atau kembali ke titik semula. Inilah mengapa sebagai investor, kita harus memperhatikan pergerakan saham harian dan mingguan sebagai referensi sebelum mengambil keputusan.

Pada akhirnya, support dan resistance hanyalah alat. Bukan satu-satunya referensi untuk menghasilkan keputusan tepat. Bagaimana penjelasan singkat tentang support resistance di atas?

Semoga dari ulasan tersebut Anda bisa lebih memahami dinamika pasar saham dan mampu melakukan tindakan bijaksana. Selamat trading.

Apapun Pilihan Instrumen Investasimu, Pastikan Untuk Memahami Risiko Serta Keuntungan yang Ada di dalamnya Sehingga Hasil yang Didapatkan Lebih Optimal!

Bagi kamu yang ingin mulai mengembangkan dana namun ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]