Mengenal Istilah Profit Lebih dalam Beserta Rumusnya

0
187
Profit Adalah

Profit adalah target utama dalam bisnis. Makin tinggi profit suatu perusahaan, makin baik dampaknya bagi perkembangan bisnis tersebut. Namun tentunya, profit bukan cuma tujuan utama dalam berbisnis. Hanya saja, keuntungan adalah nafas dari bisnis itu sendiri. Oleh karenanya, sangat penting untuk memahami apa itu profit dan bagaimana rumus yang tepat dalam menghitungnya. 

Apa Itu Profit atau Laba? 

Profit adalah pendapatan yang tersisa setelah semua biaya dibayar. Biaya tersebut mencakup bahan, bunga utang, pajak, dan ongkos tenaga kerja. Singkatnya, profit adalah imbalan yang didapat pemilik bisnis atas investasi yang dilakukannya.

Laba Kotor atau Gross Profit

Laba kotor atau gross profit adalah keuntungan finansial yang diperoleh suatu perusahaan setelah dikurangi biaya yang terkait dengan penjualan dan produksi barang, atau biaya yang berhubungan dengan penyediaan layanan. 

Rumus Menghitung Gross Profit 

Gross Profit atau Laba Kotor = Total Pendapatan Penjualan — Harga Pokok Penjualan (HPP)

Rumus Menghitung Gross Profit Margin

Gross Profit Margin = (Laba Kotor : Total Pendapatan Penjualan) X 100

Contoh Menghitung Laba Kotor dan Gross Profit Margin

Sentosa adalah perusahaan yang menjual berbagai perlengkapan rumah tangga dari bahan plastik. Total pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk pada tahun 2019 adalah Rp500.000.000. Kemudian, total HPP (semua biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang) adalah Rp250.000.000.

*

Gross Profit atau Laba Kotor = Total Pendapatan Penjualan — Harga Pokok Penjualan (HPP)

Gross Profit atau Laba Kotor = Rp500.000.000 — Rp250.000.000 = Rp250.000.000

*

Gross Profit Margin = (Laba Kotor : Total Pendapatan Penjualan) X 100

Gross Profit Margin =  (Rp250.000.000 : Rp500.000.000) x 100 = 50%

Laba Operasional atau Operating Profit

Laba operasional atau operating profit adalah pendapatan total yang didapat dari bisnis inti, yang dihitung dalam periode tertentu dan tidak termasuk pengurangan bunga dan pajak. Jenis profit ini juga tidak mencakup keuntungan yang diperoleh dari investasi tambahan yang Anda lakukan, seperti pendapatan yang didapat dari bisnis lain yang menjadi bagian dari perusahaan.

Karena itu, operating profit dianggap sebagai indikator yang akurat dalam mengukur kesehatan suatu bisnis—karena diperoleh dengan cara menghilangkan semua faktor asing dalam penghitungannya. 

Rumus Menghitung Operating Profit 

Operating Profit atau Laba Operasional = Total Pendapatan — Harga Pokok Penjualan (HPP) — Biaya Tidak Langsung (Depresiasi, Amortisasi, dll)

Rumus Menghitung Operating Profit Margin

Operating Profit Margin = (Laba Operasional : Total Pendapatan Penjualan) X 100

Contoh Menghitung Laba Operasional dan Operating Profit Margin

Abu menjual berbagai model baju seragam sekolah. Total pendapatan yang didapat dari penjualan produk pada tahun 2019 adalah Rp400.000.000, dengan HPP sebesar Rp200.000.000 dan biaya tidak langsung (biaya administrasi) senilai Rp50.000.000.

*

Operating Profit atau Laba Operasional = Total Pendapatan — Harga Pokok Penjualan (HPP) — Biaya Tidak Langsung (Depresiasi, Amortisasi, dll)

Operating Profit atau Laba Operasional = Rp400.000.000 — Rp200.000.000 — Rp50.000.000 = Rp150.000.000

*

Operating Profit Margin = (Laba Operasional : Total Pendapatan Penjualan) X 100

Operating Profit Margin = (Rp150.000.000 : Rp400.000.000) X 100 = 37,5%

Laba Bersih atau Net Profit 

Laba bersih atau net profit adalah total pendapatan yang diperoleh suatu perusahaan setelah dikurangi semua biaya. Para analis bisnis juga sering menyebut laba bersih dengan istilah bottom line (garis bawah). Hal ini karena angka laba bersih umumnya ditulis di bagian paling bawah laporan pendapatan. 

Baca juga: Unsur Serta Jenis Laba yang Perlu Kamu Ketahui!

Rumus Menghitung Net Profit 

Net Profit atau Laba Bersih = Total Pendapatan — Beban Usaha (Pajak, Bunga Pinjaman, Dll)

Rumus Menghitung Net Profit Margin

Net Profit Margin = (Laba Bersih : Beban Usaha) X 100

Contoh Menghitung Laba Bersih dan Net Profit Margin

Perkasa memiliki usaha pembuatan keramik lantai. pendapatan yang diperoleh dari total penjualan produk pada tahun 2019 adalah Rp600.000.000. Di sisi lain, PT. Perkasa juga memiliki beban pajak Rp10.000.000 dan bunga pinjaman jatuh tempo senilai Rp15.000.000

*

Net Profit atau Laba Bersih = Total Pendapatan — Beban Usaha

Net Profit atau Laba Bersih = Rp600.000.000 — Rp10.000.000 — Rp15.000.000 = Rp575.000.000

*

Net Profit Margin = (Laba Bersih : Total Pendapatan) X 100

Net Profit Margin = (Rp575.000.000 : 600.000.000) X 100 = 95,8%

Demikian cara menghitung jenis-jenis profit dalam bisnis. Semua hasil perhitungan tersebut tentunya dibutuhkan untuk menganalisis seberapa baik atau sehat kondisi finansial perusahaan Anda. 

Nikmati Profit dari Pengembangan Dana yang Optimal di Platform P2P Lending Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]