Perhatikan Rekomendasi Lima Saham Terkuat

0
213
Ilustrasi Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Sumber Tempo

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 23,42 poin atau setara 0,41% di level 5.783 pada perdagangan hari ini Jumat (27/11), dibandingkan perdagangan Kamis (26/11) yang ditutup di level 5.754.

Hans Kwee selaku Pengamat Pasar Modal sekaligus Direktur Utama PT Anugerah Mega Investama mengatakan, kemarin Kamis (26/11) IHSG sempat melemah, tetapi hari ini Jumat (27/11) IHSG menguat kembali. Hal ini ditopang atas optimisme pasar dengan vaksin Covid-19 yang semakin berkembang atau menunjukkan hasil positif. Salah satunya Pfizer yang akan banyak digunakan oleh emerging market.

Menurut Hans, selain isu vaksin Covid-19, tetapi juga adanya sentimen dari Joe Biden yang menunjuk mantan kepala Fed yakni Janet Yellen sebagai calon Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), yang merupakan seorang ekonom yang pro tenaga kerja.

Tak hanya itu, lanjut Hans, Biden juga menyampaikan bahwa federal tidak bisa bekerja sendiri sehingga kemungkinan AS akan menggelontorkan stimulus lebih besar yakni sebesar US$2,2 triliun.

“Ketiga sentimen itu yang mendorong optimisme pasar, meski pasar masih optimis, investor tetap berhati-hati, karena ini terlihat (kenaikan IHSG) sangat optimis,” ujar Hans kepada Akseleran, Jumat (27/11).

Sentimen dalam negeri, data ekonomi yang cukup bagus yakni menurut G20, Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan pertumbuhan terbaik kedua di Asia setelah Cina.

Hans memprediksi IHSG pekan depan akan bergerak di level 5.820 – 5.860 dengan memperhatikan saham-saham TOWR, ASII, TLKM, UNVR, dan BBNI.

Baca Juga:
Rekomendasi 5 Saham yang Layak Dilirik
Siap-siap Koleksi Lima Saham ini Pekan Depan

Sementara Siswa Rizali selaku Pengamat Pasar Modal menilai, penguatan IHSG masih relatif kecil jika dibandingkan pasar saham di Amerika Serikat (AS). Mengingat sejak awal tahun, AS sudah mengalami penguatan sebesar 10%, sementara IHSG untuk kembali tembus ke level tertingginya di 6.500 pun masih dikatakan sulit.

“Meski IHSG rally, tapi sebelumnya sempat turun, jadi belum dirasakan oleh semua sektor,” ujar Rizali kepada Akseleran, Jumat (27/11).

Menurut Rizali, di masa pandemi Covid-19 investor diminta lebih cermat dalam mengoleksi saham. Caranya adalah dengan memperhatikan kinerja emiten.

“Jika di masa pandemi tetap menunjukkan kinerja yang bagus, gimana di masa baik?” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Rizali, harga saham-saham di Indonesia saat ini tergolong sangat murah, terutama saham-saham small cap. Rizali merekomendasikan RALS, RANC, BIRD, ASGR, dan BEST untuk dikoleksi. Sementara untuk saham-saham big cap seperti, BBCA, TLKM, SMGR, INTP dan BMRI.

Rizali memprediksi, IHSG akan bergerak di level 5.800 – 5.850 sepanjang pekan depan.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]