Ini Perbedaan P2P Lending Produktif dan Konsumtif

0
1737

Ekosistem digital di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang sangat subur. Masyarakat pun semakin familiar dengan berbagai pilihan dan layanan bertransaksi termasuk pengajuan pinjaman. Mungkin Sobat, dahulu jika ingin meminjam dana sumber pinjaman berasal dari teman, keluarga atau bank, tetapi sekarang telah muncul alternatif pinjaman secara online yakni melalui financial technology (fintech).

Tren layanan fintech beberapa tahun belakangan ini terus berkembang, salah satunya adalah fintech jenis pinjaman online atau disebut sebagai Peer to Peer (P2P) Lending. P2P Lending merupakan penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman (Lender) dengan penerima pinjaman (Borrower) dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet.

Seiring perkembangan industri, saat ini ada sebanyak 161 perusahaan P2P Lending legal atau yang sudah berizin dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari seluruh jumlah tersebut, ada yang merupakan P2P Lending Produktif dan P2P Lending Konsumtif.

P2P Lending Produktif

P2P Lending dengan jenis produktif bisa dikatakan sebagai salah satu jenis P2P Lending yang paling populer di Indonesia. Kenapa? Karena modal dari pemberi dana (Lender) akan digunakan oleh pelaku usaha atau peminjam (Borrower) untuk melakukan kegiatan pinjaman yang berkaitan dengan kegiatan bisnis. Artinya, Sobat bisa turut menyertakan dana atau menjadi pemodal secara langsung dalam mengembangkan bisnis si pelaku usaha yang tengah membutuhkan dana segar atau dana tambahan.

Berikut beberapa kriteria P2P Lending Produktif:

  • Tingkat Bunga
    P2P Lending produktif biasanya tidak menerapkan bunga harian melainkan menawarkan bunga yang relatif rendah mulai dari 5% bahkan hingga 31% per tahun. Acuan bunga pinjaman P2P Lending produktif biasanya adalah tingkat bunga pinjaman lembaga keuangan, seperti bank (Buku 1 dan 2), Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan lainnya. Penyelenggara P2P Lending biasanya tidak mengambil keuntungan dari biaya bunga yang menjadi sepenuhnya milik pemberi pinjaman. Dalam memperoleh keuntungan pun, P2P Lending produktif memotong biaya administrasi dari peminjam. Keuntungan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh P2P Lending produktif untuk kegiatan mitigasi risiko sehingga tetap memberikan manfaat baik bagi penyedia layanan P2P Lending, peminjam maupun pemberi pinjaman.
  • Tenor Pinjaman
    Tenor pinjaman P2P Lending produktif mulai dari 1(satu) bulan hingga 6 (enam) bulan bahkan hingga 12 (dua belas) bulan. Beberapa P2P Lending produktif pun biasanya menawarkan jenis pembayaran yang mana peminjam (borrower) bisa memilih, apakah ingin membayar bunganya saja tiap bulan lalu bunga plus pokok di akhir tenor, atau bunga dan pokok setiap bulannya sesuai persetujuan di awal peminjaman yang disepakati kedua belah pihak.
  • Penilaian Risiko
    Untuk menekan angka Non Performing Loan (NPL). Penyelenggara P2P Lending produktif sangat mempertimbangkan kondisi finansial peminjam dengan melakukan analisis kredit untuk menentukan risiko peminjam secara keseluruhan. Selain itu, P2P Lending produktif sering juga disebut dengan “pinjaman gotong royong” dan sangat mengedepankan transparansi. Segala informasi yang dibutuhkan oleh peminjam atau pemberi pinjaman disediakan secara lengkap di situs penyelenggara layanan, seperti informasi produk, cara kerja, perhitungan bunga, risiko, dan profil pemilik. Lewat dashboard, peminjam dan pemberi pinjaman dapat memantau proses pendanaan yang sedang berjalan. Produk yang ditawarkan P2P Lending produktif juga lebih beragam untuk memenuhi kebutuhan produktif.

Baca Juga:
Kenali Fintech P2P Lending Berizin dan Terdaftar di OJK
TERBARU: Kiat Akseleran Memasuki Era Normal Baru

P2P Lending Konsumtif

P2P Lending konsumtif dengan jenis ini bisa disebut juga sebagai Payday Loan yang umumnya memberikan pinjaman yang berasal dari 2 (dua) jenis lender yaitu crowdfunding dan ada juga dari super lender.

Berikut beberapa kriteria P2P Lending konsumtif:

  • Tingkat Bunga
    Dalam memberikan pinjaman, P2P Lending konsumtif atau payday loan menawarkan bunga harian mulai dari 0,8% bahkan hingga 300% per tahun. Suku bunga yang digunakan tidak seperti tingkat bunga pinjaman lembaga keuangan atau Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan lainnya. Penyelenggara P2P Lending konsumtif mengambil keuntungan dari biaya bunga dan biasanya juga memotong biaya administrasi di awal dari si peminjam.
  • Tenor Pinjaman
    P2P Lending konsumtif atau payday loan harus dibayarkan pada satu waktu dengan menawarkan tenor yang sangat singkat mulai dari 7 (tujuh) hari hingga 30 hari.
  • Penilaian Risiko
    P2P Lending konsumtif tidak mempertimbangkan kondisi finansial peminjam (borrower). Kemampuan untuk mengembalikan pinjaman kerap kali diabaikan selama pengajuan sudah memenuhi ketentuan, seperti cukup memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Sobat, sebenarnya layanan P2P Lending memiliki semangat untuk menjembatani kesenjangan akses keuangan, terlebih untuk memfasilitasi pembiayaan bagi pengembangan bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM). Hal ini sejalan dengan program inklusi keuangan yang telah dicanangkan oleh pemerintah yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan menawarkan prosedur dan proses pinjam meminjam yang mudah dan cepat namun tetap mempertimbangkan tingkat risiko, P2P Lending banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yang belum memiliki akses terhadap perbankan, seperti industri kreatif, pekerja lepas, paruh waktu, buruh tani, nelayan dan sebagainya.

Alhasil, layanan ini mampu mengisi kesenjangan pembiayaan individu dan UKM yang tinggi di Indonesia.

Jadi Mana yang Paling Cocok Untukmu? Mulai Bersama P2P Lending Akseleran!

Sobat, sekarang sudah mengenal jenis-jenis P2P Lending kan? Ingat! Saat menentukan jenis P2P Lending yang akan Sobat mulai, pastikan itu sesuai dengan kebutuhanmu baik dari segi kemudahan, keamanan dan kelebihannya. Terutama perlu memerhatikan tingkat NPL, cara mitigasi risiko serta transparansi dalam menyampaikan informasi kepada para penggunanya, seperti yang sudah dilakukan oleh Akseleran.

Buat para pelaku usaha yang ingin mengajukan pinjaman usaha maupun yang ingin mengembangkan dananya dengan memperoleh imbal hasil hingga 21% per tahun jangan ragu lagi untuk menggunakan Akseleran!

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]