Pengertian Aset Beserta Klasifikasinya!

0
5758
Aset Adalah

Aset adalah – Dalam dunia akuntansi, istilah aset kerap kali disebutkan terutama jika berbicara mengenai penyusunan laporan keuangan. Keberadaan aset dinilai begitu penting karena dapat menunjang kegiatan operasional perusahaan. Terlepas dari itu, tahukah Anda mengenai pengertian aset itu sendiri? Lalu, bagaimana aset diklasifikasikan? Kalau belum, ulasan berikut bisa menjadi kunci jawaban. 

Pengertian Aset

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), aset adalah modal, kekayaan, atau sesuatu yang memiliki nilai tukar. Sementara itu, mengacu pada PSAK No.16 Revisi Tahun 2011, aset atau aktiva merupakan seluruh kekayaan milik individu atau kelompok (badan usaha). Jika dilihat dari bentuknya, aset dapat berupa benda atau hak yang diperoleh melalui transaksi di masa lalu, contohnya saham atau paten.

Perusahaan bisa memanfaatkan keberadaan aktiva untuk menjalankan kegiatan bisnis, mulai dari pembiayaan operasional hingga investasi. Di sisi lain, Aset juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dijual atau bahkan ditukar menjadi uang tunai. 

Klasifikasi Aset

Berdasarkan klasifikasinya, aset terbagi menjadi tiga jenis yang mana masing-masing kelompok memiliki kategori lagi di dalamnya. Adapun klasifikasi aset sebagai berikut:

  • Konversi

Klasifikasi pertama mengacu pada kemampuan aset untuk dikonversikan menjadi uang tunai. Dalam poin ini Anda akan mengenal aset tetap dan aset lancar. Apa beda keduanya?

Aset lancar

Dilihat dari likuiditasnya, aset lancar tergolong memiliki likuiditas tinggi, sehingga pemiliknya dapat dengan mudah menjual atau menukarnya demi menambah pundi-pundi rupiah. Contoh dari aset lancar adalah:

  • Deposito
  • Tagihan piutang
  • Surat berharga
  • Saham
  • Saldo bank

Aset tetap

Aset ditetap juga dikenal sebagai aset tidak lancar atau aset keras. Berbeda dengan poin sebelumnya, aset tetap bersifat tidak likuid alias sulit ditukar menjadi uang. Kalaupun bisa, prosesnya biasanya membutuhkan waktu lama. Contoh aktiva tetap yaitu:

  • Merek dagang
  • Tanah
  • Bangunan
  • Mesin

Eksistensi Fisik

Seperti penjelasan sebelumnya, fisik aktiva tidak selalu berupa barang, namun ada juga aktiva yang tidak memiliki wujud. Dari sini kemudian aktiva dibedakan lagi menjadi aktiva berwujud dan aktiva tidak berwujud. 

Aset berwujud

  • Perlengkapan kantor
  • Mesin
  • Bangunan
  • Tanah
  • Uang tunai

Aset tidak berwujud

    • Hak paten
    • Merek dagang
    • Hak sewa
    • Franchise

Baca juga: Macam Macam Aset Finansial Yang Perlu Kamu Ketahui!

Penggunaan

Klasifikasi aktiva berdasarkan penggunaan memudahkan pebisnis untuk menentukan aset-aset mana saja yang digunakan selama kegiatan operasional sehari-hari dan mana yang tidak. Adapun contoh dari aset operasional dan non-operasional adalah sebagai berikut:

Aset operasional

  • Mesin
  • Uang tunai
  • Paten
  • Hak cipta

Aset non-operasional

  • Surat berharga
  • Hasil dari investasi 

 

Pentingnya Manajemen Aset

Dalam upaya mengoptimalkan kinerja bisnisnya, selain memahami pengertian aset beserta klasifikasinya, pengusaha juga perlu melakukan manajemen aset. Secara sederhana, manajemen aktiva diartikan sebagai pengelolaan aset adalah dilakukan secara efektif untuk mencapai sebuah tujuan. Lalu, mengapa manajemen aset ini begitu penting? 

  • Mempermudah Pengendalian Risiko

Setiap aset pasti memiliki risiko tersendiri, misalnya kemungkinan saham anjlok atau mesin rusak hingga memengaruhi kualitas produksi. Dengan mengaplikasikan manajemen aset, Anda dapat menyusun langkah pengendalian untuk meminimalisasi risiko yang bisa menyebabkan kerugian. 

  • Memudahkan Penyusunan Neraca Keuangan

Pada paragraf pembuka telah dijelaskan bahwa bisnis begitu berkaitan erat dengan aktivitas akuntansi, salah satunya adalah penyusunan neraca keuangan. Setidaknya ada 3 komponen penting dalam pembuatan neraca keuangan, yaitu aset, kewajiban, serta modal.  

  • Mengontrol Pengeluaran

Keuntungan manajemen aset yang terakhir adalah membantu perusahaan menghindari pembelanjaan yang tidak perlu atau tidak prioritas. 

Itulah pengertian aset beserta klasifikasinya dilengkapi informasi terkait pentingnya melakukan manajemen aset. Ya, mengelola aktiva perusahaan memang tidak boleh sembarangan, bahkan ada siklusnya, lho. Sudah tahu? 

Nah, jika manajemen aset Anda masih terasa buruk, tidak ada kata terlambat untuk memperbaikinya. Silakan mulai dengan menyusun rencana kebutuhan aset adalah demi menekan risiko kerugian di masa mendatang, kemudian mengadakan aset, melakukan inventarisasi aset, mengaudit status kepemilikan aset, pemeliharaan, penilaian, penghapusan, dan terakhir melakukan pembaruan aset. 

Semoga cara tadi dapat membantu perusahaan untuk mengoptimalkan aset yang dimilikinya. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]