5 Jenis Agunan yang Paling Sering Digunakan di Indonesia!

0
1006
Jenis Agunan

Jenis Agunan – Saat kamu sedang membutuhkan dana, tentu kamu akan berpikir untuk mengajukan pinjaman. Masalahnya saat kamu akan mengajukan pinjaman biasanya dibutuhkan sebuah agunan sebagai jaminan dari pinjaman tersebut. Agunan yang dijadikan sebagai jaminan juga memiliki syarat tertentu untuk dijadikan sebagai jaminan pinjamannya. 

Mereka sebagai pemberi pinjaman tentu akan melakukan screening terhadap dokumen-dokumen yang ingin mengajukan pinjaman. Karenanya agunan yang dijadikan jaminan pun memiliki syarat-syaratnya, seperti:

  1. Memiliki nilai. Artinya aset tersebut memiliki nilai dan dapat dicairkan
  2. Dapat dipindahtangankan dari pemilik pertama kepada pihak lainnya
  3. Dapat diikat secara sempurna sesuai dengan ketentuan dan UU yang berlaku. Sehingga bank atau pemberi pinjaman tersebut memiliki hal untuk didahulukan apabila aset tersebut dicairkan

Jenis Aset yang Dapat Dijadikan Agunan!

Di Indonesia sendiri, banyak aset yang dapat dijadikan agunan seperti kendaraan, tanah, bangunan dan sebagainya. Biasanya aset-aset yang kita sebutkan tersebut memiliki nilai yang cukup besar, karenanya banyak dijadikan sebagai agunan. Jadi apa saja sih aset yang biasanya dijadikan agunan?

  • Properti

Properti adalah salah satu aset yang paling sering digunakan sebagai agunan pinjaman. Properti tersebut biasanya berupa, rumah, tanah, bangunan, gudang, ruko dan sejenisnya. Namun, biasanya kamu dapat menyerahkan berupa sertifikatnya saja. Pada properti ini nilainya akan sangat bergantung dengan kondisi dari properti tersebut dan situasi dari lingkungan properti itu.

Biasanya untuk rumah, plafon kredit yang ditawarkan mulai dari Rp 100 juta hingga Rp  miliar dengan tenor yang bervariasi.

  • Kendaraan

Kendaraan juga menjadi salah satu aset yang paling umum untuk dijadikan agunan pinjaman. Kendaraan yang dijadikan agunan ini mulai dari motor, mobil, truk dan sebagainya. Untuk mobil, plafon yang ditawarkan paling tinggi biasanya mencapai Rp 100 juta. Mobil yang dijadikan agunan juga tidak boleh yang berusia lebih dari 10 tahun. Mengingat mobil bukanlah sebuah barang investasi yang dapat meningkat harganya, sebaliknya harga akan terus menurun.

Untuk persyaratan, biasanya akan diminta untuk melampirkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan kunci dari kendaraan. 

  • Logam Mulia

Logam mulia juga merupakan salah satu agunan yang paling sering dijadikan jaminan saat mengajukan pinjaman di Indonesia. Untuk logam mulia ini biasanya mereka sering menjaminkan emasnya melalui pegadaian milik pemerintah. Namun, tidak hanya pegadaian milik pemerintah beberapa lembaga juga masih menerima emas sebagai jaminannya.

Beberapa yang paling sering ditemui adalah mereka yang menggadaikan emas kawin miliknya kebingungan karena emas kawin miliknya hanya dihargai sekitar 70% hingga 80% dari harga asli emas tersebut. Kenapa? Karena biasanya mereka melakukan perhitungan berat emasnya saja, tidak desain atau lainnya.

  • Hasil Kebun/Ternak

Jenis agunan ini juga kadang digunakan, namun biasanya berlaku hanya untuk mereka yang memiliki usaha peternakan hewan saja. Mungkin agak terdengar kurang umum, tetapi agunan yang satu ini memang ada. Jika kamu memiliki peternakan dan belum mengetahui terkait hal ini, kamu dapat mencobanya. Biasanya beberapa bank hanya memberikan tenor dikisaran 1 bulan hingga 3 bulan. 

Untuk jenis ternak yang paling umum digunakan sebagai jaminan biasanya adalah sapi. Biasanya juga, jenis sapinya adalah sapi betina yang produktif. Para debitur yang rata-rata memiliki ternak biasanya mencari pinjaman untuk memperoleh Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS).

Landing Page Ebook

  • Invoice

Invoice financing adalah salah satu jenis agunan yang dapat dijadikan jaminan untuk pinjaman kamu. Saat invoice kamu belum dibayarkan, namun kamu membutuhkan dana pinjaman. Beberapa perusahaan atau pemberi pinjaman juga dapat menerima invoice milik kamu sebagai jaminannya. Karena itu dengan adanya invoice financing ini usaha atau bisnis kamu dapat tetap berjalan dengan baik.

Selain itu, Dengan invoice financing, UKM akan bisa mendapatkan pinjaman usaha dengan lebih mudah dengan biaya yang relatif terjangkau.

  • Inventory

Biasanya beberapa perusahaan yang memproduksi sebuah persediaan dagangnya memiliki inventory persediaan. Nah, sekarang inventory tersebut juga dapat dijadikan agunan untuk pinjamannya. Salah satu perusahaan yang menerima inventory sebagai agunannya adalah Akseleran. Di Akseleran sendiri dapat memberikan pinjaman hingga maksimal sebesar 50% dari nilai inventorynya. Namun, tetap perlu melalui proses analisa risiko apakah calon peminjam tersebut layak mendapatkan pinjaman atau tidak.

Tentu dengan adanya inventory financing ini memudahkan pengajuan pinjaman kamu saat bank tidak mau menerima inventory milikmu untuk dijadikan agunan, kamu dapat mencoba alternatif lainnya di Akseleran.

Baca juga: Permudah Pengajuan Pinjamanmu Dengan Inventory Financing!

  • PO/SPK/Surat Kontrak

Beberapa jenis agunan ini juga dapat dijadikan jaminan untuk pinjamanmu. Tetapi, PO/SPK/Surat Kontrak ini juga perlu melalui serangkaian proses analisa dan verifikasi terlebih dahulu sebelum kamu dapat menerima pinjamanmu.

Apabila kamu bingung mencari agunan untuk pengajuan pinjamanmu, kamu dapat memilih salah satu dari Purchase Order (PO), Surat Perintah Kerja (SPK) atau Kontrak sebagai agunan pengajuan pinjaman.

Ajukan Pinjaman Sekarang dan Dapatkan Kemudahan Pinjaman Modal Usaha di Akseleran!

BLOG100

Akseleran Apps

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here