Apa itu ROI? Begini Cara Menghitungnya dengan Rumus

1
19131

Bisnis harus dilakukan dengan perhitungan tinggi. Kalaupun ada keuntungan atau kerugian, kamu  perlu mengetahui seberapa besar nilainya. Dalam perhitungannya, kamu perlu tahu rumus ROI–return on investment. Dengan mengetahui nilai ROI, kamu  dapat mengetahui apakah bisnis atau investasi yang tengah dilakukan, perlu dilanjutkan atau dihentikan. 

Dalam sebuah aktivitas bisnis atau investasi, ROI memang menjadi salah satu parameter kunci untuk menilai efektivitasnya. Dalam praktiknya, kamu  tidak hanya memerlukan rumus ROI untuk menilai sebuah bisnis atau investasi. ROI biasanya digunakan secara bersamaan dengan parameter lainnya, termasuk internal rate of return (IRR) dn net present value (NPV). 

Perhitungan Rumus ROI dan Contohnya

Rumus perhitungan ROI tidak terlalu sulit. Cara menghitungnya dilakukan dengan mencari rasio antara laba investasi dengan nilai investasi awal. Biasanya, nilai ROI diberikan dalam bentuk persentase untuk memberi kemudahan dalam proses analisis. Rumus ROI yang bisa kamu  gunakan adalah: 

ROI = (laba investasi/nilai investasi awal) x 100%

Laba investasi dalam perhitungan ROI didapatkan dengan memasukkan nilai keuntungan bersih yang didapatkan dari investasi. Di sini, kamu  perlu memasukkan berbagai jenis biaya yang dikeluarkan selama aktivitas penanaman modal. Sementara itu, nilai investasi awal adalah biaya yang pertama kali dikeluarkan saat berinvestasi. 

Biar kamu  bisa lebih memahami rumus ROI dan perhitungannya, dapat melihat contoh sebagai berikut:

Rudi membeli sebanyak 1.000 lembar saham PT Maju Bersama Ekspres yang masing-masing seharga Rp1.500. Tepat satu tahun kemudian, kamu  menjual saham tersebut di angka Rp2.000 per lembar. Di waktu yang sama, kamu juga sudah mendapatkan dividen senilai Rp200 ribu dan membayar komisi trading sebanyak Rp100 ribu. Berapa nilai ROI-nya?

Pada kasus tersebut, kamu  perlu terlebih dahulu menghitung laba investasi yang didapatkan Rudi. Nilai laba investasi didapatkan dengan cara:

Laba investasi = (1.800 x 1.000) + 200.000 – 100.000 – (1.500 x 1.000) = 400.000

ROI = 400.000/(1.500 x 1.000) x 100% = 26%

Lalu, bagaimana dengan perhitungan ROI untuk investasi yang dijalankan selama bertahun-tahun atau malah kurang dari satu tahun (biasa disebut dengan istilah annualized ROI)? Untuk perhitungan seperti ini, ada rumus ROI yang bisa digunakan dalam bentuk sebagai berikut:

Annualized ROI=[(1+ROI)1/n – 1]×100%, dengan n merupakan bilangan yang mengindikasikan seberapa lama investasi dijalankan dalam hitungan tahun. 

Cara perhitungan rumus annualized ROI bisa kamu  lihat lebih jelas pada contoh berikut:

Rudi memegang saham selama 5 tahun, dan mendapatkan ROI sebesar 50%. Kalau dengan perhitungan sederhana, maka ROI yang diperolehnya adalah 10%. Hanya saja, cara perhitungan tersebut mengabaikan adanya efek compounding dari investasi. Dengan rumus ROI yang telah disebutkan, maka nilai ROI yang didapatkan adalah:

Annualized ROI = [(1+0.50)1/5 −1]×100% = 14,45%

Cara Menginterpretasi Hasil Perhitungan Rumus ROI

Ketika melakukan perhitungan ROI, kamu  memperoleh nilai dalam kondisi positif atau negatif. Selanjutnya, kamu  bisa menerjemahkan nilai ROI menjadi indikator yang kemudian dimanfaatkan untuk menilai efektivitas investasi. 

Nilai ROI yang positif mengindikasikan bahwa aktivitas investasi memiliki tingkat keuntungan yang baik. Namun, lain halnya ketika hasil perhitungan ROI menunjukkan nilai negatif. Angka ROI yang negatif menjadi indikator bahwa investasi yang dilakukan menghasilkan kerugian. 

Biar rumus ROI bisa bermanfaat dalam menghasilkan perhitungan yang akurat, kamu  perlu memperhitungkan nilai return dan biaya total secara menyeluruh. Selanjutnya, kamu  dapat menggunakan rumus annualized ROI ketika melakukan perbandingan antara beberapa jenis investasi. 

Baca juga: 5 Investasi Yang Menguntungkan di Tahun 2020!

Plus Minus Menggunakan Perhitungan Rumus ROI

Penggunaan rumus ROI memiliki 3 keuntungan utama dalam analisis investasi dan bisnis, yaitu:

  • Memberi pengetahuan tentang komparasi beberapa jenis investasi atau bisa pula digunakan untuk mencari tahu tingkat persaingan bisnis di pasaran. 
  • Memiliki efektivitas tinggi dalam mengetahui profitabilitas dari masing-masing investasi atau produk dari sebuah perusahaan.
  •  Cara perhitungan ROI yang sederhana, bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk investor pemula. 

Hanya saja, penggunaan rumus ROI juga memiliki batasan atau kelemahan tersendiri. Ada 2 kelemahan utama yang ada pada ROI, yaitu:

  1. Menggunakan ROI sebagai perbandingan bisnis bakal cukup sulit. Alasannya, karena setiap perusahaan memiliki metode akuntansi yang berbeda-beda. 
  2. Pemakaian metode ROI mengabaikan faktor fluktuasi nilai mata uang yang kemudian berpengaruh pada perhitungan investasi dan margin keuntungan. 

Tidak sulit, kan?

Mulai Lakukan Pengembangan Dana Bersama Akseleran!

Bagi Anda yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, sekaligus mengembangkan dana mulai semuanya melalui P2P Lending Akseleran.  Akseleran Sebagai alternatif investasi dengan bunga hingga 16% per tahun membuka kesempatan untuk siapapun yang ingin mengembangkan dananya hanya mulai dari Rp100 ribu.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

1 COMMENT

Comments are closed.