Tips Mengelola Keuangan untuk Pria Menikah

1
1070

Mengelola keuangan saat masih lajang tentu berbeda ketika setelah menikah. Tak heran, problem keuangan sering kali menjadi awal selisih paham bagi pasangan yang baru menikah karena alasan belum mampu mengatur keuangan dengan tepat.

Sob, masalah keuangan sebenarnya bisa disiasati pasca pernikahan, karena jika tidak jeli atau segera mengelola keuangan maka hal ini bisa mempengaruhi kehidupan berkeluarga ke depannya.

Untuk itu, Akseleran melakukan survei kepada para pria yang sudah menikah dengan harapan memperoleh solusinya. Nah, untuk menghindari masalah keuangan dalam rumah tangga, berikut cara mengatur keuangan untuk pria yang sudah menikah:

  1. Terbuka soal finansial dengan pasangan

Bagi sebagian pasangan baru, terbuka soal penghasilan bahkan utang mungkin masih enggan untuk diungkapkan. Padahal dengan saling terbuka keadaan finansial, saling mengetahui pendapatan pasangan bahkan hingga jumlah dana yang dimiliki bisa mendorong kehidupan berkeluarga yang lebih terukur dan terarah.

Maka bagi pria yang sudah menikah, jangan sungkan untuk saling terbuka kepada pasangan perihal keuangan, karena jika terdapat masalah tentunya akan menemukan solusi sehingga terhindar dari selisih paham yang berkepanjangan.

  1. Tabungan bersama & tabungan pribadi

Permasalahan keuangan untuk keluarga tentu akan menjadi permasalahan yang sangat besar untuk pasangan yang baru menikah tetapi memiliki gaji yang “ngepas”, karena keuangan yang sebelumnya dirasa cukup ketika masih lajang tetapi kini sudah tidak lagi cukup setelah menikah. Untuk itu, sisihkan minimal 20% untuk menabung dari total pendapatan dan menabunglah sedini mungkin karena jika nantinya sudah memiliki anak kebutuhan akan semakin meningkat.

Sobat, tidak ada salahnya juga untuk tetap membuat tabungan pribadi. Hal ini bisa digunakan sebagai diversifikasi tabungan jika Sobat memiliki keinginan untuk membeli mainan atau menyalurkan hobi. Usahakan tabungan pribadi tidak melebihi dari total tabungan bersama ya!

Baca Juga:
Special Guest: Lender ini Raih Total Pendapatan Bunga Bersih 182 Juta
Tantangan Biaya Pendidikan Anak di New Normal
5 Langkah Menghemat Pengeluaran

  1. Kompromi perihal keinginan belanja satu sama lain

Menjadi pria yang sudah memiliki istri, memiliki gaya hidup konsumtif tidak lagi disarankan. Karena keuangannya kini bukan hanya miliknya pribadi, tetapi juga ada sebagian untuk sang istri. Sehingga jika ingin membeli sesuatu perlu adanya kompromi.

Agar keinginan belanja satu sama lain terpenuhi, maka perlu adanya kompromi. Meski nantinya porsi belanja suami lebih sedikit dari istri, hal ini perlu dimaklumi karena kebutuhan “memperindah diri” sang istri akan lebih beragam dibandingkan suami. Tetapi tidak ada salahnya sang suami mengingatkan istri untuk membeli sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.

Sebagai kepala rumah tangga, seorang pria pun bisa mengajak sang istri untuk membuat perjanjian. Misalkan membuat perjanjian maksimal 2x jajan makanan cepat saji dalam sebulan atau belanja baju baik offline maupun online 1x dalam dua bulan dan sebagainya.

  1. Saling komunikasi dengan pasangan agar menemukan prioritas keuangan 

Godaan belanja konsumtif seperti gadget, fashion, atau sekedar makan makanan cepat saji menjadi hal yang terbilang sulit untuk dikelola. Terlebih jika sudah menikah, karena terkadang ketika suami berhemat tiba-tiba sang istri ingin jajan, beli baju atau bahkan ganti gadget maupun sebaliknya.

Untuk itu, perlu adanya komunikasi dengan pasangan agar menemukan prioritas keuangan. Caranya dengan membuat rencana-rencana kehidupan berkeluarga minimal 1 tahun bahkan hingga 5 tahun ke depan. Misalkan ingin memiliki anak, biaya anak sekolah atau ibadah ke tanah suci dan sebagainya.

  1. Jangan lupa sedekah

Kodrat manusia sebagai makhluk sosial, perlu menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah. Dengan bersedekah artinya kita akan belajar bersyukur atas apa yang kita terima. Ketika sudah bersyukur tanpa disadari kita akan terus merasa cukup atas apa yang kita miliki.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]

1 COMMENT

Comments are closed.