Menentukan Jenis Serta Cara Memilih Investasi yang Sesuai!

1
2147
cara memilih investasi

Cara Memilih Investasi – Kembali melirik sedikit ke belakang, pengertian dari investasi adalah mengorbankan dana atau aset yang dimiliki saat ini untuk mendapatkan hasil yang lebih di masa depan, dalam jangka waktu tertentu. Tujuan-tujuan yang biasanya dimiliki oleh seorang investor adalah seperti untuk menyiapkan kehidupan aman secara finansial di masa pensiun, kepentingan bisnis, atau keperluan pendidikan anggota keluarga.

Lalu, bagaimana cara memilih investasi?  Pertama-tama, Anda akan berkenalan dengan beberapa jenis pilihan investasi yang bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi Anda sekarang. Penjelasan untuk masing-masing jenisnya adalah sebagai berikut.

  • Properti

Properti ini bisa berupa bangunan (rumah, ruko, atau apartemen) dan tanah. Nilai bangunan mungkin bisa saja menurun karena usia, namun nilai tanah relatif meningkat setiap tahunnya. Investasi properti memiliki poin plus dan minusnya.

Dari segi menambah pendapatan bulanan atau tahunan, sebuah bangunan bisa disewakan. Jenis investasi ini juga memiliki risiko kerugian kecil karena nilai yang cenderung naik tadi. Namun begitu, untuk memulai investasi, Anda akan memerlukan dana besar karena harus membangun atau membeli rumah beserta tanahnya. Selain itu, karena sifatnya yang tidak mudah diuangkan, Anda akan kesulitan ketika sedang memerlukan dana secara mendadak.

  • Emas

Jika ada yang bertanya jenis investasi apa saja yang digemari di Indonesia, maka salah satu jawabannya adalah emas atau logam mulia. Sifatnya yang mudah diuangkan atau dijual (likuid) dan tahan lama membuat investasi emas semakin disukai.

Namun begitu, nilai emas bisa saja mengalami penurunan. Selain itu, tidak seperti properti, emas juga tidak bisa memberikan pendapatan tambahan bagi pemiliknya.

  • Saham

Investasi saham berarti menanam modal pada perusahaan tertentu. Dengan saham ini, Anda akan mendapatkan keuntungan melalui laba berdasarkan jumlah saham yang Anda miliki (dividen). Nilai saham tidak menentu karena perubahan bisa saja terjadi setiap harinya.

Jika ada laba, maka ada pula rugi. Memang, dibandingkan dengan jenis investasi lainnya, saham memiliki imbal balik (return) yang tinggi. Namun begitu, nilai saham yang berubah-ubah dan kebangkrutan perusahaan tempat Anda menanam modal akan berpeluang besar membuat Anda rugi.

  • Obligasi

Penyebutan lain dari obligasi adalah utang. Namun dalam hal ini, sang investorlah yang memberi pinjaman kepada perusahaan atau pemerintah. Dalam jangka waktu tertentu, pihak yang menerima pinjaman akan mengembalikan bunga dan modal utamanya kepada Anda.

Terlepas dari pendapatannya yang aman—terutama jika pihak yang menerima pinjaman adalah pemerintah—imbal balik dari jenis investasi obligasi ini relatif rendah. Kemudian, jangka waktu pencairan bunga yang sudah ditetapkan (fixed) membuat si investor tidak bisa menggunakannya walaupun dalam keadaan darurat.

  • Reksa Dana

Untuk para investor pemula yang belum memiliki pengetahuan mendalam seputar cara memilih dan melakukan investasi, menanam modal melalui reksa dana sangatlah dianjurkan. Di sini, para profesional yang disebut Manajer Investasi akan mengelola uang Anda melalui variasi investasi seperti saham, obligasi, dan deposito.

Anda akan dikenakan biaya pengelolaan. Untuk kisaran nilai awal untuk berinvestasi, Rp100.000 pun sangat mungkin karena Anda tidak sendiri saat memulai investasi tersebut (bersama-sama dengan investor lainnya).

Investasi Vs Inflasi

Kondisi perekonomian suatu negara dianggap mengalami inflasi jika nilai mata uang merosot dan menyebabkan kenaikan harga barang secara menyeluruh. Lalu, apa hubungannya dengan pilihan jenis investasi?

Beberapa kasus membuktikan bahwa tabungan/kas dan deposito di bank ternyata tidak cocok dianggap sebagai instrumen investasi ideal karena suku bunganya yang gagal melawan persentase inflasi. Jadi dari fakta ini, Anda sebaiknya mulai memetakan jenis investasi apa saja yang mampu menutupi inflasi tersebut, hingga Anda tidak perlu mengalami kerugian.

Baca juga: 4 Faktor Penyebab Inflasi di Indonesia

Apakah Ada Alternatif Investasi Lain?

Tidak lebih familer dari investasi emas dan saham atau yang lainnya, tetapi sistem investasi ini sudah mulai diminati oleh banyak investor di Indonesia. Namanya adalah crowdfunding. Berasal dari Bahasa Inggris crowd untuk ramai dan funding untuk pendanaan.

Sederhananya, sistem ini menggunakan konsep pendanaan dengan cara ‘gotong royong’ melalui sebuah platform daring (dalam jaringan) atau online. Sesuai dengan namanya, sejumlah investor akan menyuntikkan dana kepada sebuah proyek. Karena jumlah investornya yang relatif banyak, dana yang diinvestasikan tidak harus dalam jumlah besar.

Dalam investasi dengan sistem crowdfunding, memperkecil risiko kerugian dalam perjanjian bagi hasil antara pemberi dana dan pencipta bisa dengan cara memahami lebih dalam proyek yang akan dilakukan. Industri yang sudah sering memerlukan sistem ini adalah industri kreatif.

Demikianlah penjabaran mengenai jenis-jenis investasi yang umum terdapat di Indonesia. Setelah memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis, tahapan dalam cara memilih investasi selanjutnya adalah menyesuaikan pilihan dengan kondisi dan keinginan Anda.

Hal-hal tersebut bisa saja dilihat dari aspek pendapatan, tujuan, komitmen dalam menjalankan investasi, hingga perhitungan untung-ruginya.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100 Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

1 COMMENT

Comments are closed.