Mana Teori Struktur Modal yang Terbaik Untuk Penerapan Usahamu?

1
11877
Teori Struktur Modal

Pada umumnya, sebuah usaha akan lebih mudah berkembang jika didukung oleh modal yang cukup. Sumber modal bisa berasal dari modal sendiri, utang jangka panjang, atau utang jangka pendek. Untuk menggambarkan pembiayaan permanen pada perusahaan ini, ada istilah yang disebut struktur modal.

Baik buruknya struktur modal akan berpengaruh secara langsung pada posisi keuangan perusahaan. Karena itu, pelaku usaha harus bisa menentukan langkah terbaik. Ada setidaknya 6 teori struktur modal yang dikenal saat ini. Nah, teori mana yang terbaik untuk penerapan usaha Anda?

  • Teori Pendekatan Tradisional

Dalam teori yang satu ini dipercaya adanya struktur modal optimal. Struktur modal berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan dapat berubah-ubah untuk mendapatkan nilai yang optimal.

  • Teori Pendekatan Modigliani & Miller (MM)

Berdasarkan teori ini, struktur modal tidak berpengaruh terhadap perusahaan. Ada dua jenis struktur modal dalam teori ini, yaitu teori MM tanpa pajak dan teori MM dengan pajak.

Teori MM tanpa pajak berpendapat bahwa struktur modal tidak relevan terhadap nilai perusahaan. Ada beberapa asumsi yang mendukung pernyataan tersebut, yaitu tidak ada agency cost, tidak ada pajak, investor dapat berutang dengan suku bunga yang sama dengan perusahaan, dan investor mendapatkan informasi seperti manajemen terkait masa depan perusahaan.

Menurut teori ini pula, tidak ada biaya kebangkrutan dalam struktur modal, aset dapat dijual dengan market value jika terjadi kebangkrutan, Earning Before Interest and Taxes (EBIT) tidak dipengaruhi utang, dan investor adalah price-takers.

Jenis kedua adalah teori MM dengan pajak. Karena teori tanpa pajak dianggap tidak masuk akal, Franco Modigliani dan Merton Howard Miller, pencipta teori MM, memasukkan faktur pajak. Pajak yang dibayar kepada pemerintah adalah aliran kas keluar. Nah, utang dapat menghemat pajak karena bunga dapat digunakan menjadi pengurang pajak.

  • Teori Trade-Off

Menurut teori Trade-Off, perusahaan akan berutang sampai pada tingkat tertentu. Penghematan pajak dari tambahan utang akan sama dengan biaya kesulitan keuangan. Di dalamnya ada biaya kebangkrutan atau reorganization dan biaya keagenan yang bertambah karena turunnya kredibilitas perusahaan. 

Ada yang menyebut bahwa perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas tinggi akan berusaha mengurangi pajak dengan cara meningkatkan rasio utang. Padahal, manajer keuangan jarang memikirkan itu. Rasio utang perusahaan dengan profitabilitas tinggi biasanya rendah. Jadi, situasi ini tidak sesuai dengan teori Trade-Off.

Baca juga: Pinjaman Modal Usaha di Akseleran Mudah, Aman dan Menguntungkan!

  • Teori Pecking Order

Dalam teori ini dijelaskan bagaimana perusahaan dengan tingkat keuntungan yang tinggi memiliki utang yang kecil. Spesifiknya, perusahaan memiliki urutan preferensi dalam hal menggunakan dana. Adapun skenario urutan tersebut adalah:

  • Perusahaan memilih pandangan internal yang diperoleh dari laba hasil kegiatan perusahaan. 
  • Perusahaan menghitung target rasio pembayaran berdasarkan perkiraan kesempatan berinvestasi.
  • Aliran kas yang diterima perusahaan akan lebih besar dibandingkan pengeluaran investasi pada saat tertentu karena kebijakan dividen yang konstan. Ini digabung dengan fluktuasi keuntungan dan kesempatan investasi yang tak bisa diperkirakan.
  • Jika pandangan eksternal diperlukan, perusahaan mengeluarkan surat berharga berupa utang, kemudian obligasi konvertibel, dan terakhir adalah saham.

Namun, faktanya tidak semua perusahaan menggunakan dana seperti skenario urutan tersebut. Ada banyak yang menerbitkan ekuitas untuk berutang demi bisa membiayai perusahaan. 

  • Teori Asimetri Informasi dan Signaling

Dalam teori struktur modal ini disebut pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan tidak memiliki informasi yang sama tentang prospek dan risiko perusahaan. Ada 2 jenis teori di dalamnya, yaitu Myers dan Majluf serta Signaling.

Menurut Myers dan Majluf, ada asimetri informasi yang terjadi di antara manajer dan pihak luar. Manajer memiliki informasi yang lengkap. Dalam teori Signaling, manajer akan mengkomunikasikan informasi mengenai perusahaan apabila yakin prospeknya baik dan ingin saham meningkat. 

Manajer bisa menggunakan utang sebagai sinyal karena berutang dianggap dapat menunjukkan bahwa perusahaan yakin dengan prospeknya. Investor diharapkan menangkap sinyal tersebut.

  • Teori Keagenan

Berdasarkan teori ini, struktur modal dibuat untuk mengurangi konflik antara berbagai kepentingan kelompok. Ada kecenderungan bahwa manajer menahan sumber daya untuk mengontrol sumber daya tersebut. Nah, utang dinilai dapat mengurangi konflik dengan konsep free cash flow. Manajer akan dipaksa mengeluarkan kas untuk membayar bunga jika perusahaan berutang.

Nah, inilah beberapa teori struktur modal yang bisa digunakan dalam tujuan mengembangkan perusahaan. Pastikan Anda memilih teori yang sesuai dengan kondisi saat ini demi kemajuan perusahaan.

Ajukan Pinjaman Sekarang dan Dapatkan Kemudahan Pinjaman Modal Usaha di Akseleran!

Dapatkan pinjaman dengan bunga kompetitif dan kemudahan proses pengajuan. Ajukan pinjaman untuk mengembangkan usahamu sekarang. Akseleran juga sudah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

pinjaman modal usaha

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]

1 COMMENT

Comments are closed.