Apa Itu Bearish? Pengertian Pasar Bearish Dalam Dunia Saham

0
168
Bearish Adalah

Salah satu istilah yang dikenal dalam dunia ekonomi, khususnya pasar saham adalah bearish. Apa arti bearish? Secara sederhana, bearish adalah istilah yang digunakan saat kondisi pasar saham mengalami tren turun atau melemah. Penurunan tersebut biasanya dipengaruhi oleh perlambatan atau penurunan pertumbuhan ekonomi.

Bearish di Pasar Saham 

Tanda terjadinya bearish adalah turunnya indeks harga saham secara menyeluruh. Para investor juga kerap menggunakan istilah ini sebagai prediksi atau anggapan bahwa harga saham akan bergerak turun. Jika kondisi ini terus berlanjut, para investor akan mempertimbangkan opsi menjual saham sehingga terhindar dari kerugian.

Uniknya, kondisi yang awalnya hanya berupa prediksi tersebut dapat berubah menjadi kenyataan. Hal ini disebabkan oleh reaksi berlebihan dari para investor yaitu dengan ikut-ikutan menjual sahamnya. Akibatnya terjadi kepanikan sehingga aksi jual saham pun makin menular. 

Nah, langkah supaya tidak terjebak pada kondisi bearish adalah harus tahu sinyalnya. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah menganalisis pasar, baik teknikal maupun fundamental. Cara ini akan membantu investor mengevaluasi aset dan proyeksinya pada masa depan. 

Sikap Menghadapi Kondisi Bearish

Terjadinya bearish di pasar saham tentu tidak diinginkan oleh para investor. Namun, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar saja terjadi. Dengan demikian, hal yang harus dilakukan bukan menghindarinya, tetapi mengambil sikap yang paling tepat.

Hal yang terjadi ketika pasar mengalami bearish adalah sentimen pasar berubah menjadi negatif. Oleh para investor, uang dipindahkan dari ekuitas ke sekuritas pendapatan tetap sambil menunggu pergerakan positif. Investor akan menahan uang dari pasar. Dampaknya, harga turun secara signifikan. Arus keluar pun meningkat. 

Nah, sikap yang harus dilakukan pada kondisi bearish adalah:

  • Pilih saham defensif

Ada beberapa kunci yang perlu Anda perhatikan saat menginvestasikan uang di pasar saham, yaitu memilih saham dengan fundamental bagus (laba bersih, pendapatan dan ekuitas meningkat), Margin of Safety (MOS) berada di angka 50 persen, serta harganya undervalued. Saat bearish adalah waktu yang tepat untuk memilih saham defensif.

  • Batasi portofolio

Langkah selanjutnya adalah membatasi portofolio hingga 5-8 emiten. Banyak investor yang memiliki lebih dari 8 emiten dan terbiasa menyimpan dalam jumlah banyak. Hal ini jangan dilakukan saat pasar sedang bearish. Emiten yang sedikit juga akan membantu fokus mengurus portofolio yang ada. Portofolio harus memenuhi syarat pertama.

Baca juga: Ini Cara Manajer Investasi Mengelola Portofolio Reksadana

  • Jangan belanja berlebihan

Saat pasar bearish, harga-harga saham anjlok. Karena itu, Anda perlu menyiapkan kas untuk membeli saham. Namun, jangan membelanjakan seluruh anggaran karena dapat rugi jika saham pegangan bergerak turun. Sisakan setidaknya 30-40% untuk berjaga-jaga.

  • Lakukan money management

Uang cash sebanyak 30-40% tersebut adalah peluru cadangan yang dapat digunakan jika saham benar-benar turun. Strateginya, lakukan secara bertahap dan jangan terlalu cepat. Inilah yang disebut money management yang baik. 

Supaya lebih jelas, berikut contoh kasus yang bisa dipahami. Saham A dibeli di harga 200. Harga wajarnya adalah 300. ketika saham kemudian bergerak turun hingga 180, lakukan pembelian kedua. Begitu pula jika terjadi lagi pergerakan turun selanjutnya, lakukan pembelian ketiga. Demikian seterusnya.

Nah, kombinasikan seluruh langkah tersebut saat mengambil keputusan ketika bermain di pasar saham. Jangan lupa mempertimbangkan 5-8 saham terbaik yang dianggap paling bertahan. Dengan demikian, Anda akan lebih fokus dalam mengamati kondisi saham.

Perlu diketahui, kondisi saham yang terus menurun tersebut hanya sebuah siklus. Setelah sampai pada titik klimaks, siklus akan bergerak naik lagi. Peningkatan ini dapat memicu momentum kecil. Pertumbuhan saham pun akan kembali bergerak naik. Karena itu, seorang investor harus cermat mengetahui apa yang perlu dilakukan dan kapan mulai bertindak saat siklus mulai berubah. 

Setelah bearish, mungkin saja akan terjadi bullish, yaitu kondisi ketika pasar saham sedang bagus dan harga aset terus meningkat. Ini adalah kebalikan dari bearish. Keduanya dapat terjadi bergantian di pasar saham. Dengan memahami karakteristik bearish dan bullish tersebut, Anda akan sukses sebagai investor maupun trader

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]