Ini Panduan Menghitung Payback Period yang Perlu Diketahui

0
2883
Cara Menghitung Payback Period

Apa yang dimaksud dengan Payback period? Jika Anda pernah mempelajari ilmu ekonomi,  istilah ini tentunya cukup familier. Istilah Payback period ini juga dikenal banyak orang dengan istilah periode pengembalian modal. Payback period mengacu pada pengembalian modal investasi melalui profit atau keuntungan dalam periode waktu tertentu. 

Periode pengembalian modal ini banyak dipakai oleh investor untuk menentukan pengembalian keputusan investasi—keputusan yang akan menjadi penentu untuk berinvestasi pada sebuah proyek atau tidak. Para investor umumnya lebih tertarik pada investasi dengan Payback time yang cepat atau nggak pake lama.

Yuk, simak artikel ini selengkapnya untuk mengetahui cara menghitung Payback period dengan baik. 

Pengertian Payback Period menurut para ahli

Untuk memahami lebih jauh tentang pengertian Payback period, sebelumnya Anda harus memahami pengertian Payback period ini dari para ahlinya. Berikut penjelasannya:

  • Pengertian Payback period menurut Dian Wijayanto, adalah periode yang diperlukan untuk menutup kembali dana yang dikeluarkan untuk sebuah investasi.  
  • Sedangkan mengacu pendapat Abdul Choliq, Payback period adalah perkiraan jangka waktu kembali sebuah investasi yang sudah dilakukan melalui profit yang diperoleh.

Dari teori-teori di atas, Anda bisa memahami betapa pentingnya mengetahui jangka waktu pengembalian modal dari sebuah proyek. Dengan demikian, sebagai investor Anda dapat menghindari proyek dengan pengembalian modal yang sangat lama karena kurang menguntungkan.

Ini cara menghitung Payback period yang bisa Anda terapkan

Nah, setelah memahami pengertian Payback period, sebagai seorang investor atau calon investor, Anda perlu memahami juga cara menghitung Payback period  ini. Tujuannya agar Anda dapat menentukan jika suatu investasi perlu dilakukan atau tidak.  

Perhitungan Payback period ini juga bisa dipakai untuk memilih investasi yang menguntungkan di antara beberapa investasi pilihan yang ditawarkan. Berikut ini penjelasan cara menghitungnya.

  • Menghitung Payback period ini memiliki rumus tersendiri.

  1. Jika dalam menentukan periode pengembalian pajak penghasilan belum dihitung maka investasi ekspansi usaha memiliki periode pengembalian sebagai berikut:

Periode pengembalian dalam tahun = investasi/laba tunai rata-rata per tahun.

  1. Apabila dampak pajak penghasilan telah dihitung, penentuan perhitungan periode pengembalian memakai rumus sebagai berikut:

Periode pengembalian dalam tahun = investasi/kas masuk bersih.

Kelebihan Payback period

Setelah Anda mengetahui cara menghitung Payback period, pahami  kelebihan yang dimiliki dari metode ini. Apa saja kelebihan metode Payback period untuk menilai sebuah proyek investasi? Berikut ini penjelasannya:

  • Hasil perhitungan Payback period pada investasi  dengan risiko besar dapat membantu Anda mengetahui  jangka waktu  pengembalian investasi yang Anda perlukan.
  • Hasil perhitungan metode Payback period akan dapat membantu Anda untuk menilai investasi beberapa proyek lain yang memiliki Rate of Return dan risiko yang sama. Dengan menerapkan metode ini, Anda dapat dengan mudah membandingkan proyek-proyek tersebut. Selanjutnya, Anda akan  terhindar dari kesalahan saat memilih proyek karena hanya akan berinvestasi pada proyek dengan jangka waktu pengembalian yang paling cepat.
  • Hasil perhitungan dari Payback period ini juga bisa dipakai untuk mengukur kemampuan sebuah investasi dalam menghasilkan profit apabila Anda dihadapkan pada beberapa usulan, tawaran atau pilihan investasi bahkan sebelum melakukan penilaian.

Baca juga: Definisi Mengenai NPV atau Net Present Value

Kekurangan Payback Period

Sebuah metode tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Demikian juga dengan metode Payback period ini. Selain kelebihan yang bisa Anda manfaatkan, metode ini juga memiliki kekurangan yang perlu Anda catat.

  • Payback period tidak memperhitungkan nilai waktu uang.
  • Payback period tidak mengukur tingkat profitabilitas suatu proyek.
  • Payback period tidak menunjukkan pendapatan setelah dana investasi utama Anda kembali.

Nah, demikian cara menghitung Payback period yang perlu Anda ketahui sebelum berinvestasi. Dapat disimpulkan jika metode ini hadir untuk memudahkan Anda sebagai calon investor dalam memilih proyek investasi terbaik sehingga terhindar dari kerugian. 

Anda akan lebih cermat dalam menilai sebuah proyek dengan jangka waktu pengembalian modal yang tidak lama. Dengan demikian, Anda bisa lebih cermat dalam memilih investasi yang memiliki Payback time yang cepat. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda sebagai calon investor.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]