Apa Itu Loss Aversion dan Bagaimana Cara Menghindarinya?

0
1655
Loss Aversion Adalah

Loss Aversion Adalah – Pernahkah kamu menonton suatu acara kuis di televisi ketika seseorang yang sudah berhasil mendapatkan uang sebesar 50 juta lantas diberikan kesempatan dan penawaran lain dengan kemenangan yang lebih besar (padahal bisa saja penawaran atau kesempatan itu justru merugikan)? 

Beberapa orang bisa saja mengambil kesempatan baru tersebut untuk menjajal peruntungan, tapi lebih banyak yang tidak melakukannya karena muncul rasa takut akan kehilangan apa yang sudah mereka dapatkan. Inilah yang dikenal dengan loss aversion. 

Apa Itu Loss Aversion?

Singkatnya, dalam perilaku ekonomi, loss aversion adalah kondisi ketika kerugian yang bersifat nyata atau potensial dianggap oleh individu secara psikologis maupun emosional memiliki dampak yang lebih buruk dibandingkan dengan keuntungan yang nilainya setara. Seperti contoh tadi, kehilangan 50 juta bisa jadi akan memberikan dampak lebih parah dibandingkan dengan mendapatkan uang dengan nominal setara.

Efek psikologis dari kemungkinan mengalami kerugian atau bahkan telah mengalami kerugian tersebut dapat memengaruhi perilaku pengambilan risiko pada individu yang nantinya membuat kerugian yang dihindari justru akan terjadi, bahkan bisa lebih parah.

Memahami Loss Aversion

Tidak ada yang suka dengan kerugian, apalagi yang berhubungan dengan uang. Ketakutan akan kerugian dapat membuat investor menahan investasi yang justru akan semakin merugi saat seharusnya investasi tersebut dijual. Konsep ini juga bisa dikaitkan dengan investor yang melepas saham terlalu cepat, suatu bias kognitif yang dikenal sebagai efek disposisi. 

Sementara itu, investor pemula tak pelak sering membuat kesalahan dengan harapan bahwa nilai saham akan bangkit kembali dan menentang semua bukti yang ada. Ini karena kerugian yang dialami menyebabkan respons emosional yang lebih ekstrem jika dibandingkan dengan keuntungan yang didapat.

Secara psikologis, rasa sakit yang terjadi karena kekalahan akan terasa dua kali lebih kuat dibandingkan dengan rasa kegembiraan yang kamu dapatkan saat mengalami kemenangan. Ini berkaitan dengan kemungkinan ketakutan berlebihan yang dapat menyebabkan investor berperilaku tidak rasional dan membuat keputusan investasi yang buruk.

Bagaimana Cara Menghindarinya?

Sayangnya, loss aversion adalah hal yang sulit sekali dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Sederhana saja, timbangan risiko tidak akan pernah seimbang karena seseorang akan selalu menaruh pikiran negatif dan beban berlebihan untuk semua hal yang dianggap buruk. 

Hal yang bisa kamu lakukan adalah meminimalkan dampak dari loss aversion. Caranya bisa dengan melakukan strategi alokasi aset. Daripada mencoba mengatur waktu sentimen pasar dengan sempurna, investor disarankan untuk menyeimbangkan kembali portofolio secara berkala sesuai dengan metodologi yang berbasis aturan.

Bentuk lain dari investasi strategis adalah Investasi formula. Misalnya, rencana rasio konstan akan menjaga bagian agresif dan konservatif dari sebuah portofolio supaya berada pada rasio tetap. Guna mempertahankan bobot target, biasanya berupa saham dan obligasi, portofolio secara berkala perlu diimbangi dengan menjual aset yang berkinerja lebih baik dan melakukan pembelian aset yang berkinerja buruk. Ini sebenarnya bertentangan dengan investasi momentum yang bersifat pro-siklus.

Baca juga: Mengenal Konsep Investasi dengan Dollar Cost Averaging

Ada banyak prinsip yang telah dicoba dan diuji untuk mengalokasi aset dan mengelola dana, seperti misalnya belajar membangun portofolio yang terdiversifikasi atau menggunakan strategi beli dan tahan (buy and hold). Cara investasi sistematis lainnya adalah menggunakan strategi smart beta, seperti misalnya menggunakan portofolio dengan bobot yang sama untuk menghindari terjadinya inefisiensi pasar yang menjalar ke dalam indeks investasi karena adanya ketergantungan pada kapitalisasi pasar. Lalu, investasi faktor juga dapat digunakan untuk mengurangi faktor risiko pasar tersebut.

Perilaku keuangan memberikan wawasan ilmiah tentang penalaran kognitif dan keputusan investasi pada setiap individu. Teori ini membantu kamu lebih memahami mengapa kepanikan pasar dapat terjadi pada tingkat kolektif. Ini artinya, investor pun perlu memahami perilaku finansial, tidak hanya untuk dapat memanfaatkan fluktuasi pasar saham dan obligasi, tetapi juga lebih menyadari tentang proses pengambilan keputusan mereka sendiri.

Loss aversion adalah sesuatu yang dapat memiliki nilai jika kamu bisa menarik pelajaran darinya dan melihat segala sesuatunya secara terukur dan tanpa dibarengi perasaan. Kerugian memang tidak akan bisa kamu hindari, itulah mengapa lebih baik kamu memahami apa makna dari kerugian tersebut. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]