Memahami dan Mengenali Fungsi dari Rekonsiliasi Bank

0
2639
Rekonsiliasi Bank

Keamanan adalah alasan utama yang menjadikan bank hingga kini masih menjadi lembaga keuangan tepercaya sebagai tempat menyimpan dana atau kas perusahaan. Membuka rekening bank sebagai alat mengendalikan kas saja tidak cukup. Perusahaan yang sehat harus memiliki catatan keuangan sendiri, membukukan setiap dana yang masuk dan keluar.

Selisih antara catatan perusahaan dengan bank terjadi karena adanya biaya-biaya tambahan seperti pembagian bunga, biaya administrasi bank, dan lain-lain.  Setiap laporan akhir bulan, perusahaan akan memverifikasi apakah jumlah kas dalam buku besar umum dengan laporan bank sudah sesuai. Proses verifikasi ini disebut bank reconciliation atau rekonsiliasi bank.

Pengertian

Bank reconciliation merupakan rangkaian catatan informasi perihal perbedaan kas, misalnya perbedaan catatan kas nasabah dengan catatan bank. Secara sederhana, kegiatan ini adalah proses pembuktian bahwa data dalam laporan bank dengan data di dalam buku besar perusahaan sudah cocok.

Bila ditemukan perbedaan, maka salah satunya harus melakukan penyesuaian dengan terlebih dahulu menganalisa faktor penyebabnya.

Mengapa Perusahaan Harus Melakukannya?

Selain agar perusahaan memiliki bukti tertulis terhadap setiap transaksi yang terjadi, rekonsiliasi bank penting dilakukan untuk mengetahui hal-hal berikut:

  • Mengetahui jumlah selisih dari pembukuan perusahaan dengan saldo pada laporan bank.
  • Menganalisis penyebab terjadinya selisih saldo pada catatan perusahaan dan bank.
  • Sebagai upaya menyeimbangkan perbedaan saldo transaksi menurut catatan perusahaan dengan bank.
  • Mengatasi masalah kesalahan pencatatan.

Waktu terbaik untuk melakukan verifikasi ini adalah setiap akhir bulan, yakni segera setelah pihak bank mengirimkan laporan berisi saldo awal, catatan transaksi selama satu bulan, dan saldo akhir. 

Komponen dalam Rekonsiliasi Bank

Saat perusahaan melakukan verifikasi data saldo dari laporan bank dengan catatan buku besar perusahaan, ada sejumlah komponen yang muncul. Apa saja?

  • Deposit in Transit

Cek dan uang tunai yang diterima dan sudah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum ada dalam catatan bank disebut Setoran dalam Proses (Deposit in Transit). Hal ini juga disebabkan oleh keterlambatan deposit oleh perusahaan ke bank.

  • Outstanding check

Disebut juga sebagai Cek Beredar, artinya cek sudah dicatat tetapi belum dicairkan. Sehingga, tidak muncul pada laporan milik bank.

  • Non sufficient fund check 

Ini merupakan cek kosong yang tidak diterima bank dikarenakan rekening perusahaan tidak memiliki dana cukup. Saat ini terjadi, bank tetap menerbitkan nota debet dengan keterangan jumlah dishonored (ketidakjujuran) dan saldo rekening perusahaan akan dikurangi. Perusahaan juga dibebankan biaya pemrosesan.

Fungsi Rekonsiliasi Bank

Fungsi umum proses verifikasi saldo ini adalah mengetahui penyebab selisih yang terdapat pada catatan bank dengan catatan keuangan oleh perusahaan. Selain itu, simak fungsi lainnya berikut:

  1. Mendeteksi kemungkinan kecurangan akuntansi pada operasional perusahaan.
  2. Mencegah terjadinya segala bentuk penyelewengan dana, baik oleh nasabah maupun bank.
  3. Sebagai alat pengawasan terhadap aktivitas pengelolaan kas perusahaan.
  4. Menghindari kekeliruan pencatatan yang berulang oleh pegawai keuangan.
  5. Mengatasi masalah pencatatan beban atau biaya tak terduga yang mungkin dikeluarkan oleh perusahaan.

Prosedur Rekonsiliasi Bank

Menjalankan proses ini dibutuhkan prosedur tertentu, mulai dari melakukan perbandingan jumlah kas hingga pengecekan ulang. Simak langkahnya di bawah ini:

  • Membandingkan saldo kas perusahaan dengan rekening bank

Langkah pertama ini dilakukan dengan cara menganalisis laporan bulanan yang didapat dari rekening koran. Di dalamnya, setiap transaksi seperti setoran, cek, biaya bank, dan lain sebagainya tertera jelas. Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah membandingkannya dengan kas yang tercatat dalam buku besar perusahaan.

  • Mencatat transaksi oleh bank

Transaksi bank dicatat secara digital dan dapat dilihat secara detail melalui rekening koran. Catatlah setiap transaksi dalam buku kas pada bab yang berbeda. Ini dibutuhkan sebagai bukti tertulis bila terjadi selisih.

Baca juga: Daftar Lengkap Biaya Transfer Antar Bank

  • Penelusuran Deposit in Transit

Keterlambatan setoran menyebabkan perbedaan saldo. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan penelusuran dengan cara menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan kejelasan.

  • Membuat lembar kerja dan pengecekan ulang

Buatlah lembar kerja untuk memudahkan penghitungan. Dari sini akan terlihat jelas penyebab selisih yang sebenarnya. Kemudian, langkah terakhir adalah melakukan cek ulang untuk meminimalisir kesalahan. 

Kesimpulan

Tujuan rekonsiliasi bank adalah menemukan dan menganalisis penyebab selisih yang terjadi antara laporan bank dan perusahaan. Selanjutnya, akuntan akan menyusun jurnal penyesuaian dengan data kredibel yang bisa dipertanggungjawabkan dan dipakai sebagai dasar pembuatan laporan keuangan

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]