Pengertian dan Cara Menghitung ROA (Return of Assets)

0
17148
Rumus ROA

Sebelum mengetahui tentang cara menghitung menggunakan rumus ROA, tidak ada salahnya untuk belajar tentang apa itu ROA terlebih dahulu. ROA atau return on assets pada dasarnya adalah tolak ukur kinerja perusahaan agar investor lebih bijak sekaligus berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Pengertian ROA

Return on asset merupakan indikator tentang seberapa andal perusahaan dalam pemanfaatan aset untuk menghasilkan keuntungan (profit). ROA biasanya dihitung melalui pembagian laba bersih dengan aset perusahaan secara keseluruhan.

Return on asset biasanya tampil dalam bentuk persentase yang dihitung dengan rumus ROA. Semakin besar persentasenya, berarti semakin produktif dan efisien suatu perusahaan. Begitu pun sebaliknya, semakin kecil persentase ROA, maka tandanya perusahaan kurang produktif.

Mungkin bagi yang awam soal dunia bisnis, keberadaan ROA bukan hal penting. Tapi bagi yang sudah terjun lama di dunia ini, ROA merupakan salah satu faktor yang menentukan baik buruknya manajemen sebuah perusahaan. Tapi yang perlu digarisbawahi adalah, ROA hanya berlaku ketika akan membandingkan dua perusahaan berbeda tapi memiliki kegiatan bisnis di sektor yang sama.

Manfaat ROA Bagi Perusahaan

Setelah membahas tentang pengertian dan pentingnya ROA, selanjutnya mari kita ulas manfaatnya bagi suatu perusahaan, di antaranya:

  • ROA untuk Mengetahui Profitable dan Efisiensi Perusahaan

Return on asset yang tinggi merupakan indikasi apakah sebuah bisnis memili keuntungan tinggi dan tingkat efisiensi yang baik. Hal ini penting mengingat sebuah perusahaan pasti membutuhkan investor. Nah, informasi yang ada pada ROA merupakan tolak ukur penting bagi para investor agar mereka tidak ragu ketika ingin menanamkan modal.

  • ROA Digunakan untuk Membandingkan Performa dengan Perusahaan Kompetitor

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, return on asset hanya bisa digunakan untuk membandingkan dua perusahaan berbeda yang terjun di sektor serupa. Jadi jangan heran apabila investor memanfaatkan hasil perhitungan rumus ROA sebagai indikator ketika membandingkan perusahaan kita dengan kompetitor.

Baca juga: Apa itu ROI? Begini Cara Menghitungnya dengan Rumus

Rumus ROA untuk Mengukur Efisiensi Perusahaan

Ada beberapa unsur yang dibutuhkan ketika kita ingin menghitung return on asset, yaitu laba bersih (net income) dan nilai aset secara keseluruhan (total assets). Informasi laba bersih biasanya terdapat dalam laporan laba rugi yang hasilnya didapat dari total pendapatan dikurangi dengan total pengeluaran.

Sedangkan total assets merupakan aset yang terdaftar dalam neraca keuangan (balance sheets). Dalam neraca ini, aset merupakan liabilitas ditambah dengan ekuitas. Liabilitas adalah utang atau kewajiban keuangan perusahaan, sementara ekuitas merupakan sejumlah uang yang nantinya akan dikembalikan kepada para pemilik saham.

Nah, tinggi rendahnya hasil perhitungan return on asset dapat diketahui melalui pembagian laba bersih dengan aset secara keseluruhan. Singkatnya, rumus ROA adalah:

Return on Asset = Net Income : Total Assets

Selanjutnya, hasil rumus tersebut dikalikan 100 agar keluar angka dalam bentuk persentase. Sebagai gambaran, berikut cara menghitung return on asset pada dua perusahaan yang saling berkompetisi.

Misalnya, Perusahaan C memiliki nilai aset secara keseluruhan sekitar Rp200 juta dan laba bersih sekitar Rp30 juta. Sedangkan perusahaan D memiliki aset sekitar Rp150 juta dengan net income Rp25 juta. Selanjutnya mari berasumsi  bahwa Perusahaan C dan D adalah sejenis. 

Apabila melihat net income-nya, Perusahaan C terlihat menguntungkan. Untuk memastikannya hitunglah return on asset perusahaan C dan D menggunakan rumus ROA,

ROA Perusahaan C: (30.000.000 : 200.000.000) x 100 = 15%

ROA Perusahaan D: (25.000.000 : 150.000.000) x 100 = 16,66%

Berdasarkan hasil perhitungan di atas kita akan tahu bahwa ternyata, Perusahaan C masih kalah efisien dengan D. ROA Perusahaan C tercatat hanya 15%, sedangkan ROA yang dicatatkan Perusahaan D mencapai angka 16,66 %. Dari hasil ini pula kita bisa melihat bahwa meskipun laba bersih D lebih sedikit dari C, tetapi soal efisien, perusahaan ini jelas lebih menguntungkan.

Inilah mengapa banyak yang memanfaat perhitungan ROA saat akan berinvestasi. Sebab angka laba bersih yang cukup besar tidak ada artinya apabila presentase return on asset-nya kurang memuaskan. 

Itulah informasi mengenai return on asset dan rumus ROA. Semoga bermanfaat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]