Aktiva: Pengertian, Jenis dan Contoh

2
60719
Aktiva Adalah

Dunia bisnis tentunya tak terlepas dari perhitungan keuangan. Bicara tentang keuangan, aktiva adalah salah satu istilah yang kerap kali dibahas. Aktiva dianggap sebagai komponen yang krusial dan penting bagi kelancaran bisnis dan keberlangsungan perusahaan. Komponen ini juga punya beberapa jenis dan contoh yang perlu dicermati.

Mau tahu lebih jelas tentang seluk-semeluknya? Jangan lewatkan uraian ringkasnya di bawah ini!

Pengertian Aktiva

Aktiva adalah segala kekayaan yang dimiliki suatu badan usaha. Kekayaan tersebut dapat berupa hak atau benda yang dikuasai dan telah diperoleh perusahaan dari kegiatan atau transaksi di masa lalu. Aktiva harus bisa diukur dengan satuan mata uang.

Itu berarti aktiva merupakan sumber daya yang dapat dipakai untuk menjalankan berbagai kegiatan, seperti operasional, pembiayaan, ataupun investasi. Sementara itu, transaksi yang dilakukan perusahaan di masa lalu dapat berupa beberapa kegiatan. Misalnya, pembelian, kontrak piutang, investasi, penerbitan saham, dan transaksi pinjaman bank.

Aktiva dapat memberikan manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Manfaat aktiva bersifat produktif dan termasuk ke dalam bagian operasional bisnis atau mempunyai kemampuan untuk mengurangi pengeluaran kas. Adapun manfaat lain, antara lain, dapat digunakan untuk melunasi kewajiban perusahaan, sebagai penghasil barang dan jasa, serta bisa ditukar dengan aktiva lain.

Apa Saja Jenis-Jenis dan Contohnya?

  • Aktiva Lancar (Current Assets)

Aktiva lancar merupakan jenis aktiva yang diharapkan bisa diuangkan dalam kurun waktu kurang dari satu siklus akuntansi. Terdiri atas:

  • Kas, yaitu segala aset yang ada di dalam kas perusahaan atau setara dengan kas yang disimpan dalam bank dan dapat diambil kapan pun.
  • Piutang dagang, yakni tagihan dari suatu badan usaha kepada debitur yang disebabkan oleh penjualan produk secara kredit.
  • Surat berharga, yaitu kepemilikan saham atau obligasi perusahaan lain yang bersifat sementara atau sewaktu-waktu dapat dijual kembali.
  • Piutang pendapatan, yakni penghasilan yang telah menjadi hak, tetapi belum diterima pembayaran.
  • Piutang wesel, ialah surat perintah penagihan kepada individu atau badan agar dapat melakukan pembayaran sesuai tanggal jatuh tempo.
  • Beban dibayar di muka, adalah beban yang dibayar di awal, tetapi belum menjadi kewajiban pada waktu yang bersangkutan.
  • Perlengkapan, yaitu perlengkapan yang digunakan dalam sebuah bisnis dan memiliki sifat habis pakai.
  • Persediaan barang dagang, yakni barang yang dibeli untuk dijual kembali.
  • Aktiva Tetap Berwujud (Tangible Fixed Assets)

Aktiva tetap berwujud merupakan suatu aset yang dimiliki badan usaha yang masa pemakaiannya lebih dari satu tahun, bukan untuk dijual, dan dipakai untuk operasional. Jenis aktiva ini mengalami penyusutan setiap tahunnya sehingga harus dihitung dalam pembukuan. Contoh dari aktiva tetap adalah gedung, mesin, tanah, perlengkapan kantor dan toko, serta alat pengangkut.

Baca juga: Perbedaan Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar

  • Aktiva Tetap Tak Berwujud (Intangible Fixed Assets)

Aktiva tetap tak berwujud ialah suatu hak istimewa milik perusahaan dan punya nilai, tetapi tak memiliki wujud fisik. Contoh dari aktiva ini, yaitu

  • Hak cipta, yakni hak tunggal yang diperoleh seseorang atau badan dari pemerintah akibat adanya hasil karya.
  • Hak paten, merupakan hak tunggal yang diberikan pemerintah kepada individu atau kelompok disebabkan adanya penemuan tertentu.
  • Good will, yaitu nilai lebih milik perusahaan karena keistimewaan tertentu.
  • Franchise, ialah hak istimewa yang diterima oleh individu atau badan dari pihak lain guna mengomersialkan teknik, produk, atau formula tertentu.
  • Hak sewa, yaitu hak untuk menggunakan aktiva tetap pihak lain dalam jangka waktu yang telah disepakati sebelumnya.
  • Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)

Investasi jangka panjang merupakan suatu penanaman modal ke perusahaan lain dengan periode yang lama. Long term investment juga bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dan mengontrol perusahaan tempat modal tertanam. Jenis aktiva ini memerlukan kesabaran karena manfaat baru bisa dirasakan saat perusahaan sudah mengalami return of investment.

Nah, apakah penjelasan di atas sudah membuat Anda paham? Aktiva adalah komponen penting dalam bisnis sehingga harus dipahami secara teliti. Terlebih, aktiva diklasifikasikan dalam beberapa jenis supaya Anda tidak melakukan kesalahan dalam menghitung jumlah aset usaha. Semoga bermanfaat dan selamat berbisnis!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

2 COMMENTS

Comments are closed.