Kenali Tiga Budaya Kuat Majunya Bisnis Alibaba

0
347
Kantor Pusat Alibaba Group di Hangzhou - China, Sumber Photo: Aly Song - Reuters

Setiap perusahaan memiliki konsep budaya kerja yang berbeda. Bagaimanapun juga budaya kerja dan perilaku pegawai sangat penting untuk memberikan pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja perusahaan dan menentukan maju mundurnya suatu bisnis yang sedang dijalankan di masa yang akan datang.

Apalagi di masa sekarang tantangan semakin bertambah dengan masih mewabahnya pandemi Covid-19 yang mengharuskan suatu perusahaan lebih teliti lagi dalam mengambil langkah atau kebijakan. Jika salah sedikit saja, bisa menggiring perusahaan menjadi bangkrut.

Agar berjalan dengan benar, salah satu pendiri perusahaan e-commerce raksasa Alibaba, Joe Tsai, mengatakan terdapat 3 (tiga) sifat yang diyakini berperan penting dalam membentuk budaya Alibaba Group sehingga sukses membentuk bisnis Alibaba bernilai US$697 miliar atau lebih dari Rp10 ribu triliun (jika dikalikan kurs referensi jisdor Rp14.623 per dolar Amerika Serikat, 5 Agustus 2020).

Ketiga sifat tersebut adalah “Misi, Visi dan Nilai-Nilai Perusahaan”

Mengutip CNBC.com, Joe Tsai yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Eksekutif Alibaba Group menuturkan, dengan memiliki misi, artinya perusahaan memiliki alasan untuk terus eksis selain menghasilkan keuntungan.

“Di Alibaba, jika Sobat memiliki budaya berarti memiliki misi,” kata Tsai.

Sifat kedua adalah membangun visi untuk masa depan. Dalam membentuk perusahaan atau memajukan perusahaan, Sobat perlu mengetahui terlebih dahulu, ingin jadi perusahaan apa? Di posisi mana perusahaan ingin berada?

“Visi tersebut bisa menjadi target lima tahun atau sepuluh tahun bagi perusahaan,” lanjutnya.

Menurut Tsai, sifat terakhir atau sifat ketiga adalah nilai-nilai perusahaan. Misalkan, nilai apa yang ingin dijalani? Bagaimana mengakomodir karyawan, apakah bekerja di dalam dan di luar kantor? Dan sebagainya.

“Tiga sifat tersebut yang akhirnya membentuk kami di Alibaba,” jelas Tsai.

Seperti diketahui, Alibaba diluncurkan pada tahun 1999, pertama sebagai platform e-commerce bisnis ke bisnis. Saat ini, perusahaan raksasa teknologi multi-cabang ini menawarkan berbagai produk dan layanan, mulai dari komputasi awan (cloud) dan hiburan hingga layanan pembayaran.

Meski demikian, Alibaba Group tetap memiliki misi yang sama untuk memudahkan keberlangsungan bisnis.

Ide misi itu muncul bersama pendiri dan afiliasi mantan CEO Jack Ma dengan budaya yang dikenal sebagai “Xia Yi” yang dipopulerkan oleh novelis seni bela diri terkenal yakni Jin Yong. Istilah ini bisa diterjemahkan sebagai rasa keadilan dan membantu yang lemah.

“Membangun budaya dalam skala besar, setelah budaya itu terbentuk, maka misi itu telah ditanamkan oleh perusahaan kepada orang yang tepat,” kata Tsai.

Baca Juga:
Rata-rata Kekayaan Lima Orang Indonesia ini Naik US$3-4 Miliar
Cara Mudah Kembangkan Dana di P2P Lending
Ini Perbedaan P2P Lending Produktif dan Konsumtif

Tsai menambahkan, bagi Alibaba di masa-masa awal “menanamkan budaya” itu mudah. Karena misi dibentuk oleh 18 pendiri, sehingga ada banyak orang yang “membentuk misi” kepada karyawan baru. Tetapi sekarang dengan staf yang menjangkau skala internasional dengan jumlah karyawan sekitar 120.000 orang, maka mengutamakan hak adalah sangat penting.

“Ketika ingin meningkatkan skala bisnis, harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk orang,” ujar Tsai.

Menurut Tsai, mencari orang yang tepat dan menempatkan mereka di tempat yang tepat untuk melakukan hal yang benar. Tantangan terbesarnya adalah “orang”, tetapi memperbaiki aspek orang juga merupakan hal yang paling memuaskan.

Menjadi pemimpin pasti ingin memiliki insting yang tajam perihal siapa orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat. “Itu tidak hanya berarti menemukan orang yang tepat untuk bisnis, tetapi juga mengidentifikasi peran terbaik bagi mereka,” kata Tsai.

Sehingga budaya di Alibaba selalu mengatakan tidak ada talenta terbaik. Adanya talenta yang tepat, di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat.

Oleh karena itu, para pemimpin besar harus membantu orang melangkah maju ke posisi di mana mereka dapat berkembang bahkan menjadi unggul. Sehingga seorang pemimpin perlu memiliki ciri-ciri kepribadian yang baik agar dapat menjadi indikator kesuksesan perusahaan.

“Jika orang datang ke suatu organisasi dan menyajikan energi negatif, karena hal itu buruk lalu ingin menyingkirkan energi negatif itu dengan cepat, jika tidak bisa memengaruhi anggota tim lainnya. Tetapi orang-orang yang membawa energi positif akan memotivasi dan menginspirasi rekan satu tim mereka,” tuturnya.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]