Sejarah Munculnya Uang Logam Sebagai Alat Pembayaran

0
1954
Uang Logam

Pemerintah Indonesia pertama kali mengedarkan uang logam rupiah pada tahun 1951 dan 1952. Memakai bahan aluminium, bentuknya bulat pipih dengan lubang di tengah. Koin tersebut bernilai 5 sen dan 1 sen. Dua sisi logam dihiasi gambar berbeda, yakni bunga beserta nominal dan nama Indonesia bertuliskan huruf Arab.

Namun, sejarah koin sebagai alat pembayaran sudah berlangsung ribuan tahun sebelumnya. Penasaran bagaimana awal mula munculnya koin di dunia? 

Sejarah Panjang Uang Logam

Peradaban manusia mengenal konsep uang sejak lama. Masyarakat Cina kuno telah memakai kerang sebagai alat tukar. Sementara, Mesopotamia mengembangkan sebuah sistem perbankan sederhana. Orang dapat menyimpan ternak, biji-bijian, dan barang berharga lain di suatu tempat khusus atau dipakai berdagang. 

Akan tetapi, koin pertama justru tidak muncul di kedua peradaban tersebut. 

Bangsa Lydia Sang Pionir

Pada tahun 700 SM koin telah bergemerincing di kantong bangsa Lydia, sebuah kerajaan yang memiliki keterikatan dengan Yunani Kuno. Berdasarkan peta modern, lokasi kerajaan ini berada di sekitar wilayah Turki atau Asia Kecil.

Koin Lydia terbuat dari elektrum, yakni campuran alami emas dan perak yang tersapu dari kandungan bijih pegunungan. Campuran alami kedua logam itu menghasilkan warna kuning muda. Saat Raja Croesus memimpin Lydia tahun 561 SM, ia menyadari adanya perbedaan kandungan antara uang elektrum. 

Ia pun memisahkan kedua logam tersebut. Produksi uang logam dari emas dan perak dipisahkan dan diberi nilai sesuai. Segera saja metode ini diikuti oleh masyarakat lain di wilayah sekitarnya.

Koin di Pulau Aegina

Para ahli sejarah lain berpendapat koin pertama juga sudah diproduksi di Pulau Aegina, Yunani pada periode sama, yaitu sekitar 700-500 SM. Di pusat utama perdagangan maritim ini koin dicetak memakai perak impor dari Afrika Utara. 

Saat itu uang logam masih dicetak berbahan dasar perak atau emas murni. Walhasil desain gambar atau stempel yang diukir pada material cepat rusak karena pemakaian. Seiring berjalannya waktu, perpaduan logam mulia dengan tembaga atau logam dasar lain mampu menciptakan koin yang lebih tahan lama.

Uang Koin di Cina

Beratus tahun kemudian, dinasti Qin (221-207 SM) pertama kali memberlakukan standardisasi koin emas. Setelah dinasti Qin tumbang, Kekaisaran Han menambah dua alat tukar lain, yaitu koin perak dan uang kertas dari kulit rusa. Uang kulit rusa itu kelak menjadi cikal bakal uang kertas yang ditemukan oleh bangsa Cina.

Bentuk uang logam Cina cukup unik. Logam bulat pipih dengan dua warna berbeda di bagian tengah dan tepi. Tepat di tengah terdapat lubang berbentuk kotak yang berfungsi merangkai sejumlah koin menjadi satu renceng sehingga mudah dibawa. 

Sejak Kapan Logam Menjadi Alat Pembayaran?

Secara bertahap logam memiliki fungsi serupa dengan uang di banyak peradaban lainnya. Ketika berbicara mengenai perunggu, emas, perak, dan tembaga, maka akan merujuk pada uang secara umum atau mata uang tertentu. 

Namun, sulit memastikan secara akurat kapan interaksi yang melibatkan uang logam sebagai alat pembayaran mulai terjadi. Sejak masa lampau, uang sudah mempunyai fungsi lebih dari sekadar alat pertukaran atau pembayaran. Sebut saja, melanggengkan kekuasaan pemimpin, hierarki sosial, pertukaran hadiah, hingga pembayaran utang.

Penemuan koin timbal, perak, emas, dan tembaga di berbagai belahan dunia tersebut mendorong pemakaian mata uang sebagai sarana komoditas pada awal abad masehi, khususnya di Eropa, Afrika Utara, dan Asia. Sementara, perdagangan pramodern berlangsung 1250 SM – 1450 M lewat peredaran luas koin sepanjang peradaban Romawi, India, Cina, dan Islam. 

Baca juga: Sejarah Uang Menjadi Alat Transaksi

Mengapa uang logam cepat diterima masyarakat sebagai uang komoditas? Hal itu tidak terlepas dari kemudahan membawa, daya angkut, daya tahan, dan  nilai yang melekat. Wajar jika para pemimpin politik mulai mengendalikan proses produksi koin, dari penambangan, peleburan, pencetakan, sampai peredaran dan pemakaian. Ya, uang juga punya fungsi sebagai alat kontrol politik.

Di sisi lain, sejarah menulis mata uang telah mampu memobilisasi sumber daya dan menciptakan hubungan dagang lintas wilayah sampai benua. Contoh, Jalur Sutra menjembatani perdagangan global antara bangsa Eropa, Asia, dan Afrika. Tak heran jika jejak koin kuno Cina bisa ditemukan di Afrika atau Eropa.

Uang logam telah berperan sebagai bahasa umum sekaligus pemersatu yang bisa digunakan semua orang untuk bertransaksi. Kini koin lebih banyak mengusung nominal kecil. Namun, tetap saja nilai 49.000 tidak pas 50.000 tanpa koin 1.000. Jadi, jangan pandang sebelah mata uang koin ya!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]