Ini Untung Rugi Memilih Investasi Tanah

1
775
Investasi Tanah

Zaman sekarang, kegiatan investasi tidak lagi menjadi hal baru bagi masyarakat. Alasan terbesar mengapa investasi begitu diminati karena cara ini menjadi kesempatan bagi seseorang untuk menciptakan sumber keuangan baru selain gaji bulanan. 

Nah, di antara jenis investasi yang ada, penanaman modal pada bidang properti menjadi salah satu favorit investor. Tak melulu soal rumah atau apartemen, investasi tanah juga dapat dihitung sebagai instrumen investasi properti, lho.   

Apakah Anda berencana melakukan investasi tanah dalam waktu dekat? Sebelum melakukannya, pastikan mengetahui keuntungan serta kerugian membeli tanah sebagai instrumen investasi lewat rangkuman berikut ini. 

Keuntungan Investasi Tanah

Pasti ada alasan mengapa seseorang mau menginvestasikan sebagian besar penghasilannya untuk membeli tanah. Berikut ulasannya. 

  • Berpeluang Mendapatkan Capital Gain

Seperti yang diketahui, ketersediaan lahan kian hari kian menipis, terutama di kawasan perkotaan. Padahal permintaan akan properti turut bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk. Oleh sebab itu, tak heran bila harga tanah kerap mengalami peningkatan setiap waktu.

Bagi para investor, momen tersebut dinilai sebagai peluang untuk meraup keuntungan melalui investasi tanah. Ini juga alasan mengapa tanah bisa dijadikan sebagai investasi jangka panjang

Di sisi lain, peningkatan harga tanah membuat Anda berpeluang untuk menikmati capital gain. Jika suatu waktu lingkungan sekitar tanah milik Anda mengalami pembangunan infrastruktur, maka harga tanah pun bisa ikut meroket. 

  • Bisa Dimanfaatkan untuk Berbagai Jenis Usaha

Saat memiliki tanah, pastikan tidak membiarkannya terbengkalai, pasalnya Anda pun tidak akan mendapatkan apa-apa. Bagaimana jika Anda menggandakan nilai investasi tanah yang ada? 

Untuk melakukannya, pemilik bisa menyulap tanah sebagai aset produktif dengan membangun properti di atasnya. Entah itu kos-kosan, perumahan dengan sistem cluster, atau pertokoan. Tanpa mengurangi nilai tanah tersebut, cara ini bahkan mampu memberikan passive income bagi pemiliknya. 

Bila harus menjualnya suatu hari nanti, maka nilai capital gain yang didapat akan lebih tinggi daripada menjual tanah kosong, sebab terdapat bangunan yang dinilai sebagai aset produktif. 

  • Minim Perawatan

Perawatan tanah kosong tentu tidak semahal merawat properti lain seperti kos, apartemen, atau ruko. Ketika bangunan tidak ditempati dan dibiarkan terbengkalai, maka kondisinya rentan rusak akibat jamur, hewan perusak seperti rayap, hingga timbul risiko seperti atap bocor dan dinding keropos. Jika sudah begini, biaya perbaikan yang harus dikeluarkan pun tak sedikit. 

Beda halnya dengan tanah kosong. Sekalipun terbengkalai dalam waktu lama, biaya perawatan yang harus dikeluarkan tak semahal biaya perbaikan properti. Kalau mau menghemat biaya perawatan, coba dalam sebulan sekali luangkan waktu untuk membersihkan tanah kosong dari rumput-rumput liar. 

Baca juga: 4 Tips Investasi Properti bagi Pemula

Kerugian Investasi Tanah

Selain menawarkan keuntungan, setiap investasi juga punya kekurangan, tak terkecuali investasi tanah. Berikut contohnya. 

  • Tidak Cocok untuk Pemula

Saat memulai sebuah investasi, pertanyaan dasar yang sering diajukan adalah berapa biaya yang harus dikeluarkan. Jika Anda berniat membeli sebidang tanah, maka harus siap untuk mengeluarkan modal besar. Apalagi bila tanah yang dibeli berlokasi di kawasan strategis, maka harga jual yang ditawarkan bisa lebih tinggi daripada membeli tanah di daerah pedesaan. 

Inilah alasan mengapa tidak semua orang mampu melakukan investasi tanah. Pun demikian dengan para pemula yang hanya memiliki modal minim. Sekalipun tanah dijual dalam bentuk kredit, akan tetapi ada beban bunga yang membuat total harga lebih mahal. 

  • Tergolong Aset Non-Likuid

Beda halnya dengan investasi emas, kegiatan penanaman modal untuk sebidang tanah tergolong sebagai aset non-likuid, sebab tidak mudah diperjual-belikan. Jadi, saat membutuhkan dana cepat, maka Anda tidak bisa mengandalkan uang dari penjualan tanah kosong. Belum lagi bila lokasi tanah kurang strategis. Selain membutuhkan waktu lama supaya laku, nilai jualnya pun tidak akan terlalu tinggi.  

  • Tidak Mampu Menghasilkan Passive Income

Terakhir, tidak ada passive income yang dihasilkan jika aset berupa tanah kosong. Kecuali pemilik mengubahnya menjadi aset produktif dengan membangun rumah, ruko, atau kos. Meski begitu, membangun sebuah properti tentu membutuhkan banyak modal.  

Demikian ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan investasi tanah. Tertarik untuk melakukannya? Jika saat ini modal yang ada tidak begitu besar, tak ada salahnya melirik instrumen lain yang nilainya lebih murah. Selamat mencoba!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

1 COMMENT

Comments are closed.