Plant-Based Investment: Peluang Investasi di Industri Makanan Nabati yang Menjanjikan

0
528
Plant-Based Investment

Plant-based investment atau investasi makanan nabati semakin populer di kalangan investor. Dalam beberapa tahun terakhir, minat konsumen terhadap produk makanan nabati semakin tinggi, alhasil mendorong pertumbuhan industri ini secara signifikan.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang investasi ini dan potensi keuntungan serta risiko yang terkait.

Pengertian Plant-Based Investment

Plant-based investment adalah investasi dalam industri makanan yang berfokus pada produk makanan yang terbuat dari bahan-bahan nabati. Asal-usul investasi ini bisa ditelusuri ke berbagai faktor yang memengaruhi tren makanan dan gaya hidup masyarakat.

Pada awalnya, tren veganisme dan vegetarianisme di kalangan konsumen menjadi dorongan di balik investasi dalam makanan nabati.

Namun, saat ini, plant-based food investments menjadi tren yang semakin populer karena semakin banyak perusahaan makanan yang memperkenalkan produk-produk baru dalam kategori ini dan permintaan konsumen yang semakin meningkat.

Demand yang bertambah dari konsumen untuk produk makanan nabati yang sehat, didorong oleh peningkatan awareness tentang dampak lingkungan dari makanan yang dikonsumsi, menjadi faktor utama dalam pertumbuhan dan kepopuleran investasi ini.

Sementara itu, investasi dalam sektor makanan nabati menarik minat sejumlah kalangan karena beberapa alasan.

Pertama-tama, industri makanan nabati mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Di Indonesia sendiri, 73% responden dalam sebuah survei oleh Rakuten Insight (2022) menyatakan bahwa mereka telah mengonsumsi alternatif dari produk hewani.

Alhasil, ada potensi pertumbuhan dan keuntungan yang menarik bagi para investor di sektor ini.

Kedua, kebutuhan akan makanan yang lebih sehat semakin meningkat di kalangan konsumen. Dengan semakin banyak orang yang beralih ke pola makan nabati untuk alasan kesehatan dan lingkungan, permintaan akan produk plant-based yang lebih sehat terus meningkat.

Ketiga, industri makanan nabati juga dianggap lebih ramah lingkungan dan sustainable, yang menjadi kekhawatiran penting bagi banyak orang saat ini. Produksi makanan nabati lebih efisien dan lebih sedikit menyebabkan dampak lingkungan daripada produksi daging dan produk hewani.

Jenis-Jenis Plant-Based Investment

Ada beberapa jenis plant-based investments, antara lain:

1. Pembiayaan Awal (Seed Funding)

Pembiayaan awal adalah jenis investasi yang dicurahkan pada tahap awal pengembangan produk atau perusahaan. Pada tahap ini, investor memberikan modal awal untuk membantu memulai pengembangan produk dan bisnis.

Contoh dari jenis investasi ini adalah pembayaran modal awal untuk perusahaan pembuat protein nabati seperti Beyond Meat dan Impossible Foods.

2. Modal Ventura (Venture Capital)

Di sisi lain, modal ventura adalah jenis investasi di mana investor yang memiliki modal besar berinvestasi pada perusahaan yang telah melalui tahap awal dan memiliki potensi untuk tumbuh menjadi perusahaan besar.

Contohnya, pengembangan produk susu nabati oleh perusahaan start-up seperti Oatly dan Califia Farms, yang menerima modal ventura untuk membantu pengembangan produk dan ekspansi.

Baca juga: Mengenal Venture Capital, Pengertian, Cara Kerja, Keberadaan hingga Jenisnya

3. Investasi Swasta (Private Equity)

Investasi swasta adalah jenis investasi yang diberikan oleh investor yang mengambil saham minoritas atau mayoritas pada perusahaan dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan dan meraup keuntungan di masa depan.

Salah satu contoh dari investasi ini adalah investasi oleh perusahaan investasi swasta, seperti CVC Capital Partners, pada perusahaan produsen makanan nabati seperti Green Chef, perusahaan meal kit yang mengkhususkan diri dalam organic plant-based food.

4. Crowdfunding

Pada dasarnya, crowdfunding dapat didefinisikan sebagai jenis investasi yang melibatkan banyak investor kecil yang memberikan dana untuk mendukung pengembangan produk atau perusahaan tertentu.

Contohnya, investasi crowdfunding pada perusahaan-perusahaan makanan nabati skala kecil seperti Miyoko’s Creamery. Miyoko’s Creamery adalah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam produksi keju dan mentega nabati.

5. Initial Public Offering (IPO)

IPO adalah proses di mana perusahaan menjual saham pertamanya kepada publik melalui bursa saham. Perusahaan yang mengalami IPO dapat mengumpulkan dana tambahan yang dapat digunakan untuk pengembangan produk atau ekspansi.

Misalnya, Beyond Meat melakukan IPO pada tahun 2019, di mana perusahaan ini berhasil mengumpulkan dana sekitar $240 juta.

Dalam semua jenis investasi, penting untuk memperhitungkan potensi risiko dan keuntungan untuk membuat keputusan yang tepat.

Keuntungan Plant-Based Investment

Berinvestasi di sektor makanan nabati menawarkan beberapa keuntungan bagi Anda. Berikut beberapa di antaranya:

1. Pertumbuhan Pasar yang Tinggi

Sektor makanan nabati mengalami pertumbuhan pasar yang tinggi, terutama di kalangan konsumen yang semakin sadar akan kesehatan dan lingkungan.

Alhasil, pertumbuhan ini membuka peluang untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan makanan nabati yang berkembang pesat dan menawarkan potensi keuntungan yang menarik bagi investor.

2. Permintaan yang Meningkat

Faktanya, keuntungan akan makanan nabati semakin meningkat di seluruh dunia. Permintaan yang meningkat ini memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan makanan nabati untuk tumbuh dan berkembang. Selain itu, demand tinggi tersebut juga akan membuka peluang bagi investor untuk berinvestasi.

3. Ramah Lingkungan

Industri makanan nabati dianggap lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dibandingkan dengan industri makanan hewani. Produksi makanan plant-based lebih efisien sekaligus lebih sedikit menyebabkan dampak lingkungan daripada produksi daging dan produk hewani.

4. Potensi Inovasi dan Perkembangan Produk

Selanjutnya, sektor makanan nabati menawarkan potensi inovasi dan pengembangan produk yang terus berkembang. Para produsen makanan nabati terus mengembangkan produk baru dan meningkatkan kualitas produk yang ada untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin meningkat.

5. Peran Sosial

Terakhir, berinvestasi di sektor makanan nabati juga memberikan kesempatan untuk memainkan peran sosial dan mendukung perkembangan industri makanan nabati yang lebih berkelanjutan dan sehat di masa depan.

Potensi Risiko yang Mungkin Terjadi 

Seperti semua jenis investasi, berinvestasi di industri plant-based food juga memiliki risiko yang perlu Anda pertimbangkan sebelum membuat keputusan investasi. Berikut ini beberapa risiko yang mungkin terjadi dalam berinvestasi di sektor makanan nabati:

1. Persaingan yang Ketat

Industri makanan nabati merupakan industri yang berkembang pesat, sehingga persaingan di dalamnya sangat ketat. Saat ini, banyak perusahaan makanan nabati yang sudah terjun di dalamnya dan semakin banyak bermunculan, sehingga investor harus bersaing untuk mempertahankan pangsa pasar.

2. Risiko Produksi dan Pasokan

Sebagaimana semua jenis industri, sektor makanan nabati juga memiliki risiko produksi dan pasokan. Ketersediaan bahan baku yang terbatas, perubahan cuaca yang tidak terduga, dan masalah produksi lainnya dapat memengaruhi kualitas dan jumlah produksi, serta pengiriman produk tepat waktu.

Baca juga: Pengertian Serta Contoh Kegiatan Produksi!

3. Peraturan Pemerintah

Di samping itu, regulasi dan peraturan pemerintah dapat mempengaruhi pasar dan keuntungan perusahaan di sektor makanan nabati. Peraturan pemerintah yang ketat tentang produk makanan nabati atau pabrik produksi dapat memengaruhi operasi bisnis dan membatasi pertumbuhan perusahaan.

4. Fluktuasi Harga Bahan Baku

Selanjutnya, fluktuasi harga bahan baku dapat memengaruhi biaya produksi dan keuntungan perusahaan. Ketidakstabilan harga bahan baku dapat mengurangi keuntungan perusahaan dan meningkatkan risiko kerugian.

5. Risiko Perubahan Permintaan Pasar

Terakhir, permintaan pasar dapat berubah secara tiba-tiba dan mempengaruhi penjualan produk makanan nabati. Perubahan tren konsumen, seperti penurunan minat pada produk tertentu atau kecenderungan konsumen yang beralih ke produk alternatif, dapat mempengaruhi keuntungan dan pertumbuhan perusahaan.

Kesimpulan

Plant-based investment menawarkan peluang investasi yang menarik bagi investor yang mencari portofolio yang berkelanjutan dan berorientasi pada masa depan. Namun, seperti semua jenis investasi, investor harus mempertimbangkan risiko-risiko yang mungkin terjadi sebelum membuat keputusan investasi.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].