Pahami 4 Cara Berinvestasi Ini Lebih Dalam!

5
2014
cara berinvestasi

Secara umum, pengertian dari investasi adalah penanaman aset atau dana yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau perorangan untuk jangka waktu tertentu demi memperoleh imbal balik yang lebih besar di masa depan. Ada banyak hal yang terlibat dalam aktivitas ini, dan beberapa di antaranya adalah jumlah dana dan tujuan dari investasi itu sendiri. 

Bagi yang sudah lama melibatkan diri dalam dunia penanaman modal, baik lokal maupun internasional, istilah ‘berinvestasi’ bukanlah sesuatu yang asing. Namun bagi pemula, penjelasan singkat dan jelas mengenai pengertian dasar dan cara berinvestasi sangatlah dibutuhkan. Berikut adalah penjabaran sederhana untuk Anda yang tertarik dan masih baru dalam aktivitas ini.

  • Apa Itu Investasi?

Seperti yang sudah disinggung di atas, investasi adalah salah satu cara dalam mengembangkan jumlah uang atau harta yang Anda miliki saat ini. Sederhananya, Anda bermaksud untuk memperoleh dana lebih dari di masa depan untuk mencapai tujuan tertentu. Sebut saja tujuan Anda adalah ingin membangun rumah, menyekolahkan anggota keluarga, atau membuka usaha.

  • Panduan Sederhana dalam Cara Berinvestasi

Ada banyak istilah dalam aktivitas atau cara berinvestasi yang menuntut rangkaian penjelasan panjang. Namun untuk tahap awal, Anda bisa fokus pada poin-poin dasar seperti berikut

  • Memiliki tujuan jelas. Kenapa tujuan (objective) dalam berinvestasi sangat penting? Hal ini karena jika Anda tidak memiliki tujuan yang jelas, maka akan sulit menentukan langkah apa yang harus diambil selanjutnya. Tujuan akan memengaruhi investasi seperti apa yang sebaiknya Anda ambil, mulai dari segi jangka waktu, jenisnya, hingga di mana Anda ingin menempatkan investasi tersebut.
  • Menilai seberapa banyak modal yang bisa Anda siapkan. Modal (capital) ini membahas seputar dana atau aset yang Anda miliki sekarang. Saat ini, berinvestasi dengan modal Rp100.000 atau kurang dari itu sudah mungkin untuk Anda lakukan. Modal juga memengaruhi jenis investasi, misalnya emas, saham, atau properti.
  • Memahami risiko pada diri sebagai investor dan jenis investasi yang diambil. Segala hal yang berhubungan dengan perputaran uang memang tidak akan terlepas dari faktor untung-rugi. Yang dimaksud dengan risiko pada diri sendiri adalah kemampuan secara finansial. Ketika Anda memutuskan untuk berinventasi, hal pertama yang Anda lakukan tentu saja menyiapkan sejumlah dana, baik saat akan memulai maupun selama prosesnya. Dalam hal ini, lebih dulu terlepas dari utang dan memilki kondisi pendapatan yang stabil dan dana ekstra adalah beberapa hal yang patut diperhatikan.

Lalu yang kedua adalah risiko dari jenis investasi. Dalam berinvestasi, imbal balik (return) dan risiko (risk) akan selalu beriringan. Ada jenis investasi yang memiliki risiko kerugian tinggi namun justru mampu menghasilkan imbal balik yang besar. Sebut saja saham. Tidak jarang, jenis investasi ini malah membuat seorang investor gigit jari karena tidak mendapatkan apa-apa. Kemudian jenis lainnya adalah emas. Harga emas cenderung merambat naik setiap tahunnya. Karena kondisinya yang stabil, sebagian besar masyarakat masih menggemari jenis investasi ini.

  • Apa Itu Diversifikasi?

Untuk memperoleh hasil yang diharapkan, berbagai strategi penanaman modal memang sebaiknya dilakukan. Salah satu strategi yang paling sering dilakukan adalah dengan sistem diversifikasi atau menyebar modal yang dimiliki ke beberapa jenis investasi. Diversifikasi juga bisa diterapkan ke dalam satu jenis investasi.

Misalnya, si investor memilih investasi saham, dan dia menyebarnya tidak hanya pada satu perusahaan saja melainkan lebih. Hal ini bertujuan untuk memperkecil risiko kerugian pada return nanti. Atau bisa dibilang, jika salah satu perusahaan bangkrut, maka posisi investor masih relatif aman dengan adanya saham pada perusahaan lainnya.

  • Saat yang Tepat dan Jangka Waktu

Poin terakhir ini tampak sederhana namun memiliki pengaruh yang besar. Apa pun jenis investasi Anda, waktu memengaruhi perkembangan uang. Pada dasarnya, ketika berinvestasi, Anda tentu harus menetapkan jangka waktu tertentu. Untuk jenis obligasi misalnya, Anda bisa mengambil jangka waktu selama 5 tahun.

Lalu, apa hubungannya dengan saat yang tepat untuk memulai investasi? Dengan jangka waktu investasi yang ada, semakin dini Anda memulai, maka semakin cepat pula Anda ‘memanennya’. Jadi, jika dalam empat tahun ke depan, salah satu anggota keluarga harus masuk ke universitas, maka berinvestasi dari sekarang adalah pilihan bijak. Dan jika bermasalah pada modal yang minim, Anda bisa mulai mencari tipe dan tempat berinvestasi yang tidak memerlukan dana besar.

Itulah hal-hal dasar seputar cara berinvestasi yang sebaiknya dipahami oleh para pemula. Jika masih mengalami kesulitan, pastikan untuk mengikuti manual (panduan) khusus yang disediakan oleh pihak-pihak pialang (perantara) investasi. Untuk tahapan standar, sangat mudah menemukannya di situs-situs internet.

Atau, jika ingin memperoleh pengetahuan yang lebih mendetail, Anda bisa menggunakan penasihat khusus. Untuk jasa seperti ini, Anda tentu harus menyiapkan dana tersendiri.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Akseleran Apps

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here