Tangible Adalah : Pengertian, Jenis dan Contohnya

0
496
Tangible Adalah

Di dunia manajemen aset, terdapat banyak sekali istilah yang belum tentu dipahami setiap orang. Salah satu istilah yang cukup sering dibicarakan dan mungkin terdengar asing di telinga awam adalah tangible. Pada dasarnya, tangible adalah sebuah sifat yang membedakan produk satu dengan lainnya.

Dalam praktiknya, tangible kerap digunakan untuk melakukan klasifikasi aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Tangible sendiri termasuk salah satu sifat yang dipakai oleh perusahaan sebagai indikasi kepuasan pelanggan. Di dunia bisnis, hal ini dikenal dengan istilah dimensi Servqual atau 5 dimensi kepuasan pelanggan.

Adapun sifat yang termasuk dalam dimensi servqual adalah tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Nah, untuk lebih memahami tentang apa tangible, jenis, dan contohnya, mari kita simak ulasan di bawah ini.

Mengenal Tangible

Secara umum, tangible adalah kemampuan suatu produk atau perusahaan dalam menyajikan pelayanan secara konkret dan prima bagi semua pelanggan. Dengan kata lain, kualitas produk benar-benar bisa dirasakan oleh pelanggan bukan sekadar asumsi atau bahkan halusinasi.

Keberadaan sifat tangible penting sebab pelanggan pasti membutuhkan pengalaman nyata. Nyata maksudnya, setiap manfaat yang ada bisa dirasakan oleh salah satu, beberapa, atau bahkan kelima indera yang dimiliki. Meskipun begitu, bukan berarti produk yang tidak nyata (seperti jasa) tidak memiliki kualitas tangible.

Selama manfaatnya bisa dirasakan oleh pelanggan, maka produk atau aset tersebut tergolong tangible. Pada suatu perusahaan, tangible memiliki nilai tukar transaksional. Inilah mengapa, tangible adalah salah satu yang wajib dicatat di neraca dan wajib memiliki nilai seimbang dalam persamaan sederhana.

Pada manajemen aset, tangible termasuk aset lancar dan jangka panjang. Meskipun tidak semua tangible memiliki bentuk fisik, selama nilai transaksinya terbatas maka aset bisa digolongkan sebagai tangible. Seperti halnya aset lancar dan jangka panjang lain, tangible juga akan mengalami penurunan nilai atau depresiasi.

Bagaimana, sudah dapat gambaran tentang apa tangible itu?

Jenis-Jenis Tangible

Pada suatu perusahaan setidaknya ada beberapa jenis tangible, adapun jenis aset tangible adalah:

  • Tangible yang umur dan masa kegunaannya tidak terbatas dari aktiva tetap
  • Tangible yang umur dan masa kegunaannya sangat terbatas dan dapat digantikan dengan aktiva sejenis saat kegunaannya habis
  • Tangible yang umur dan masa kegunaannya terbatas serta tidak bisa digantikan dengan aktiva sejenis terutama ketika masa kegunaannya telah habis

Ketiga jenis tangible di atas tentu menjadi salah satu bahan untuk menyusun neraca. Dilihat dari jenisnya, mungkin masih ada yang meraba-raba aset mana saja yang tergolong tangible. Inilah mengapa dalam praktiknya, ada beberapa karakteristik yang bisa dipakai dalam menggolongkan aset tangible maupun intangible (tidak konkret).

Adapun beberapa karakteristik tangible atau aset berwujud adalah:

  • Memiliki bentuk fisik yang dapat dilihat oleh mata
  • Perusahaan menggunakan aset ini secara aktif dalam kegiatan operasional
  • Termasuk benda yang digunakan hanya untuk dimanfaatkan, tidak diinvestasikan apalagi diperjualbelikan
  • Memiliki umur lebih dari satu periode akuntansi atau lebih dari 1 tahun dalam rata-rata umur penggunaan yang aman
  • Memberi manfaat di masa mendatang

Baca juga: Pengertian Aset Beserta Klasifikasinya!

Contoh Tangible

Setelah memahami tentang apa itu tangible, jenis, serta karakteristiknya, selanjutnya mari kita ulas contoh aset berwujud dalam suatu perusahaan. Apabila membahas tentang tangible dan hubungannya dengan bentuk fisik yang dapat dideteksi oleh kelima indera manusia, maka kita bisa dengan mudah menyebutkan beberapa contoh tangible, yaitu:

  • Gedung atau tanah yang dipakai untuk operasional perusahaan
  • Mesin untuk memproduksi hasil usaha
  • Alat distribusi seperti mobil, truk, atau sepeda motor
  • Furnitur untuk mendukung kegiatan usaha serta produksi

Contoh di atas merupakan aset berwujud atau tangible yang konkret dan bisa dirasakan oleh semua indera. Meskipun begitu, ada beberapa contoh tangible tanpa wujud yang walaupun tidak memiliki bentuk fisik tetapi manfaatnya bisa dirasakan oleh setiap indera, yaitu:

  • Hospitality (keramahan) yang ditawarkan hotel atau agen travel
  • Suasana nyaman yang ditawarkan restoran dan kafe
  • Penampilan menarik dari para pegawai suatu perusahaan

Nah, itulah ulasan tentang pengertian, jenis, serta contoh tangible. Mengingat tangible adalah bagian penting dari perusahaan, semoga ulasan sebelumnya bisa memberi pengetahuan baru tentang aset.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]