Akseleran Salurkan Donasi Gempa Lombok Sebesar Rp53,5 Juta

0
733
Ivan Nikolas Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran secara resmi memberikan donasi gempa bumi Lombok ke petugas PMI Pusat.

JAKARTA – Perusahaan Peer to Peer Lending (P2P Lending), PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) secara resmi pada hari ini menyerahkan donasi sejumlah Rp53,5 juta untuk para korban bencana gempa bumi Lombok yang terjadi sejak awal Agustus 2018. Dana kemanusiaan yang merupakan program dari Akseleran Peduli Lombok ini disalurkan melalui lembaga Palang Merah Indonesia (PMI) pusat untuk selanjutnya diberikan langsung kepada para korban bencana gempa Lombok.

Ivan Nikolas Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran, menyampaikan bahwa penyaluran donasi yang dilakukan oleh perseroan sebagai bentuk keprihatinan anak bangsa yang turut merasakan beban penderitaan terhadap sesama. Aksi sosial tersebut, kata Ivan, merupakan inisiatif perseroan dalam membantu meringankan penderitaan para korban bencana gempa Lombok.

“Sebagai sesama anak bangsa, kami tidak bisa berdiam diri tanpa berbuat apa-apa. Meskipun dengan jumlah yang tidak terlalu besar, kami berharap aksi Akseleran Peduli Lombok ini mampu turut menggerakkan masyarakat lain atau perusahaan-perusahaan lain melakukan hal serupa demi meringankan penderitaan saudara-sadara kita yang tertimpa bencana gempa bumi Lombok,” ujar Ivan di Kantor Pusat PMI, Jakarta, Jumat (24/8).

Menurut Ivan, aksi Akseleran Peduli Lombok merupakan rangkaian kampanye yang dilakukan dengan memberikan donasi senilai 1,5% dari total nilai penggalangan dana pinjaman yang berhasil terkumpul di platform Akseleran.selama periode 13-16 Agustus 2018. Dia pun menegaskan, donasi yang disalurkan sebesar Rp53,5 juta untuk korban bencana gempa bumi Lombok merupakan dana CSR Akseleran dan bukan berasal dari dana pinjaman yang users atau nasabah berikan.

“Inisiatif kami melakukan kampanye Akseleran Peduli Lombok ternyata mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat, terbukti selama periode kampanye tersebut tercatat total nilai penggalangan dana pinjaman yang berhasil terkumpul mencapai sebesar Rp3,5 miliar. Ini juga menunjukkan bahwa bangsa kita masih memiliki tingkat solidaritas yang tinggi terhadap sesama,” ungkap Ivan.

Sebagai informasi, gempa beruntun yang melanda Lombok selama tiga pekan terakhir telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan puluhan ribu warga mengungsi. Hingga Kamis kemarin, setidaknya data penanganan darurat bencana gempa Lombok mencatat, sebanyak 555 koran jiwa meninggal dunia dan 390.529 jiwa penduduk harus mengungsi. Dan dari BMKG juga menginformasikan, adanya 280 gempa susulan mengguncang Lombok, 16 diantaranya dirasakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here