Mau Mulai Investasi Saham? Kenali Dulu Jenis Saham hingga Sektor-Sektornya!

0
772
Jenis Saham

Berinvestasi saham tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Oleh sebab itu, pemilihan jenis saham, keuntungan yang diterima, serta level risiko investasi perlu dipertimbangkan secara matang. Melalui analisis profil risiko, kamu bisa tahu level risiko yang bisa ditoleransi. Selain itu, kamu juga perlu cari tahu jenis investasi saham yang tepat. Apa saja jenisnya dan sektor-sektor investasinya? Yuk, simak penjelasannya. 

Jenis-jenis Saham

Saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Untuk mempermudah kamu memahami jenis-jenis saham, berikut merupakan pengkategorian investasi saham yang berlaku secara umum di Indonesia.

  • Saham berdasarkan preferensi

Jenis saham yang pertama adalah saham berdasarkan preferensi. Saham ini dibagi menjadi dua: saham biasa  dan saham preferen.

Saham biasa atau yang dikenal dengan nama common stock merupakan surat berharga yang dimiliki oleh pemilik perusahaan. Jika kamu ingin berinvestasi di common stock, kamu akan menanggung semua keuntungan sekaligus risiko bisnis di dalam perusahaan.

Sementara, saham preferen atau preferred stock merupakan jenis surat berharga yang memiliki gabungan karakteristik antara saham biasa dan obligasi. Dividen dari investasi saham ini merupakan bunga obligasi yang bersifat tetap.

  • Saham berdasarkan kapitalisasi pasar

Jenis saham selanjutnya adalah saham berdasarkan kapitalisasi pasar. Saham jenis ini terbagi menjadi tiga, yaitu saham lapis satu (big caps atau blue chips), saham lapis dua (second layer atau medium caps), dan saham lapis tiga (third layer atau small caps). 

  • Saham lapis satu (big caps atau blue chips)

Nilai kapitalisasi pasar untuk saham lapis satu biasanya di atas Rp40 triliun. Saham tipe ini sering menjadi penggerak indeks atau IHSG. Ketika saham ini mengalami kenaikan atau penurunan, hal ini berimbas besar kepada indeks. 

  • Saham lapis dua (second layer atau medium caps)

Saham lapis dua memiliki nilai kapitalisasi berkisar dari Rp1 triliun hingga Rp40 triliun. Perusahaan juga lebih beragam dan lebih kecil ukurannya daripada perusahaan saham lapis satu. Namun, urusan kinerja masih cukup baik masih dinilai baik.

  • Saham lapis tiga (third layer atau small caps)

Saham small caps memiliki nilai kapitalisasi yang paling kecil di antara saham-saham lainnya, di bawah Rp1 triliun. Jenis saham ini hanya ada beberapa di pasar modal. Kualitas kinerjanya pun tidak terlalu bagus dibandingkan dengan saham lapis satu dan dua. 

  • Saham berdasarkan sektor

Di Bursa Saham Indonesia  (BEI), saham berdasarkan sektor terbagi menjadi ke beberapa jenis sektor. Adapun daftar sektor sebagai berikut:

  • Pertanian 

Untuk saham di sektor pertanian biasanya di bidang usaha perkebunan, peternakan, kehutanan, perikanan, tanaman pangan, dan usaha lain yang terkait dengan bidang tersebut.

  • Pertambangan 

Saham di sektor pertambangan ini biasanya berasal dari pertambangan mineral, minyak dan gas bumi, batu bara, biji logam, penggalian batu-batuan dan garam, ataupun penambangan aspal, gamping, dan gips.

  • Industri dasar dan kimia

Untuk sektor saham di bidang industri dasar dan kimia berasal dari usaha pengubahan material dasar menjadi barang jadi, pengelolaan bahan kimia, plastik dan kemasan, logam, semen, bahan kimia, pakan ternak, dan masih banyak lagi.

  • Industri mesin

Jika kamu tertarik untuk berinvestasi saham di sektor industri mesin, kamu bisa melirik usaha kabel dan elektronik, pakaian, tekstil, ataupun otomotif beserta komponennya.

Baca juga: Capex: Pengertian, Contoh, dan Penggunaannya

  • Industri barang konsumsi

Daftar sektor saham di industri barang konsumsi bisa berasal dari saham produk yang dikonsumsi pribadi dan rumah tangga. Sebut saja makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, dan peralatan rumah tangga.

  • Properti, konstruksi bangunan, dan real estate

Bagi yang tidak asing dengan dunia properti, konstruksi bangunan, dan real estate bisa mempertimbangkan untuk investasi saham di usaha pembongkaran, pembuatan, dan perbaikan rumah dan gedung.

  • Infrastruktur, utilitas, dan transportasi

Geliat pertumbuhan infrastruktur dan transportasi di Indonesia menjadikan sektor ini dilirik banyak investor. Sektor saham ini meliputi bidang usaha transportasi dan telekomunikasi, usaha penyediaan energi, serta bangunan infrastruktur.

  • Keuangan

Sektor keuangan menjadi sektor investasi saham yang sangat diminati. Saham bisa berasal dari asuransi, bank, lembaga pembiayaan, perusahaan efek, dan lembaga keuangan lain.

  • Perdagangan, investasi, dan layanan

Untuk sektor perdagangan, investasi, dan layanan, calon investor bisa berinvestasi jenis saham di usaha grosir dan eceran atau di bidang jasa, seperti percetakan, restoran, pariwisata, iklan, media, maupun layanan kesehatan.

Kesimpulan

Berinvestasi saham harus dilakukan secara hati-hati dan teliti. Caranya adalah dengan  mengetahui jenis saham hingga sektor-sektornya secara detail. Ketika jenis investasi saham yang dipilih tepat, keuntungan dapat dimaksimalkan dan risiko kerugian bisa diminimalisasi. Tertarik untuk investasi saham sekarang? Segera buka rekening investasi dan jadikan investasi sebagai tabungan jangka panjang.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]