Apa yang Harus Diperhatikan Agar Kredit Disetujui?

1
400
Salah satu dari tim kredit Akseleran sedang melakukan pengecekan dokumen borrower.

Penilaian kredit atau credit scoring adalah faktor penting yang menjadi dasar pertimbangan lembaga keuangan untuk memvalidasi kelayakan borrower sebelum meraih pinjaman dari lender. Akseleran memahami betul hal tersebut dan berupaya agar setiap pinjaman mendapatkan analisis menyeluruh untuk mencegah terjadinya gagal bayar maupun fraud.

Faizal Purwanto – Head of Credit Analyst Akseleran dalam program Kata Akseleran Episode 21 mengungkapkan  secara fundamental ada tiga aspek yang dianalisis oleh tim analis kredit. Pertama, kredit historis atau rekam jejak peminjaman borrower. Akseleran bekerja sama dengan Pefindo melihat rekam jejak peminjaman borrower paling tidak selama 12 bulan ke belakang.

“Kita lihat apakah borrower lancar pembayarannya, apakah pernah telat bayar, apakah macet? Kredit historis ini yang pertama kami lakukan agar proses tidak berlama-lama. Jadi, kalau historisnya jelek kita tolak, kalau bagus kita lanjutkan,” ungkap Faizal.

Kedua, adalah pengecekan kemampuan finansial borrower untuk membayar hutang. Salah satu yang diamati dari laporan keuangan adalah Debt Service Coverage Ratio/DSCR, yaitu kemampuan untuk mengembalikan pinjaman. Akseleran mengecek DSCR ini berdasarkan laporan keuangan tahun berjalan, tahun lalu serta proyeksi tahun depan. Rasio lainnya yang juga jadi perhatian adalah Debt to Equity Ratio (DER).

“Kita lihat berapa besar leverage borrower terhadap ekuitas. Biasanya kalau sudah lebih dari 5 kali, terlalu overleverage buat kita, sehingga perlu hati-hati,” jelas Faizal.

Tak cuma rasio hutang, tim kredit juga menelusuri rekening koran dari borrower untuk memastikan keakuratannya dengan laporan keuangan yang dilampirkan pada saat pengajuan pinjaman. Faizal menjelaskan, untuk pengajuan peminjaman di Akseleran, borrower wajib menyertakan laporan keuangan yang memperlihatkan laporan laba rugi dan neraca dalam dua tahun terakhir, serta rekening koran borrower.

Apabila dari segi finansial borrower dinilai mampu melakukan pelunasan, maka selanjutnya dilakukan tahap ketiga, yakni pengecekan kolateral/jaminan. Misalnya, untuk peminjaman invoice financing, Akseleran mengecek tagihan borrower kepada para klien yang membayarnya (payer). Akan lebih baik jika payer tersebut juga memiliki rekam jejak yang bagus dari segi profil dan historis kerja sama dengan borrower.

“Pengecekan ini bukan hanya berdasarkan keterangan dari klien dan borrower, melainkan juga dengan membandingkannya pada data yang tertera di rekening koran.  Intinya, kami memvalidasi keterangan dari borrower,” kata Faizal.

Pengecekan profil ini juga merupakan bagian dari pengecekan profil borrower. Mulai dari sejarah berdirinya perusahaan, hingga sejauh mana ketergantungan (dependensi) usaha borrower terhadap pemilik/pengurus perusahaan. Semakin besar dependensi terhadap pemilik, maka profil risikonya semakin besar. Sebagai contoh, bila operasional perusahaan sangat bergantung pada pemilik, dikhawatirkan jika terjadi sesuatu pada pemilik, perusahaan terancam tidak dapat melanjutkan usahanya.

Faizal memberikan tips kepada para calon borrower agar lolos pengajuan pinjaman di Akseleran. “Tidak perlu laporan keuangan yang rumit, yang simple saja tapi datanya tervalidasi di rekening koran. Jangan sampai di laporan keuangan tertera net income besar, profit tinggi, tapi di rekening koran kita tidak melihat ada angka seperti yang tertera. Data yang disajikan harus akurat dan faktual,” kata Faizal.

Angka penilaian kredit akan diterjemahkan menjadi gross interest yang diberikan dan tingkat risiko pinjaman. Di sisi lain, juga terdapat premium deal terkait dengan credit score. Faizal menjelaskan, hal ini berarti borrower bersedia membayar lebih dari risiko yang seharusnya dia bayarkan supaya lender lebih tertarik dengan interest yang ditawarkan.

Kendati penilaian kredit sudah berjalan cermat, mengapa masih terdapat borrower yang telat atau bahkan gagal bayar? Faizal menjawab, hal ini bisa disebabkan, payer dari borrower terlambat membayar invoice, sehingga tenor perlu disesuaikan. Selain itu, bisa juga karena faktor penipuan yang dilakukan borrower. Misalnya, dengan mengganti rekening persetujuan pembayaran dari yang disepakati di awal. Untuk kasus seperti ini, penanganannya melalui jalur hukum.

Menutup perbincangan Kata Akseleran, Rimba Laut – Senior Vice President Corporate Communication Akseleran menyampaikan selalu ada kemajuan yang dilakukan tim Akseleran dalam memitigasi risiko, sambil meningkatkan pengalaman peminjaman usaha.

Tonton tayangan lengkap Kata Akseleran episode 21 “Syarat Kredit P2P Lending Akseleran” di channel Youtube Akseleran.

Part 2:https://youtu.be/IGgMsa9rWrQ

Part 1:https://youtu.be/50r0UFTSKdk

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

1 COMMENT

Comments are closed.