Pengertian Serta Contoh Kegiatan Produksi!

0
35359
Kegiatan Produksi

Tahukah kamu bahwa setiap barang telah melalui proses panjang sampai akhirnya sampai di tangan untuk dikonsumsi? Semua berawal dari kegiatan produksi. Tanpa tahapan ini, bisa jadi kamu bakal kesulitan memperoleh barang. 

Lantas, apa yang dimaksud produksi dalam bisnis? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Kegiatan Produksi?

Rangkaian kegiatan yang melahirkan produk atau nilai produk disebut proses produksi. Sebuah bisnis melakukan proses ini agar bisa mendapat profit atau keuntungan. Dengan kata lain, produksi berperan menambah atau menciptakan nilai guna barang. 

Ketika penambahan daya guna benda dilakukan tanpa pengubahan bentuk, maka disebut produksi jasa. Sementara, saat penambahan daya guna benda melewati proses pengubahan sifat dan bentuk, proses itu dikenal sebagai produksi barang. 

Tujuan produksi terutama adalah memenuhi kebutuhan manusia. Ketika jumlah persediaan barang dan jasa mencukupi, manusia mampu mencapai kemakmuran. Itulah mengapa kegiatan produksi mengambil peranan penting dalam kehidupan manusia. 

Lebih lanjut, operasional produksi barang dan jasa menjadi tanggung jawab pemilik usaha. Selain menjaga kepentingan manusia secara umum, pemilik usaha juga memperoleh keuntungan finansial terkait perannya sebagai produsen. 

Baca juga: 5 Konsep Pemasaran yang Dapat Membantu Kembangkan Usahamu

Faktor Pendukung Kegiatan Produksi

Proses penambahan nilai guna suatu barang tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan faktor-faktor berikut. 

  • Sumber Daya Alam

Segala sesuatu yang disediakan alam bisa berfungsi sebagai bahan baku atau bahan mentah proses produksi. Masuk dalam kategori ini adalah hewan dan tumbuhan, udara, air, tanah, dan sinar matahari, serta mineral dan berbagai bahan tambang.

  • Sumber Daya Manusia

Semua kemampuan atau usaha manusia secara jasmani dan rohani yang dipakai guna meningkatkan nilai manfaat barang. Terdapat dua pembagian kelompok ini, yaitu:

  1. SDM menurut kualitas
    1. Tenaga kerja terdidik. Butuh pendidikan formal agar bisa menjalankan profesinya, seperti arsitek, dokter, dan psikolog.
    2. Tenaga kerja terampil. Perlu keterampilan khusus supaya bisa menuntaskan pekerjaannya, contoh penjahit, supir, dan penata rias.
    3. Tenaga kerja informal (tidak terdidik dan tidak terlatih). Tanpa pendidikan atau pelatihan khusus tetap bisa bekerja, seperti kuli bangunan dan petugas kebersihan.
  2. SDM menurut sifat pekerjaan
    1. Tenaga kerja jasmani, mengandalkan tenaga fisik dalam bekerja. Contoh, kuli panggul dan nelayan.
    2. Tenaga kerja rohani, melibatkan lebih banyak pikiran dan perasaan saat bekerja. Misalnya, guru, psikolog, dokter, dan seniman.
  • Sumber Daya Modal

Modal ibarat “bahan bakar” bagi produsen untuk menjalankan roda produksi suatu usaha. Pengelompokkan modal dilakukan menurut faktor berikut.

  1. Sifat
    • Modal tetap, bisa dipakai berulang kali. 
    • Modal lancar, habis dalam satu periode produksi.
  2. Sumber
    • Modal sendiri, berasal dari pemilik perusahaan sendiri.
    • Modal asing, bersumber dari pihak eksternal atau luar perusahaan.
  3. Kepemilikan
    • Modal individu, berupa modal perorangan yang hasilnya jadi sumber pendapatan pemilik modal.
    • Modal publik, bisa bersumber dari pemerintah dan hasil dipakai demi kepentingan umum.
  4. Bentuk
    • Modal abstrak, tidak terlihat nyata tetapi memiliki nilai penting, seperti hak paten, izin edar, dan sertifikasi halal.
    • Modal konkret, terlihat nyata dengan wujud fisik, contoh mesin, kendaraan, dan bangunan.
  • Keterampilan dan Keahlian

Kegiatan produksi bisa berjalan lancar ketika individu mempunyai keterampilan dan keahlian guna mengelola faktor produksi yang disebut tadi. Contohnya, keahlian dalam perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan penggerakan.

  • Sumber Daya Informasi

Dimulai dari mencari tahu tren pasar, kebutuhan konsumen, sampai data pelanggan, semua akan mendukung jalannya produksi. Ditunjang oleh kemajuan teknologi informasi, kamu akan mudah mendapatkan berbagai data penting supaya proses produksi lebih optimal.

Contoh Kegiatan Produksi

Beberapa contoh kegiatan produksi bisa kamu simak dari lingkungan sekitar, seperti diuraikan di bawah ini.

  1. Nelayan menangkap ikan untuk kemudian dijual di tempat pelelangan ikan.
  2. Petani menanam dan mengolah sawah untuk memproduksi padi.
  3. Industri rumah tangga mengolah singkong dan dikemas menjadi keripik singkong pedas untuk dijual di toko oleh-oleh.
  4. Pabrik konveksi memproduksi kaos berbagai model yang kemudian dijual di departemen store.
  5. Perusahaan memproduksi berbagai barang kebutuhan rumah tangga, seperti deterjen, sabun mandi, sabun pencuci piring, dan pewangi pakaian.
  6. Psikolog membuka biro konsultasi yang melayani rekrutmen dan asesmen karyawan.
  7. Sutradara memproduksi film bersama aktor, aktris, dan kru film.

Memahami kegiatan produksi akan membantu kamu dalam penyusunan strategi distribusi barang dan jasa nantinya. Produksi jadi bagian inti ketika kamu menjalankan sebuah bisnis. Maka, segala aspek terkait manajemen proses produksi perlu diperhatikan supaya bisnis ini bisa berjalan optimal dan memberi keuntungan maksimal.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]