Optimalkan Investasi dengan Melakukan Analisis Teknikal Saham

2
9059
Analisis Teknikal Saham

Saham menjadi salah satu jenis investasi yang mampu menjanjikan tingkat keuntungan besar. Hanya saja, saat menanamkan modal pada investasi tersebut, Anda perlu melakukan perhitungan secara matang. Apalagi, saham juga dikenal sebagai jenis investasi dengan tingkat risiko kerugian tinggi. Salah satu cara yang kerap digunakan adalah melalui analisis teknikal saham. 

Analisis teknikal saham bukanlah satu-satunya metode yang digunakan untuk menilai tingkat kualitas saham. Selain menggunakan teknik ini, ada pula pertimbangan cara lain, yaitu analisis fundamental. Keduanya sama-sama digunakan sebagai upaya meningkatkan potensi meraih keuntungan saat berinvestasi di dunia saham, baik dalam jangka pendek ataupun panjang. 

Apa Itu Analisis Teknikal Saham?

Para investor pemula tentu bertanya-tanya, apa yang dimaksud analisis teknikal saham? Teknik analisis ini merupakan metode yang digunakan lewat pengamatan pola-pola data pada pasar saham. Pada praktiknya, analisis teknikal saham bakal mendorong Anda untuk fokus dalam memperhatikan pergerakan pasar, terutama harga serta volume.

Proses analisis teknikal saham kerap dilakukan dengan memperhatikan grafik pergerakan saham. Dalam upaya tersebut, investor kerap menggunakan tiga asumsi dasar dalam proses penilaian saham, yaitu: 

Pergerakan pasar

Saat melakukan analisis, Anda perlu menjadikan pergerakan pasar sebagai acuan. Alasannya, karena pergerakan pasar merupakan gambaran kondisi yang tengah terjadi. Apalagi, adanya pergerakan tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti bencana alam, politik, ataupun kondisi psikologis pelaku pasar. 

Harga mengikuti tren

Asumsi selanjutnya bahwa harga selalu mengikuti tren. Pergerakan harga yang berlangsung di pasar tidak terjadi secara acak, melainkan berlangsung dalam pola tertentu. Selanjutnya, akan ada momen pola tersebut akan berhenti dan berbalik arah. Di kalangan investor saham, terdapat beberapa jenis tren, yakni tren naik, tren turun, serta tren mendatar. 

Berkaitan dengan definisi tren, Charles H. Dow melalui teorinya yaitu The Dow Theory membagi tren dalam tiga jenis, yaitu: 

  • Primary trend, merupakan pergerakan harga saham dalam jangka panjang. 
  • Secondary atau intermediate trend, pergerakan harga yang berlangsung bersamaan dengan primary trend. 
  • Minor trend atau day-to-day moove, fluktuasi harga yang berlangsung setiap hari. 

Sejarah Berulang

Terakhir adalah asumsi bahwa sejarah selalu berulang. Mereka yang menggunakan analisis teknikal saham sering mengatakan kalau pola pergerakan saham akan selalu berulang. Oleh karena itu, melalui adanya observasi pola pergerakan saham di masa lalu, seorang investor bisa memprediksi pergerakan saham. 

Indikator Penilaian dalam Analisis Teknikal Saham

Analisis teknikal saham dilakukan bukan dengan sekadar asumsi ataupun spekulasi. Namun, Anda perlu membaca dan melakukan analisis terhadap data riil di pasaran. Pada praktiknya, terdapat empat indikator yang sering digunakan, yaitu: 

  • Moving average

Moving average adalah indikator yang paling sering digunakan oleh para trader. Alasannya, karena praktik penggunaannya cukup sederhana. Caranya adalah dengan melakukan perhitungan harga rata-rata salah satu saham pada jangka waktu tertentu. 

  • Relative strength index (RSI)

Ada pula indikator RSI, dilaksanakan lewat upaya membandingkan antara tingkat kenaikan dan penurunan harga saham. Anda akan menjumpai nilai yang berkisar dari 0-100 sebagai upaya menilai apakah saham overbought atau oversold. 

Umumnya, para trader menetapkan RSI pada melebihi titik 70 sudah overbought atau jenuh beli dan akan muncul kemungkinan turun. Sebaliknya, ketika angkanya menginjak pada titik lebih rendah dari 30, pasar sudah oversold, waktunya melakukan pembelian. 

Baca juga: 5 Cara Memulai Investasi Saham Untuk Pemula

  • Stochastic

Selanjutnya, Anda bisa menggunakan indikator stochastic. Indikator ini dilakukan dengan membandingkan titik harga penutupan terakhir dengan kisaran harga terendah atau tertinggi pada periode tertentu, bernilai mulai dari 0-100. Ketika menggunakan indikator stochastic, Anda akan menjumpai adanya dua garis, yaitu %K dan %D. 

  • Moving average convergence divergence (MACD)

Terakhir, indikator MACD dipakai untuk memperlihatkan trend saat ini dan sekaligus bisa pula dimanfaatkan dalam upaya mengetahui sinyal beli atau jual. Saat menggunakan MACD, terdapat dua jenis garis, yaitu Signal Line dan MACD Line. 

Ketika nilai MACD berada di atas nol atau positif, berarti pasar dalam kondisi bullish dan para trader biasanya akan melakukan pembelian. Sebaliknya, saat MACD berada pada titik negatif, Anda akan disarankan untuk melakukan penjualan karena pasar bersifat bearish. 

Itulah metode analisis teknikal saham yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100 Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

2 COMMENTS

Comments are closed.