Pengertian Indikator Stochastic dalam Saham

0
10064
Stochastic adalah

Stochastic Adalah – Seseorang yang hendak terjun ke dunia trading sebaiknya menguasai analisis teknikal. Teknik analisis ini bertujuan menelaah pola harga pada rentang waktu tertentu. Pengetahuan tersebut akan membantunya untuk memutuskan kapan harus membeli atau menjual saham. Risiko bisa diminimalisasi, peluang meraih profit pun bisa ditingkatkan.

Untuk menjalankan analisis teknikal, trader membutuhkan indikator-indikator saham. Ada beberapa macam indikator yang bisa dipilih sesuai preferensi. Salah satu yang kerap digunakan adalah Stochastic.

Georgle Lane merupakan tokoh yang pertama kali mengembangkan Stochastic Oscillator (SO) pada tahun 1950-an. Dokter sekaligus trader saham tersebut awalnya kesulitan membaca grafik trading yang rumit. Ia pun mulai menghabiskan tahun demi tahun untuk menganalisis tren pasar, serta merumuskan indikator yang akhirnya populer hingga kini.

Apa Itu Stochastic Oscillator?

Stochastic Oscillator (SO) dikategorikan sebagai indikator momentum. Secara teknis, perannya yakni menunjukkan harga penutupan terakhir, dengan mengalkulasi selisih harga terendah atau tertinggi selama rentang waktu tertentu.

SO terdiri dari komponen yang kompleks sehingga kegunaannya lebih luas. Hasil pengukuran tidak sekadar berpatokan pada level overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual). Ada dua garis osilator yang harus diperhatikan untuk menemukan sinyal jual dan sinyal beli yang lebih terkonfirmasi.

Garis %K berlaku sebagai garis utama sehingga dijuluki signal line. Di sebelahnya terdapat garis %D alias trigger line, merupakan rata-rata dari garis %K. Kedua garis ini akan berpotongan pada titik tertentu.

Potongan garis yang menuju ke atas disebut Golden Cross, dengan interpretasi berupa sinyal untuk membeli saham. Sebaliknya, sinyal jual hadir ketika terjadi Death Cross, yakni persilangan yang menuju ke bawah.

Jadi, sederhananya, Stochastic adalah indikator saham yang memberikan sinyal jual dan beli melalui dua garis yang berpotongan.

Cara Membaca Stochastic

Seperti yang disinggung sebelumnya, Stochastic memiliki komponen kompleks dan multiguna. Komponen tersebut memberikan petunjuk tentang kondisi overbought dan oversold, entry trading, serta divergence. 

Trader sebaiknya memahami cara membaca pengukuran berdasarkan masing-masing fungsi. Mengetahui ketiganya akan membantu trader memprediksi tren saham dengan mempertimbangkan berbagai aspek, sehingga cenderung lebih akurat. 

Periode standar penghitungan adalah 14, tetapi trader bisa memodifikasinya sesuai kebutuhan.

Lebih jelasnya, berikut cara membaca SO berdasarkan masing-masing fungsi.

  • Overbought dan Oversold

Zona overbought menandakan harga saham yang sudah terlalu tinggi, sehingga mengakibatkan potensi penurunan atau koreksi harga. Sebaliknya, oversold menunjukkan nilai jual saham yang hampir mencapai titik terendah; situasi tersebut justru memunculkan potensi kenaikan harga.

Pada indikator stochastic, level overbought ditetapkan di atas angka 80, sedangkan oversold berada di bawah angka 20. Meskipun sesederhana itu menafsirkannya, tetapi bukan berarti trader disarankan untuk langsung melakukan entry trading. Kecenderungan untuk berbalik arah atau justru terus naik/turun, turut bergantung pada seberapa besar momentum.

  • Entry Trading

Untuk menemukan sinyal entry, trader harus mengamati persilangan antara garis %K dan %D. Sinyal beli terdeteksi ketika garis %K memotong %D dari arah bawah ke atas, sedangkan sinyal jual muncul saat garis %K memotong %D pada posisi atas menuju ke bawah.

Poin terpenting yang perlu diketahui adalah: apabila persilangan kedua garis osilator terjadi di zona overbought ataupun oversold, maka sinyal entry trading lebih terkonfirmasi. 

Baca juga: 7 Keuntungan Melakukan Trading sebagai Pengembangan Danamu

  • Divergence

Dalam hal trading, divergence berarti memusatkan perhatian pada perbedaan antara pergerakan harga dan indikator. Hal ini berguna untuk memprediksi kapan tren berlanjut atau justru berbalik arah. 

Pada indikator Stochastic adalah petunjuk divergence dilihat dari puncak (high) dan dasar (low) yang merupakan kumpulan dari garis sinyal. Ketika posisi high atau low makin menurun, berarti momentum sedang melemah. Jika posisi high atau low malah meningkat, maka momentum sedang menguat.

Kesimpulannya, Stochastic adalah komponen memberikan sinyal entry trading yang lebih terkonfirmasi dan cenderung akurat, terutama soal persilangan garis osilator di area overbought ataupun oversold. Kendati begitu, berusahalah meminimalkan peluang sinyal palsu dengan cara menganalisis pergerakan pada beberapa frame waktu, alih-alih hanya mengandalkan satu frame. 

Terakhir, alangkah baiknya jika trader memanfaatkan indikator saham lainnya sebagai pendukung. Masing-masing indikator akan melengkapi pengukuran satu sama lain.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]