Mengenal Konsep Investasi dengan Dollar Cost Averaging

1
3277
Dollar Cost Averaging

Investasi merupakan aktivitas yang perlu perhitungan matang, bukan berdasarkan tindakan impulsif belaka. Salah satu cara cerdas yang dapat Anda pertimbangkan ketika berinvestasi adalah dengan memanfaatkan konsep dollar cost averaging (DCA). Dengan pemanfaatan metode ini, Anda bisa memaksimalkan potensi keuntungan dan sekaligus meminimalkan risiko kerugian investasi. 

Konsep DCA merupakan cara berinvestasi yang mudah dan bisa dipraktikkan oleh siapa saja, termasuk investor pemula. Selain itu, Anda juga dapat menerapkan konsep ini dalam berbagai jenis instrumen investasi, termasuk di antaranya adalah investasi emas, saham, reksadana, dan lain sebagainya. 

Apa Itu Dollar Cost Averaging?

Metode DCA merupakan praktik investasi yang mendorong seorang investor untuk berinvestasi secara rutin dan konsisten setiap periode. Anda tetap melakukan investasi dengan nilai tersebut terlepas kondisi apapun ekonominya. Investasi dengan cara ini tidak jauh berbeda dibandingkan dengan kebiasaan menabung rutin. 

Contoh ilustrasi investasi DCA adalah ketika Anda memiliki dana sebesar Rp2 juta dan ingin menginvestasikannya. Alih-alih menginvestasikan uang tersebut secara langsung, Anda memilih untuk berinvestasi rutin Rp200 ribu selama 10 bulan. Jenis instrumen investasi yang Anda gunakan bisa bervariasi, mulai dari emas, saham, P2P lending, atau reksadana. 

Misalnya, kalau Anda menggunakan uang tersebut untuk investasi reksadana. Pada bulan pertama, NAB/unit reksadana adalah seharga Rp2.000. Pada situasi tersebut, Anda melakukan pembelian sebanyak 100 unit penyertaan. Untuk bulan-bulan berikutnya, jumlah pembelian unit penyertaan bisa berbeda-beda tetapi menggunakan nominal uang yang sama, yakni Rp200 ribu. 

Untuk menerapkan metode investasi DCA, Anda tidak memerlukan kemampuan dalam membaca kondisi pasar. Dalam praktik ini, Anda juga tidak mudah tergoda membeli sebuah instrumen investasi ketika harganya rendah dan menjualnya saat nilainya melambung naik. Dalam berinvestasi ala DCA, Anda juga tidak akan mengenal waktu yang salah atau benar. 

Keuntungan Berinvestasi dengan Metode Dollar Cost Averaging

Meski mempunyai cara pelaksanaan yang sederhana, metode investasi dollar cost averaging mempunyai banyak keuntungan, di antaranya adalah: 

  • Meminimalkan risiko kerugian

Keuntungan pertama, Anda dapat meminimalkan risiko kerugian. Keputusan berinvestasi dengan metode DCA Anda lakukan tanpa memperhatikan kondisi pasar yang tengah naik atau turun. Di waktu bersamaan, metode ini juga memberi keuntungan finansial jangka panjang yang cukup besar. 

Baca juga: 6 Strategi Mengukur Risiko Investasi

  • Terhindar dari momen buruk investasi

Investasi lump sum memang mampu memberikan return yang besar. Hanya saja, Anda perlu mengetahui momen yang tepat agar terhindar dari kerugian. Situasinya berbeda kalau Anda memilih metode investasi DCA. Anda tetap melakukan investasi tanpa perlu mencermati pergerakan pasar. 

  • Menghindari loss aversion bias

Loss aversion bias merupakan kecenderungan seorang investor untuk menghindari kerugian dibandingkan meraih keuntungan dengan nilai yang sama. Kebiasaan seperti ini bisa membuat Anda tidak mampu mengambil keputusan yang rasional saat berinvestasi. Tak jarang, loss aversion bias juga membuat investor ragu-ragu dalam proses pengambilan keputusan. 

Kekurangan Praktik Investasi Dollar Cost Averaging

Investasi dengan metode DCA memang memberikan kelebihan yang membuatnya cocok untuk investor pemula. Hanya saja, konsep berinvestasi ini juga memiliki kekurangan, seperti: 

  • Return yang relatif kecil

Dibandingkan dengan investasi secara lump sum, DCA menawarkan nilai return yang kecil. Apalagi, kondisi pasar mempunyai kecenderungan bergerak naik. Alhasil, dalam jangka panjang investasi lump sum mampu memberikan tingkat keuntungan lebih besar. 

  • Biaya investasi yang lebih banyak

Kekurangan berikutnya dari metode DCA adalah adanya biaya investasi yang perlu Anda bayar secara rutin. Sebagai contoh, Anda menggunakan dana investasi untuk saham. Selanjutnya, Anda akan dikenai biaya dengan nominal tertentu untuk setiap transaksi pembelian. Semakin sering membeli saham, biaya investasi yang diperlukan pun semakin besar. Situasinya bakal berbeda kalau Anda melakukan pembelian saham secara lump sum. Anda hanya perlu mengeluarkan biaya investasi untuk sekali pembelian.

Nah, itulah pengertian tentang konsep investasi dollar cost averaging yang perlu Anda ketahui.  Metode investasi yang satu ini sangat ramah dan menguntungkan untuk investor pemula. Awalnya, nilai investasi yang Anda miliki memang terlihat sedikit. Namun, kalau dilakukan secara rutin dan jangka panjang, jumlahnya bakal membuat Anda terkejut, lho!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 18% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

1 COMMENT

Comments are closed.