Memahami Price Earning Ratio dan Cara Menghitungnya

0
17118
price earning ratio

Price Earning Ratio – Salah satu tujuan investor menanamkan modal di sebuah perusahaan adalah mendapatkan keuntungan. Kendati demikian, investor akan tetap menilai keamanan investasinya dengan melihat pertumbuhan perusahaan.

Untuk memastikan perusahaan bertumbuh, Anda dapat menilai dari keseimbangan proporsi utang dan imbal hasil. Selain itu, perusahaan juga harus menggunakan price earning ratio (PER) agar investor bisa mempertimbangkan pembelian saham. 

Apa yang dimaksud PER atau rasio harga-pendapatan dalam investasi? Lantas, bagaimana PER ideal dan cara menghitungnya? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian PER

Rasio harga-pendapatan merupakan perbandingan earning per share (EPS) dengan market price per share terhadap pertumbuhan penghasilan. Dengan mengupayakan peningkatan rasio, diharapkan penghasilannya juga ikut naik.

Ada dua faktor yang memengaruhi kenaikan maupun penurunan PER, yakni dividen payout rate dan pertumbuhan laba. Seiring peningkatan laba, nilai rasio harga-pendapatan pun semakin tinggi. 

PER Ideal untuk Perusahaan

Saat ini, nilai PER ideal mulai dari 20 sampai 25 kali lipat penghasilan. Namun, nilai tersebut harus disesuaikan dengan sektor usaha yang dioperasikan. 

Sebagai contoh, rata-rata nilai Price Earning Ratio perusahaan alat rumah tangga adalah 24. Kemudian, perusahaan kedua di bidang yang sama memiliki nilai PER 17. Nah, perusahaan kedua ini dapat dikategorikan mempunyai PER rendah. 

Meski begitu, nilai PER rendah dapat berubah menjadi tinggi jika perusahaan mengupayakan peningkatan dividen payout rate. Perhitungan dividen payout rate diperoleh dari laba setelah pajak yang dibagikan kepada pemegang saham.

Baca juga: Terkena Dampak dari Pandemi? Tenang Ada Insentif Pajak!

Persepsi mengenai standar nilai PER juga disampaikan oleh Benny Sinaga dalam buku berjudul “Main Saham Pakai Kiat”. Menurut Benny Sinaga, nilai PER 15—18 sudah termasuk ideal. Artinya, nilai tersebut mampu membuat investor berpandangan, bahwa perekonomian sebuah entitas bisnis memiliki masa depan cerah.

Lantas, apakah nilai PER tinggi selalu menguntungkan? 

Nilai PER yang tingginya melebihi standar tergolong berisiko. Pasalnya, saham perusahaan bisa overvalued sehingga menurunkan minat investor untuk berinvestasi. 

Sebaliknya, nilai Price Earning Ratio rendah (value stocks) tidak selalu menunjukkan peluang baik untuk membeli saham. Justru, Anda harus lebih waspada karena PER rendah bisa menjadi indikasi kinerja perusahaan berkurang. 

Rumus dan Cara Menghitung PER

Dalam menghitung nilai PER, Anda harus melibatkan dua komponen, yakni closing price (harga per lembar saham) dan EPS. Dari kedua komponen, didapatkan rumus berikut ini.

Selain rumus di atas, Anda bisa menggunakan cara di bawah ini.

Sebagai contoh perhitungan, asumsikan PT ABC dan XYZ yang bergerak di sektor sejenis memiliki harga saham per lembar dan EPS berbeda. PT ABC mempunyai closing price Rp60.000, sedangkan PT XYZ Rp2.200. Kemudian, rasio EPS PT ABC selama 12 bulan adalah Rp4.000. Sebaliknya, rasio EPS PT XYZ adalah Rp100.

Mengacu pada data di atas, berarti perhitungan PER PT ABC dan XYZ sebagai berikut.

Berdasarkan hasil perhitungan, nilai PER perusahaan ABC lebih rendah daripada PT XYZ. 

Contoh lain; PT Jaya mengeluarkan harga per lembar saham sebesar Rp10.000 dengan rasio EPS Rp20. Dari data ini, diperoleh rasio PER berikut ini.

Nilai PER Rp400 menunjukkan, bahwa investor mampu membayar Rp400 untuk setiap Rp1 dari penghasilan perusahaan.

Ada dua kesimpulan yang didapatkan dari pembahasan ini. 

  1. Untuk berinvestasi, sebaiknya pilih perusahaan yang memiliki bisnis bagus meski nilai PER tidak terlalu rendah. Anda dapat berpedoman pada standar ideal nilai PER. Jika dalam kondisi krisis, nilai PER 15 saja sudah menjanjikan imbal hasil yang menarik. 
  2. Setiap orang memiliki pandangan berbeda mengenai PER sebuah perusahaan. Semua itu bergantung pada stimulus yang diterima, kondisi lingkungan, dan psikologis individu.
  3. Persepsi seseorang tentang sebuah entitas bisnis dengan nilai PER tertentu juga dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, ekspektasi, dan informasi  yang diterima.

Itulah sekilas ulasan tentang price earning ratio sebagai salah satu rasio keuangan yang memengaruhi keputusan calon investor. Jadi, sekarang Anda tak perlu ragu memulai investasi karena ada nilai PER yang dapat dijadikan pedoman.

Investasi adalah salah satu menuju kemapanan keuangan di masa depan. Jika mulai dari usia muda, semua impian Anda bisa terwujud lebih cepat. Yuk, sisihkan dana Anda untuk investasi sekarang!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]