Apa Itu Bullish? Pengertian Pasar Bullish dalam Dunia Saham

0
53
Bullish Adalah

Terjun ke dalam dunia investasi bukan perkara mudah, apalagi jika Anda mengambil instrumen investasi risiko tinggi seperti saham. Selain butuh modal dan dana darurat yang cukup, dalam prosesnya Anda akan dihadapkan pada istilah baru yang sebelumnya belum pernah didengar. 

Bagi pemula, mempelajari seluk beluk bursa saham bisa menjadi langkah awal sekaligus trik untuk menghindari penipuan. Nah, di antara banyak istilah yang ada, bearish dan bullish adalah dua kata yang akan sering Anda temukan. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan pasar bullish dan bearish? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini. 

Pengertian Bullish dalam Dunia Saham

Bullish adalah kondisi yang menunjukkan harga saham mengalami peningkatan secara berkelanjutan dalam jangka waktu tertentu. Istilah bullish juga dikenal dengan sebutan bull market. 

Sementara itu, jika bicara mengenai trading Forex, bullish adalah suatu kondisi yang mana base currency dari pasangan mata uang mengalami kenaikan nilai, sedangkan mata uang lainnya mengalami penurunan. Pasar bullish seperti ini biasa disebut dengan istilah uptrend.

Saat pasar saham mengalami uptrend, itu berarti kondisi ekonomi dalam keadaan baik. Tingginya permintaan investor terhadap saham juga mampu mendorong kenaikan harga saham itu sendiri alias bullish.  

Selain Bullish, Ada Juga Istilah Bearish. Apa Itu?

Jika bullish adalah merujuk pada kondisi positif, istilah bearish diartikan sebagai keadaan pasar saham yang mengalami penurunan secara keseluruhan. Bearish ditandai dengan merosotnya indeks harga saham (downtrend). Bila pasar bearish terus berlanjut, umumnya trader atau investor akan melakukan cut loss—menjual saham untuk meminimalisasi kerugian lebih besar. 

Penyebab Naik dan Turunnya Harga Saham

Pasar bearish dan bullish adalah hal yang lumrah terjadi dalam dunia saham. Penyebabnya pun beragam, bisa jadi karena faktor internal perusahaan itu sendiri atau faktor eksternal. Untuk lebih jelasnya, cek penjelasan berikut. 

  • Kepanikan 

Perkembangan digital yang kian pesat membuat masyarakat begitu dimudahkan dalam mengakses informasi. Masih ingat mengenai skandal Galaxy Note 7 yang ramai pada 2016 lalu? 

Media ramai-ramai memberitakan penarikan Galaxy Note 7 dari pasaran setelah 35 laporan yang mengabarkan Galaxy Note 7 meledak atau terbakar. Pemberitaan yang begitu masif kemudian membuat investor buru-buru untuk melepaskan sahamnya guna meminimalisasi kerugian. Alhasil harga saham Samsung pun mengalami downtrend hingga 6,3% kala itu.

  • Manipulasi Harga Saham

Naik turunnya harga saham juga bisa disebabkan oleh manipulasi pasar. Biasanya kondisi seperti ini terjadi akibat ulah investor besar yang punya banyak modal. Dengan memanfaatkan media massa, mereka menciptakan perubahan image suatu perusahaan untuk tujuan tertentu, baik menurunkan maupun menaikkan harga saham.  

Meski dampaknya cukup signifikan, namun kondisi tersebut tidak akan bertahan lama. Pasalnya, aspek fundamental perusahaan yang terekam pada laporan keuangan dapat digunakan sebagai senjata mengembalikan harga saham ke posisi seharusnya. 

  • Pergerakan Nilai Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

Sangat masuk akal bila fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing bisa memengaruhi naik-turunnya harga saham di pasaran. Terutama bagi perusahaan yang bergerak di bidang ekspor impor. 

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Cryptocurrency dalam Dunia Finansial

  • Kondisi Ekonomi Makro

Faktor lain yang memicu terjadinya pasar bearish dan bullish adalah kondisi ekonomi makro atau suatu negara, misalnya naik-turunnya suku bunga akibat kebijakan bank sentral Amerika, fluktuasi suku bunga acuan Bank Indonesia, tingkat inflasi, dan tingginya angka pengangguran akibat gejolak politik juga bisa membuat indeks harga saham berubah. 

  • Pandemi Global

Sejak awal tahun 2020, dunia dinyatakan darurat pandemi global akibat virus Covid-19. Buntutnya, isu resesi pun santer terdengar di beberapa negara, tak terkecuali Indonesia. Kondisi ini kemudian membuat harga efek pada bursa saham di dunia mengalami penurunan.

Demikian penjelasan mengenai istilah bullish dan bearish lengkap dengan faktor pemicunya. Mengetahui definisi bullish adalah salah satu cara yang tepat agar kegiatan investasi saham berjalan lancar. 

Bicara mengenai investasi, selain saham ada juga instrumen lainnya seperti emas, deposito, reksa dana, hingga peer to peer lending (P2P lending). Masing-masing produk tersebut tentu memiliki masing-masing risiko dan kelebihannya. Jika ingin mencari sumber pemasukan tambahan lewat investasi selain saham, 4 instrumen tadi bisa menjadi alternatif. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]