Pasiva Adalah: Pengertian, Rumus, Serta Jenisnya

0
435
Pasiva Adalah

Pasiva adalah istilah dalam akuntansi yang menunjukkan posisi modal dan utang yang dimiliki perusahaan ketika menjalankan usahanya. Ingin tahu lebih detail tentang pasiva? Artikel ini akan mengulas tentang pengertian pasiva, rumus, serta jenisnya. Yuk, simak penjelasannya.

Pengertian Pasiva

Pasiva adalah istilah untuk pengorbanan ekonomi yang dilakukan oleh entitas bisnis atau perusahaan di masa yang akan datang dengan pihak ketiga karena adanya kegiatan usaha. Pasiva (liabilitas) dapat dilunasi dengan menggunakan uang, jasa, atau barang. 

Pasiva merupakan suatu kesengajaan yang dibuat oleh perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas usaha. Utang dalam bentuk pasiva digunakan sebagai modal usaha dan cenderung menghasilkan keuntungan yang lebih besar di masa yang akan datang.

Rumus Pasiva

Rumus liabilitas, utang, atau pasiva adalah sebagai berikut.

Aktiva = pasiva

Harta = utang + modal

Dalam hal ini harta merupakan kekayaan yang dimiliki perusahaan yang berguna untuk menjalankan bisnis. Jadi, komponen yang termasuk dalam pasiva adalah utang (utang jangka pendek dan utang jangka panjang) dan modal. Jika dirangkum, rumus  liabilitas, utang, atau pasiva dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Utang pada jangka pendek atau utang lancar

Utang usaha + utang gaji + utang listrik + utang sewa + utang wesel + dan lain-lain

  •  Utang pada jangka panjang

Utang bank + utang hipotek + utang obligasi

Jenis-Jenis Pasiva

Pasiva adalah kekayaan atau aset yang tidak memberikan keuntungan. Berdasarkan jangka waktunya pasiva terbagi menjadi dua jenis, yaitu pasiva atau utang jangka pendek (current liabilities) dan utang jangka panjang (long term liabilities).

Utang jangka pendek (current liabilities)

Utang jangka pendek merupakan jenis utang yang seharusnya dibayarkan dengan cepat oleh perusahaan. Utang ini memiliki target pembayaran paling lama satu tahun pembukuan. Utang jangka pendek terdiri dari beberapa kategori.

  • Utang dagang (account payable)

Utang dalam kategori ini muncul karena pembelian barang untuk kebutuhan operasional perusahaan. Perusahaan harus membayarkan utang ini kepada perusahaan rekanan atau supplier.

  • Utang wesel (notes payable)

Utang wesel merupakan jenis utang yang wajib dilunasi oleh perusahaan kepada pemberi pinjaman dana. Lama pembayaran mulai dari 30, 60, hingga 90 hari.

  • Penghasilan yang ditangguhkan (deferred/unearned revenue)

Penghasilan yang ditangguhkan berupa kontraprestasi jasa perusahaan terhadap pihak ketiga. Penghasilan ini belum sepenuhnya menjadi hak perusahaan, walaupun perusahaan sudah menerima pembayarannya. Jadi, kondisi ini dianggap utang.

  • Beban yang perlu dibayarkan (accrued interest payable)

Beban yang perlu dibayarkan merupakan jenis utang jangka pendek dan statusnya belum bisa dibayarkan secara lunas di periode waktu akuntansi tertentu. Misalnya, beban gaji dan biaya sewa.

  • Utang gaji (salaries payable)

Utang gaji menjadi salah satu jenis utang jangka pendek, di mana perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar kepada karyawan. Namun, perusahaan belum bisa membayarkan jumlah utang tersebut.

  • Penghasilan yang ditangguhkan (deferred liability/credit) 

Penghasilan yang ditangguhkan lebih kepada pendapatan yang diperoleh di awal pada jasa, tetapi kenyataannya jasa tersebut belum dilakukan atau barang belum dikirimkan.

  • Utang pajak (tax payable)

Utang pajak juga termasuk utang jangka pendek. Utang ini menjadi bentuk kewajiban yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Setiap aset perusahaan dalam bentuk yang telah digunakan atau terpakai jasanya menjadi utang.

  • Utang Dividen (dividends payable)

Utang dividen menjadi jenis utang jangka pendek dan termasuk ke dalam bagian laba perusahaan. Laba perusahaan ini diberikan kepada pemilik saham dalam bentuk dividen. Karena laba ini belum bisa dibayarkan, maka dianggap utang.

Baca juga: Apa itu Dividen dalam Investasi? Berikut Penjelasannya

Utang jangka panjang (long term liabilities)

Utang jangka panjang merupakan jenis utang yang tenggat waktu pelunasannya cenderung lebih lama. Berikut adalah tiga akun yang termasuk ke dalam kategori utang jangka panjang (long term liabilities).

  • Utang bank (bank loan)

Utang bank merupakan jenis utang jangka panjang berupa pinjaman bank yang didapatkan oleh perusahaan sebagai modal kerja. Biasanya perusahaan memanfaatkan utang bank untuk hal strategis perusahaan. Misalnya, penggabungan perusahaan atau untuk ekspansi.

  • Utang hipotek (mortgages payable)

Utang hipotek adalah suatu jenis utang atau pinjaman perusahaan dengan jaminan berupa benda-benda tidak bergerak atau aset tetap milik perusahaan.

  • Utang obligasi (bond payable)

Utang obligasi merupakan surat utang yang dibuat dan diterbitkan oleh perusahaan ketika ingin meminjamkan dana kepada perusahaan lainnya. Surat obligasi menjadi surat bukti bahwa pemegang surat obligasi telah meminjamkan dana pada perusahaan yang menerbitkan surat obligasi.

Maka, dapat disimpulkan dari penjelasan di atas pasiva adalah beban perusahaan. Dalam hal ini pihak perusahaan wajib mengeluarkan uang. Namun, perlu diketahui bahwa pengeluaran uang dalam bentuk pasiva bermanfaat terhadap bisnis yang sedang dilakukan saat ini dan berpotensi menghasilkan laba di masa yang akan datang.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]