Mudahnya Mengajukan Pinjaman di Akseleran Dengan Invoice Financing

3
2089
Invoice financing

Saat ini terdapat sekitar lebih dari 60 juta Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia. Banyak dari UKM ini bertransaksi secara Business-to-Business (B2B), yang dalam proses transaksinya akan ada invoice sebagai bentuk penagihan pembayaran atas barang/jasa yang telah diberikan.

Salah satu kendala dari para pengusaha maupun pebisnis adalah menunggu pembayaran dari invoice ini. Padahal, mereka membutuhkan dana tersebut untuk kembali digunakan sebagai modal kerja atau mengembangkan usaha. Jika terlalu banyak pelanggan dari UKM terlambat membayar invoice, maka cashflow atau arus dana dari UKM tersebut sudah pasti terganggu. Namun, bagaimana jika invoice pembayaran tersebut bisa menjadi dana cepat untuk usaha kamu?

Invoice financing merupakan alternatif pembiayaan dengan invoice sebagai jaminannya. Dana tersebut dapat digunakan untuk kembali melancarkan operasional usaha atau bisnis. Selain itu, dana tersebut juga bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis. Jadi, invoice financing ini dapat dimaksimalkan penggunaannya untuk mendapatkan fleksibilitas lebih dalam pengelolaan arus dananya.

Lalu, apa sih perbedaan pengajuan pinjaman menggunakan Invoice Financing dan pengajuan pinjaman di Bank

Dengan menggunakan invoice financing sebagai jaminan tentu akan lebih memudahkan kamu dalam pengajuan pinjaman, karena jika pengajuan pinjaman kamu lakukan di Bank prosesnya akan lebih lama dan sulit.

Ketika sebuah usaha mengajukan pinjaman di Bank, biasanya pihak Bank akan meminta agunan berupa fixed asset seperti tanah & bangunan. Agunan seperti ini biasanya tidak dimiliki oleh sebagian besar UKM di Indonesia. Di kondisi seperti inilah pembiayaan invoice financing berperan membantu UKM.

Setiap UKM yang bertransaksi B2B biasanya akan memiliki invoice, sehingga invoice financing membuka peluang lebih besar untuk para UKM ini dalam mendapatkan pinjaman usaha karena hanya cukup menjaminkan invoicenya saja.

Baca Juga : Pinjaman Modal Usaha di Akseleran Mudah, Aman dan Menguntungkan!

Apa sih benefit Invoice Financing?

Biasanya pendapatan para pengusaha terikat dalam invoice yang belum dibayarkan, jadi arus keuangan mereka bisa terkena dampaknya. Ketika arus keuangan tidak baik, maka banyak efek negatif yang bisa muncul seperti misalnya UKM akan kesulitan dalam membiayai kegiatan operasionalnya. Opportunity cost pun akan muncul karena UKM tidak akan bisa mengejar project lain karena ketiadaan dana akibat tertahan di invoice yang belum dibayarkan.

Dengan adanya invoice financing, usaha atau bisnis kamu tetap bisa berjalan dengan baik dan arus keuangannya juga bisa lancar. Sementara invoice belum dibayarkan, UKM tetap bisa mengejar project-project lain dengan modal kerja yang dipinjam menggunakan invoice financing. Dengan ini, opportunity cost pun dapat dikurangi dan UKM dapat berkembang lebih jauh.

Dalam memproses pinjaman, Invoice financing juga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk prosesnya.

Proses Invoice Financing di Akseleran

Salah satu penyedia pinjaman usaha berbasiskan invoice (invoice financing) adalah platform Peer-to-Peer (P2P) Lending Akseleran. Lebih dari 50% nilai portofolio pinjaman UKM di Akseleran menggunakan invoice financing.

Jika sebuah UKM sudah memiliki invoice, maka UKM tersebut dapat langsung mendaftar di Akseleran dan mengajukan pinjaman. Setelah invoice tersebut selesai dianalisa dan dinyatakan layak untuk diberikan pinjaman,maka, dana pinjamannya akan segera diproses. Biasanya calon peminjam akan mendapatkan dana pinjaman paling besar 80% dari nilai invoice.

Untuk bunga pinjaman, di Akseleran rata-ratanya berkisar antara 18%-21% per tahun. Meskipun sekilas terlihat besar, tetapi karena UKM biasanya meminjam antara 3-6 bulan saja, maka peminjam hanya mengeluarkan biaya bunga sekitar 4.5% – 9% saja. Biaya lain yang perlu dikeluarkan adalah Origination Fee sebesar 0.25% per bulan. Apabila meminjam antara 3-6 bulan, maka biaya origination fee hanya berkisar antara 0.75% – 1.5%.

Jadi, dengan invoice financing, UKM akan bisa mendapatkan pinjaman usaha dengan lebih mudah dengan biaya yang relatif terjangkau.

Borrower seperti apa yang biasa mengajukan?

Borrower biasanya berupa UKM yang sulit mendapat pinjaman dari bank karena ketiadaan fixed asset sebagai agunan, bertransaksi secara B2B, dan memiliki invoice yang akan dibayar oleh pelanggannya dalam periode tertentu.

Kriteria tambahan bagi calon peminjam yakni usaha harus sudah berjalan minimal satu tahun dan sudah memiliki laba. Lalu, ditambah dokumen-dokumen pendukung seperti laporan keuangan tahunan yang mencakup laporan laba dan rugi, rekening koran 3 bulan terakhir, dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

Setelah selesai mengunggah dokumen tersebut, maka proses selanjutnya adalah analisis dan seleksi credit scoring.

Untuk Pemberi Dana

Karena Akseleran memakai sistem crowdfunding, maka pembiayaan invoice financing diberikan oleh masyarakat luas, termasuk kamu, sebagai crowd investornya. Dengan memberikan pinjaman melalui invoice financing, kamu secara langsung turut serta membantu perusahaan tersebut untuk mengembangkan bisnisnya, sekaligus mendapatkan keuntungan berupa imbal hasil rata-rata 18%-21% per tahun

Kamu tidak perlu khawatir, seperti yang sudah disebutkan diatas Akseleran sudah melakukan seleksi yang cukup ketat untuk borrower yang mengajukan pinjaman menggunakan invoice financing. Invoice ini pun berguna sebagai agunan, sehingga kamu sebagai pemberi pinjaman mendapatkan keamanan lebih. Dengan nominal pinjaman minimum yang rendah, yaitu mulai dari Rp. 100,000 saja, kamu dapat mengatur risiko pemberian pinjaman kamu dengan lebih fleksibel.

Daftar Sekarang dan Dapatkan Imbal Hasil 18%-21% per Tahun di Akseleran

voucher promo akseleran blog blog100

Akseleran Apps

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]

Selamat Berinvestasi!

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here