Bagaimana Warga AS Memberikan Hak Suara di Tengah Covid-19?

0
370
Para petugas pemungutan suara membuka surat-surat suara di Kantor Pemilihan Palm Beach County dalam pemilihan presiden AS 2020, di West Palm Beach, Florida, Selasa, 3 November 2020 - Sumber Foto/Reuters

Warga Amerika Serikat (AS) telah memberikan hak suaranya pada Selasa (3/11) waktu setempat, untuk menentukan siapa calon pemimpin negaranya selama 4 tahun mendatang. Apakah Joe Biden atau Donald Trump? Kini, kedua calon presiden tersebut tengah menanti hasil pemungutan suara.

Mengutip kompas.com, Kamis (4/11) pukul 19.23 WIB, Joe Biden dari Partai Demokrat sementara unggul dibanding petahana Donald Trump dari Partai Republik. Biden memperoleh 238 suara elektoral, sedangkan Trump mendapat 213 suara. Kedua kandidat butuh 270 suara elektoral untuk memenangi Pemilu.

Selain cara yang berbeda dalam menentukan pemenang pilpres, dalam pemungutan suara pemilihan presiden (pilpres) kali ini pun ada yang berbeda, mengingat dunia termasuk AS tengah dilanda pandemi Covid-19. Melansir VOA Indonesia yang ditayangkan metrotvnews.com, terdapat 3 cara memberikan hak suara di Pilpres AS 2020 di tengah Covid-19.

1. Early voting
Pada cara ini, calon pemilih melakukan pendaftaran, lalu melewati proses screening pendataan atas data calon pemberi suara yang kemudian menuju ballot table. Di beberapa daerah early voting bisa dilakukan 1 bulan lebih awal. Di masa pandemi Covid-19 ada yang tak biasa yakni pembatas tembus pandang.

“Pemungutan suara kali ini kami menerapkan jarak antar pemilih dan pakai masker, pulpen dan perlengkapan tulis pun sekali pakai,” Angie Mamiglia Turner selaku panitia pemungutan suara kota Alexandria

Meski dilakukan lebih awal dari tanggal resmi pemilihan presiden, tetapi hasil pemilu awal tidak dihitung sebagai hasil pemilu, tetapi perhitungan akan dilakukan berbarengan.

2. Mengirim surat suara (Mail-in ballot drop box)
Surat suara bisa dimasukkan dalam ke kotak khusus yang tersedia di beberapa titik jalan kota atau dikirim melalui pos tanpa harus mendatangi tempat pemungutan suara. Hal ini sangat memudahkan bagi warga yang lokasinya jauh dari Tempat Pemungutan Suara (TPS), sehingga cara ini dinilai lebih memudahkan bagi para pemilih.

Untuk menghindari kecurangan, panitia akan melakukan mekanisme cek silang. Untuk penghitungan suara melalui pos atau kotak suara karena lebih menyita waktu, maka masing-masing negara bagian punya kebijakan tersendiri. Sebagian bisa memulai perhitungan beberapa minggu sebelum waktu pencoblosan dan sebagian baru akan menghitung berbarengan dengan hari pemilu.

3. Datang langsung ke TPS
Pada hari pemilu yakni pada 3 november 2020, pemilih yang datang ke TPS akan diperiksa kesehatan dengan mengecek suhu, selain itu pemilih wajib menggunakan masker dan membawa surat pendaftaran pemilih.

Sob, itulah cara warga AS memberikan hak suara di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga:
Intip Kerajaan Bisnis Donald Trump
Ini Mekanisme Pilpres AS, Donald Trump atau Joe Biden?

Namun melansir Kompas.com, negeri adidaya ini memiliki beberapa cara dalam proses pemilihan dari masa ke masa. Proses pemungutan suara di AS terus mengalami perkembangan. Berikut adalah beberapa proses pemilihan yang pernah atau masih digunakan di AS:

1. Viva voce pada tahun 1800-an
Metode pemungutan suara disebut “viva voce” yang berarti “dengan suara”. Pemilih akan pergi ke panitera pemilihan dan meneriakkan nama kandidat pilihannya, panitera akan mendengar dan mencatat suara itu.

2. Kertas suara
Pemungutan suara menggunakan kertas suara pertama kali dilakukan di beberapa negara bagian pada tahun 1840-an. Kertas suara berbentuk pamflet dan dicetak oleh partai-partai yang berkompetisi, sehingga pemilih cukup mengambil pamflet dari partai yang didukung.

3. Mail-in ballot
Metode mail-in atau surat pertama kali digunakan saat terjadi perang saudara di Negeri Paman Sam. Metode ini diperuntukkan bagi tentara, agar mereka tetap bisa memberikan suara saat berperang. Dalam pemilu tahun 1862 dan 1864, ada catatan tentang penggunaan metode ini.

4. Ballot rahasia
Pemungutan suara rahasia yang menyerupai sistem yang sekarang digunakan adalah ide dari Australia. Pada akhir 1800-an AS mengadopsi metode tersebut, yang memberikan kerahasiaan bagi pemilih untuk memilih dari daftar kandidat yang tertera di kertas suara.

5. Mesin tuas
Mesin tuas merupakan metode pemungutan suara mekanis pertama, yang ditemukan di AS pada abad ke-19. Mesin tersebut dilengkapi dengan tirai untuk privasi, dan setelah pemilih menekan tombol untuk menunjukkan kandidat yang dipilih, pemilih cukup menarik tuas untuk mengirimkannya. Negara Bagian New York masih mengoperasikan mesin tuasnya sampai tahun 2010.

6. Surat suara yang dipindai secara optik
Surat suara yang dipindai secara optik sekarang menjadi sistem pemungutan suara yang dominan. Pemilih mengisi lingkaran kosong yang terletak di sebelah nama kandidat yang dipilih dengan pena hitam, dan mesin akan hanya membaca titik hitam serta menghitung surat suara dengan sangat cepat.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]