4 Cara Melunasi Hutang dengan Lebih Efektif

0
223
Cara Melunasi Hutang

Seringkali keinginan tidak sebanding dengan kekuatan finansial yang dimiliki sehingga banyak orang yang mengakalinya untuk membeli barang atau keinginannya dengan cara mengajukan pinjaman atau dengan cara mencicil barangnya. Hal tersebut yang kadang akhirnya membuat kita terlena dan terus membiasakan diri untuk membeli barang tanpa mempersiapkan dana tunai.

Yang dikhawatirkan adalah dengan membiasakan diri untuk membeli barang dengan cara hutang ataupun pinjaman membuat kondisi finansial yang dimiliki jadi tidak teratur. Banyak orang yang terjebak dalam hutang dan akhirnya kesulitan untuk melunasi hutang tersebut. Di sini kita akan bahas bagaimana cara melunasi hutang dengan mudah.

Cara Melunasi Hutang yang Lebih Efektif

Hutang merupakan kewajiban finansial yang membebani keuangan dan perlu diselesaikan. Di bawah ini kita akan bahas beberapa cara melunasi hutang dan terbebas dari hutang.

  • Terbuka Soal Hutang

Salah satu penyebab hutang yang banyak adalah ketidakterbukaan satu sama lain terkait hutang yang dimilikinya. Contohnya, tuntutan kebutuhan keluarga yang membuat gaya konsumsi yang tidak sebanding dengan kemampuan finansial sehingga akhirnya mengajukan pinjaman.

Solusi lainnya adalah jika muncul masalah terkait hutang sebaiknya bisa dibicarakan secepat mungkin dan keluarga juga bisa diajak diskusi. Namun, biasanya kepala keluarga kadang sulit untuk mengungkapkan permasalahannya hingga akhirnya ia harus berhutang. Karena memang berbicara mengenai hutang untuk sebagian orang tabu.

Kesimpulannya adalah keterbukaan satu sama lain mengenai masalah finansial adalah hal yang wajib untuk dilakukan sehingga permasalahan seperti ini akan lebih mudah teratasi.

  • Menganalisa Hutang

Langkah selanjutnya adalah dengan menganalisa kondisi hutang dan dampak dari hutang tersebut kepada keuangan yang dimilikinya. Pertama kamu dapat memulai dengan mencari tahu berapa total kewajiban hutang yang dimilikinya saat ini jangan lupa juga untuk memilih hutang sesuai dengan jenis hutangnya seperti hutang kartu kredit, KTA, KPR dan lainnya.

Kedua, berapa pengeluaran setiap bulan yang harus dibayarkan untuk membayar hutangnya dan memastikan juga apakah hutang tersebut meningkat atau tidak. Selanjutnya, menentukan apakah hutang tersebut ‘mengganggu’ kondisi keuangan atau tidak. Jangan sampai pendapatan yang sudah dimiliki habis hanya untuk membayar hutang.

Lalu, menghitung seberapa banyak hutang yang harus dibayarkan jika ingin mencapai kondisi finansial yang baik. Yang perlu diingat adalah maksimum 30% dari penghasilan kamu untuk hutang sedangkan sisanya adalah untuk kebutuhan lainnya agar kondisi keuangan yang kamu miliki tetap sehat.

Baca juga: Cara Menghitung Rasio Keuangan yang Benar

  • Mengenali Setiap Jenis Hutang

Mengenali dan mengingat setiap jenis hutang yang dimiliki. Hal ini agar kamu dapat mengingat kemana saja pembayaran cicilan yang dikeluarkan sehingga kamu dapat mengatur keuanganmu dengan lebih baik. 

Contohnya, kamu memiliki Kredit Pemilikan Rumah atau KPR. Jika kita memiliki tagihan KPR dimana nilai tersebut relatif meningkat. Biasanya, kenaikan harga properti ini meningkat setiap tahun lebih tinggi dibandingkan suku bunga artinya kenaikan nilai aset ini bisa menutupi biaya pinjaman hutang.

Selain itu, jenis lainnya adalah kredit untuk usaha yang dipandang bagi sebagian orang adalah hutang yang baik karena sifatnya produktif. Karena memberikan hasil yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikkan bisnis dibandingkan kewajiban cicilan setiap bulannya. 

Namun, memang ada hutang konsumtif dimana hutang ini digunakan untuk kebutuhan yang sifatnya konsumtif contohnya seperti berhutang untuk membeli hp baru, berhutang untuk travelling hingga berhutang hanya untuk berbelanja. 

Jelas hal tersebut tidak akan membuat aset yang dimiliki meningkat dan justru membuat nilai aset menurun sehingga tidak menghasilkan hal yang produktif. Karenanya penting untuk memahami jenis hutang yang dimiliki dan membedakan mana yang produktif dan mana yang konsumtif sehingga berhutang memang hanya untuk yang produktif.

  • Evaluasi Pengeluaran

Salah satu cara melunasi hutang yang efektif adalah dengan mengevaluasi pengeluaran. Hal tersebut dapat dimulai dari menghitung pengeluaran dengan cara mencatatnya dan menentukan mana kebutuhan yang tidak terlalu dibutuhkan dan bisa dipotong.

Ingat! Dengan pengeluaran yang melebihi batas tentu membuat keuangan menjadi tidak sehat. Karenanya, untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut, hal utama yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan pola pengeluarannya serta mengetahui apa dan berapa pengeluaran setiap bulannya.

Namun, banyak orang yang belum memahami pola pengeluarannya setiap bulan. Karenanya, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mencatat setiap pengeluaran, serta membuat catatan dan mengevaluasinya ditambah membuat batasan pengeluaran setiap bulannya. Adanya batasan tersebut agar terhindar dari pengeluaran dikeluarkan dari catatan yang sudah dibuat sebelumnya.

Itulah beberapa cara melunasi hutang yang bisa kamu lakukan. Sebenarnya, mungkin ada beberapa orang yang memiliki caranya sendiri untuk melunasi hutang-hutangnya apapun itu caranya pastikan untuk menggunakan cara dengan baik dan benar sehingga kondisi finansial kamu kembali sehat ya.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]