Yuk, Intip Nilai Tukar Rupiah Hari ini

0
1164

Setelah dinyatakan menjadi salah satu negara yang memberlakukan era New Normal, nilai tukar mata uang Indonesia (Rp) terhadap dolar Amerika Serikat (US$) di pasar spot terus kembali menguat pada pembukaan perdagangan nilai tukar pagi ini, Senin (15/06). Mengutip CNBCIndonesia.com, berdasarkan data Bloomberg Senin (15/06) pada pukul 10.18 WIB, di pasar spot rupiah berada pada posisi Rp14.090 per dolar AS. Posisi ini menguat 0,3% setara dengan 43 poin jika dibandingkan penutupan sebelumnya pada level Rp14.125 per dolar AS.

Meski mata uang garuda dibuka menguat terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, nilai tukar rupiah dibayangi pelemahan, karena pelaku pasar mengantisipasi risiko munculnya gelombang kedua pandemi corona. Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Ariston Tjendra menjelaskan, nilai tukar rupiah sebenarnya sudah tertekan sejak Jumat (12/06), setelah selama empat hari mengalami konsolidasi.

“Pelaku pasar keuangan mulai mengantisipasi risiko gelombang kedua pandemi virus corona karena pembukaan ekonomi, seperti yang terjadi di AS dan beberapa negara lain, sehingga mempengaruhi nilai tukar termasuk rupiah,” kata Tjendra mengutip Katadata.co.id, Senin (15/06).

Risiko gelombang kedua ini mendorong pasar keluar dari aset berisiko dan beralih ke aset safe haven, salah satunya adalah dolar AS. Alhasil, nilai tukar dolar AS terhadap mata uang lain tercatat menguat, termasuk terhadap mata uang Asia.

Mengulik situs Bank Indonesia www.bi.go.id, hingga pukul 17.15 WIB, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada pada level Rp14.228 per dolar AS. Posisi ini menguat dibandingkan hari sebelumnya yang berada pada level Rp14.257 per dolar AS. Artinya nilai tukar rupiah terhadap nilai mata uang negeri Paman Sam mengalami penguatan sebesar 29 poin setara 0,20% dibandingkan penutupan perdagangan nilai tukar pada akhir pekan lalu (12/06).

Baca Juga:
Dampak New Normal Terhadap Inflasi
Era New Normal, Cerdas Mengelola Isi Kantong

Awal-awal dicanangkan pemberlakuan New Normal di Indonesia, rupiah sempat menguat hingga tembus di level Rp13 ribuan. Sayangnya pada penutupan perdagangan, Jumat (12/06) pergerakan nilai tukar rupiah berakhir mengalami pelemahan sebesar 113 poin atau 0,81% ke level Rp14.133 per dolar AS, setelah bergerak fluktuatif di kisaran level 14.060 – 14.213.

Mengutip bisnis.com, menurut Bank Indonesia (BI), pelemahan rupiah pada penutupan Jumat lalu (12/06) ke kisaran Rp14.000 per dolar AS dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah menegaskan pelemahan rupiah seharusnya hanya sementara karena pengaruh risk off atau sentimen global dari jatuhnya pasar saham AS, yang dipicu oleh gelombang kedua atau second wave wabah virus di Negeri Paman Sam yang telah menembus angka 2 juta orang terinfeksi.

Dalam laporan Perkembangan Indikator Stabilitas Rupiah yang dirilis Jumat (12/06), bank sentral mencatat rupiah melemah ke level Rp14.189 per dolar AS hingga Jumat dari posisi Rp13.850. Pelemahan rupiah makin dalam setelah ditutup terkoreksi 159 poin atau 1,21% dari posisi Rp13.950 pada Kamis (11/06).

Daftar sekarang dan dapatkan bunga hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang Sobat lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk Sobat yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]