Beberapa Tahapan Siklus Akuntansi yang Perlu Kamu Ketahui

0
5344
Siklus Akuntansi

Akuntansi mempunyai tujuan pokok sebagai penyedia informasi bagi manajemen perusahaan. Berdasarkan data akuntansi yang dikumpul dan diolah dalam satu periode tersebut, manajemen bisa mengambil keputusan tepat terkait pengelolaan perusahaan. Siklus akuntansi merujuk pada kegiatan pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan secara sistematis selama satu periode akuntansi.

Tahapan Siklus Akuntansi

Mengingat ini sebuah siklus, maka kamu harus melakukannya secara berurutan agar mampu menghasilkan informasi yang tepat. Beberapa tahapan siklus akuntansi yang  dilakukan perusahaan adalah sebagai berikut. 

  • Identifikasi Transaksi

Akuntan bertugas mengidentifikasi transaksi agar bisa dicatat dengan akurat. Transaksi yang berdampak langsung terhadap perubahan kondisi keuangan perusahaan dan dapat dinilai dengan objektif harus dicatat. Jangan lupa cantumkan bukti transaksi agar proses identifikasi lebih mudah, seperti nota, faktur, atau bukti lain yang sah. 

  • Analisis Transaksi

Double-entry system adalah sistem pencatatan akuntansi yang umum dilakukan. Tiap transaksi akuntansi harus berpengaruh pada posisi debet dan kredit dalam jumlah sama besar. Maka, persamaan yang biasa dipakai berupa:

Aktiva = Kewajiban + Ekuitas

  • Mencatat Transaksi ke Jurnal

Jurnal keuangan merupakan catatan kronologis selama satu periode dan memuat berbagai transaksi yang muncul. Penjurnalan adalah istilah yang digunakan untuk proses ini. Kamu harus mencatat transaksi secara berurutan sesuai tanggal. Ketelitian diperlukan agar tidak ada transaksi yang terlewat dicatat.

  • Posting ke Buku Besar

Siklus akuntansi berikutnya adalah melakukan pemindahan semua transaksi dalam buku besar, yaitu kumpulan rekening pembukuan berisi informasi mengenai aktiva yang dicatat selama satu periode. Terdapat nomor kode tertentu yang berfungsi mempermudah proses identifikasi, mengecek ulang, atau mencari referensi transaksi yang telah tercatat.

Baca juga: Ini Contoh Buku Kas Umum yang Biasa Digunakan!

  • Membuat Neraca Saldo dan Jurnal Penyesuaian

Neraca saldo memuat daftar saldo setiap rekening buku besar pada rentang waktu tertentu. Saldo buku besar disatukan dan harus berjumlah sama. Ketika menemukan transaksi belum tercatat atau ada kesalahan, akuntan harus membuat pencatatan dalam jurnal penyesuaian. Pembuatan jurnal penyesuaian tergolong sifatnya periodik dengan proses serupa penjurnalan biasa. Langkah ini akan membuat hasil laporan keuangan lebih aktual.

  • Menyusun Neraca Saldo Penyesuaian dan Laporan Keuangan

Neraca saldo penyesuaian disusun berdasarkan buku neraca saldo dan jurnal penyesuaian. Saldo yang ada terbagi menjadi kelompok aktiva dan pasiva, serta disusun agar keduanya memiliki jumlah sama besar. Jika saldo aktiva dan pasiva tidak sama besar, kamu tidak bisa membuat laporan keuangan. 

Adapun laporan keuangan baru bisa dibuat setelah jumlah saldo dan aktiva memiliki jumlah sama besar. Laporan ini terdiri dari beberapa jenis, antara lain:

  1. Laporan perubahan modal, guna melihat perubahan modal yang telah terjadi.
  2. Laporan laba rugi, memberi gambaran bagaimana kinerja perusahaan.
  3. Laporan arus kas, menggambarkan informasi relevan kas keluar dan kas masuk pada periode berjalan.
  4. Neraca untuk perhitungan fleksibilitas, likuiditas, dan solvensi. 
  • Menyiapkan Jurnal Penutup

Inilah siklus akuntansi terakhir, yaitu menyiapkan jurnal penutup. Proses penyusunannya dilakukan pada akhir periode akuntansi berjalan. Caranya dengan menutup rekening laba rugi atau rekening nominal. Kamu bisa melakukan dengan menihilkan nilai kedua rekening tadi.

Kenapa hal ini perlu dilakukan? Sebab kamu harus melihat aliran dari sumber setelah periode akuntansi berjalan. Begitu rekening ditutup, jurnal penutup dapat kamu pakai untuk mengukur berbagai kegiatan yang dilaksanakan pada periode tertentu. Untuk periode berikut, jurnal penutup akan membantu memulai kembali siklus akuntansi dari awal.

  • Membuat Neraca Saldo dan Jurnal Pembalik (Opsional)

Langkah ini opsional, kamu boleh melakukannya, tidak pun tidak jadi masalah. Neraca saldo di tahapan ini terdiri atas saldo rekening permanen dari rekening buku besar usai pembuatan jurnal penutup. Membuat neraca saldo setelah penutupan bertujuan untuk meyakinkan bahwa saldo yang tertera sudah seimbang dan benar.

Sementara, jurnal pembalik punya tujuan untuk membuat prosedur pencatatan transaksi yang berulang secara lebih sederhana. Jadi, ketika kamu menjumpai transaksi serupa pada periode berikut, kamu bisa mencatatnya dengan cepat dan tepat. Jurnal pembalik umum dikerjakan pada awal periode akuntansi berikutnya. Cukup buat jurnal pembalik dari jurnal penyesuaian yang dibuat sebelumnya.

Siklus akuntansi meliputi proses panjang terkait aktivitas keuangan perusahaan. Diawali oleh pencatatan transaksi dan analisis, hingga penyusunan jurnal penutup sebagai tanda persiapan aktivitas periode akuntansi berikutnya. Tahapan ini lebih dari sekadar proses penyusunan laporan keuangan.

Memahami proses akuntansi akan membuatmu lebih mudah mengambil keputusan dan kebijakan terbaik untuk perusahaan. Setuju?

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]