Dampak PSBB ke IHSG, Ini Lima Rekomendasi Saham

0
89
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabung (IHSG) - Sumber Foto: www.alinea.id

“BEI sempat melakukan penghentian perdagangan sementara”

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pengetatan atau PSBB Jilid II DKI Jakarta sempat memicu pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok hingga 5,1% ke level 4.891 pada penutupan perdagangan Kamis (10/9). Bursa Efek Indonesia (BEI) pun sempat melakukan penghentian perdagangan sementara atau trading halt pada sesi I perdagangan karena IHSG terus turun hingga batas 5%.

Hari ini, Rabu (16/9) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis ke level 5.058 atau turun 42 poin setara 0,8% dibandingkan penutupan perdagangan Selasa (15/9) di level 5.100.

Hans Kwee, Pengamat Pasar Modal sekaligus Direktur Utama PT Anugerah Mega Investama mengatakan, pelaku pasar awalnya merespon negatif atas rencana pemerintah provinsi DKI Jakarta yang akan memberlakukan kembali PSBB yang dikabarkan pada Rabu (9/9). Karena isu awalnya akan diberlakukan PSBB total seperti PSBB yang sempat diterapkan pada Maret lalu.

“Pada hari Kamis, 10 September 2020 pasar khawatir dengan isu tersebut membuat IHSG anjlok 5%, tetapi pada Jumat, 11 September 2020 IHSG kembali menguat karena pasar kembali merepon positif atas desas desus PSBB DKI Jakarta yang dibatalkan. Ternyata PSBB tetap diberlakukan, tetapi PSBB pengetatan yang diterapkan memiliki banyak pelonggaran sehingga pada Senin 14 September kemarin, IHSG mengalami rebound.” ujar Hans Kwee kepada Akseleran, Rabu (16/9).

Hans merekomendasikan lima saham yang bakal tetap menguat meski diberlakukan PSBB pengetatan atau PSBB Jilid II. Berikut lima saham rekomendasi Hans Kwee beserta alasannya:

1. ASII karena terdapat isu bahwa pemerintah akan memotong pajak kendaraan.
2 PGAS saat ini sudah cukup murah meski industri terganggu tetapi industri ini masih menjadi pilihan.
3. UNVR karena dalam kondisi apapun permintaan consumer tetap tinggi.
4. BBNI karena valuasi masih cukup menarik, meski pasar turun tapi BBNI masih menarik untuk dikoleksi.
5. BSDE karena properti akan terus mengalami peningkatan karena permintaan properti masih tinggi.

Sementara saham-saham yang diproyeksikan akan mengalami pelemahan seperti saham-saham industri perbankan. Menurut Hans, jika perekonomian lambat maka akan memberikan dampak buruk pada industri perbankan. Lalu saham-saham properti pun diproyeksikan akan melemah, seperti properti yang memiliki proyek pusat perbelanjaan atau mal seperti PWON, CTRA.

Hans memproyeksikan IHSG akan bergerak stabil tetapi diselimuti adanya rasa khawatir atas kasus Covid-19 yang datanya masih cukup tinggi di Indonesia. Di sisi lain, pelaku pasar masih menunggu kebijakan moneter The Federal Open Market Committee (FOMC). Maka Hans memprediksikan IHSG akan bergerak di level support 4.950-4.878 dan level resistance 5.150-5.871.

Baca Juga:
Jakarta Kembali PSBB, Bisnis Apa yang Paling Goyang?
Wajib Tahu Aturan Ojol Selama PSBB Total
Di Tengah Keterbatasan, Akseleran Tetap Tumbuh 12,6%

Senada dengan Hans Kwee, Lucky Bayu Purnomo selaku pengamat pasar modal sekaligus pendiri LBP Institute mengatakan, PSBB pengetatan di DKI Jakarta sempat menjadi sentimen negatif sehingga IHSG melemah. Tetapi setelah pemerintah provinsi DKI Jakarta memaparkan terkait peraturan PSBB pengetatan atau PSBB Jilid II, pelaku pasar langsung menyambut baik sehingga pada hari Senin (14/9) IHSG kembali rebound.

Prediksi Lucky, saham-saham yang tetap kuat meski diberlakukan PSBB adalah saham-saham sektor tambang, seperti ANTM, PTBA, TINS. Alasannya karena harga minyak terus menguat, lalu Amerika Serikat (AS) akan melakukan pemilu menjelang penutupan tahun sehingga diprediksi dolar AS akan menguat. Dengan demikian, pasar akan mengoleksi saham-saham di sektor yang memiliki hubungan dengan mata uang dolar AS.

Untuk pekan depan, Lucky memproyeksikan IHSG cenderung menguat terbatas karena pasar masih menantikan secara periodik perkembangan PSBB Jilid II dan pandemi Covid-19. Apakah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih meningkat atau stabil atau bahkan justru mengalami penurunan. Maka IHSG diproyeksi berada di level 5.300 sepanjang pekan depan.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]