Kenalan dengan Obligasi Ritel Indonesia, Investasi Aman

0
1021
Obligasi Ritel Indonesia

Punya modal yang menganggur, tetapi bingung mau diinvestasikan ke mana? Ada banyak jenis investasi yang bisa dijalankan. Namun, setiap aktivitas bisnis harus dilaksanakan sesuai kemampuan. Nekat berinvestasi tanpa persiapan yang matang hanya akan menimbulkan kerugian besar.

Investasi sudah pasti mengandalkan instrumen agar dapat berjalan. Salah satu jenis instrumen yang dikenal di masyarakat adalah obligasi. Terlebih, bagi investor yang menginginkan kepastian tingkat imbal hasil, sebaiknya turut mengandalkan obligasi selain reksa dana atau saham. Kini sudah tersedia produk investasi berbentuk efek utang pemerintah bernama Obligasi Ritel Indonesia atau ORI. 

Penasaran dengan seluk-beluk ORI? Mari mencari tahu dari pembahasan di bawah ini.

Apa Itu ORI?

Obligasi Ritel Indonesia, atau yang juga dikenal dengan sebutan Obligasi Negara Ritel, merupakan produk obligasi negara yang diperjualbelikan oleh agen penjual dan perseorangan WNI dengan jumlah minimal yang telah dipatok. ORI berfungsi sebagai pengelola portofolio utang negara, alat perluasan basis investor, pembiayaan bujet negara, serta diversifikasi sumber pembiayaan.

ORI diterbitkan oleh pemerintah sebagai modal pembangunan negeri. Pemerintah lebih memilih berutang kepada masyarakat ketimbang menambah utang luar negeri. Selain itu, ORI berisi utang dalam jumlah yang sudah ditentukan dan akan dibayar lunas dalam jangka waktu tertentu. Investasi menggunakan ORI memang terbebankan oleh bunga tinggi, tetapi risikonya amat minim. 

Manfaat dari Investasi Obligasi Ritel Indonesia

ORI punya dua sumber profit, yaitu bunga atau kupon rutin serta potensi profit akibat naiknya harga di pasar sekunder. Selain dua hal tersebut, ORI juga menjadi agunan yang bisa diperdagangkan ketika pemilik membutuhkan dana. Coba simak penjelasan berikut.

  • Kupon Bunga ORI

Bicara soal investasi aman, obligasi yang satu ini memang cocok untuk seseorang yang tidak mau mengambil risiko besar. Hal tersebut karena profit diperoleh dari kupon berjumlah tetap yang dibayarkan secara rutin. Terlebih, kupon tak terdampak fluktuasi pasar sehingga Anda tidak perlu khawatir bila keuntungan akan berkurang. Sebagian orang menganggap kupon seperti gaji karena diterima setiap bulan tanpa mengalami perubahan jumlah.

Kupon ORI017 saat ini berada di angka 6,40 persen. Cukup tinggi, bukan? Namun, harus ingat kalau kupon nantinya akan dikenakan pajak atas transaksi bunga obligasi sekaligus capital gain. Kupon ORI lebih sering berada di atas inflasi ketimbang di bawahnya. Hal tersebut penting untuk diketahui karena investasi bertujuan memperoleh hasil lebih banyak dari inflasi.

  • Capital Gain

Berbeda dengan deposito, ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder alias Bursa Efek Indonesia. Investor yang mau mencairkan sebelum tenggat dapat menjualnya di pasar tersebut. Harga pasar biasanya lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai pokok awal. Investor tentunya akan mendapatkan keuntungan atau capital gain jika harganya lebih tinggi. Sebaliknya, harga lebih rendah akan mengakibatkan kerugian atau capital loss.

Apa Saja Risikonya?

Investasi dalam bentuk apa pun pastinya memiliki risiko. Berikut adalah beberapa kemungkinan yang patut Anda cermati.

  • Gagal bayar

Surat utang tak menjamin si penerbit bisa melunasi utangnya atau tidak. Jadi, ketika penerbit gagal membayar kewajiban pokok beserta bunga, investor akan terkena dampaknya. Namun, ORI termasuk pengecualian. Hal tersebut karena negara menjamin pelunasan kupon dan pokok SUN (Surat Utang Negara) hingga waktu tenggatnya dalam undang-undang. Terlebih, APBN telah menyediakan dana setiap tahun.

Baca juga: Mengalami Gagal Bayar di P2P Lending? Cek Beberapa Hal Ini Dulu

  • Likuiditas

Likuiditas berpotensi merugikan investor ketika kesulitan menjual ORI di pasar sekunder dengan harga yang lazim sebelum tanggal jatuh tempo. Anda dapat mengantisipasi hal ini dengan menjadikan ORI sebagai jaminan transaksi efek di pasar modal, menjualnya ke broker, atau jaminan pengajuan pinjaman ke lembaga keuangan.

  • Pasar

Sewaktu penurunan harga ORI terjadi di pasar sekunder, investor akan mengalami kerugian. Risiko pasar hanya terjadi ketika pemilik obligasi benar-benar membutuhkan dana sebelum tenggat. Anda hanya perlu bersabar menunggu kupon setiap bulan sehingga tak perlu khawatir dengan penurunan harga.

Itulah seluk-semeluk mengenai Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang wajib dipahami. Profit yang didapatkan dari obligasi tersebut memang cukup menggiurkan, apalagi prosesnya terbilang aman. Namun, Anda tetap harus menganalisis secara detail sebelum terjun ke investasi obligasi. Semoga informasi di atas bermanfaat dan menambah wawasan, ya!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100 Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]