Sudah Tahu Arti IPO? Berikut Pengertiannya

0
9273
IPO

Melalui investasi saham, nilai uang dapat bertambah jauh lebih tinggi daripada hasil menabung. Inilah daya tarik utamanya. Belum lagi ditambah bonus dividen yang akan didapatkan. Namun, “bermain saham” tidak semudah yang dipikirkan. Perlu banyak belajar dan melatih kemampuan supaya lebih jeli mengambil keputusan yang tepat.

Salah satu pengetahuan yang harus dimiliki pemain saham, terutama pemula, adalah mengenai IPO atau Initial Public Offering. IPO adalah penawaran saham perusahaan untuk dibeli publik pertama kalinya. Dengan cara ini, perusahaan dapat meraup modal lebih besar dari para investor. Siapa pun yang memiliki dana pun bisa membeli saham dan mendapatkan untung. 

Keuntungan Perusahaan Go Public

Perusahaan yang menyandang status IPO berarti telah go public alias melepas sahamnya untuk dimiliki masyarakat umum, bukan lagi perseorangan. Pertanyaannya, mengapa perusahaan melakukan hal itu? Ternyata, ada sejumlah keuntungan yang akan didapatkan.

  • Perusahaan memperoleh tambahan modal

Untuk berkembang lebih optimal, perusahaan memerlukan tambahan modal. Selain meminjam dari bank, opsi lain bagi perusahaan untuk mendapatkan dana segar adalah melakukan go public. Hasil penjualan saham juga bisa digunakan untuk mengurangi utang. 

  • Popularitas dan nilai perusahaan meningkat

Perusahaan yang telah melepas sahamnya untuk diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terkesan lebih prestisius. Seiring kinerja yang baik, nilai perusahaan pun berpeluang meroket.

  • Perusahaan mendapatkan potongan pajak

Menariknya, perusahaan yang telah go public dapat menikmati potongan pajak penghasilan sebesar 5% dari pemerintah. Selain keuntungan itu, khusus perusahaan terbuka (Tbk) akan dikenakan pajak penjualan yang lebih rendah daripada perusahaan non-Tbk.

Syarat Perusahaan Go Public

Dengan berbagai alasan tersebut, tak heran jika perusahaan berlomba-lomba untuk go public. Meski demikian, prosesnya tidak mudah. Ada sejumlah syarat dan tahapan yang harus dilalui untuk mendapatkan status ini.

Syarat tersebut dapat digolongkan dalam tiga kriteria besar. Pertama, struktur kepemimpinan perusahaan yang baik, yaitu harus berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT), memiliki Komisaris Independen, memiliki Komite Audit dan Unit Audit Internal, serta memiliki Sekretaris Perusahaan.

Kedua, syarat akuntansi dan keuangan. Masa operasional harus lebih atau sama dengan 12 bulan. Untuk perusahaan berkembang skala menengah, laba usaha boleh rugi dengan syarat akhir tahun ke-2 sudah memiliki laba usaha berdasarkan proyeksi.

Ketiga, jumlah saham yang ditawarkan kepada publik untuk perusahaan berkembang adalah minimal 150 juta lembar saham. Pemegang saham sebanyak lebih atau sama dengan 500 pihak. Harga saham perdana lebih atau sama dengan Rp100.

Baca juga: Sudah Tahu Istilah Stock Split dalam Dunia Saham?

Keunggulan dan Kelemahan Saham IPO

Bagi Anda sebagai investor pemula, sebaiknya jangan langsung berinvestasi tanpa pertimbangan. Ketahui sisi yang menguntungkan sekaligus merugikan dari jenis investasi tersebut.

Nah, keunggulan saham IPO antara lain memiliki potensi keuntungan yang tinggi. Sejumlah investor berpengalaman bahkan menyebut bahwa berinvestasi di sini membuka peluang mendapatkan keuntungan tak terbatas. Sementara itu, risiko kegagalan masih bisa diminimalisir.

Selain itu, harga saham biasanya masih terjangkau. Jadi, dengan modal terbatas pun Anda sudah bisa menjadi bagian dari perusahaan. Berinvestasi di saham IPO pun cukup mudah dan fleksibel karena biasanya dapat diakses melalui beragam jenis aplikasi trading.

Kelemahannya, ada batas jumlah saham yang bisa dibeli. Hal ini untuk menghindari saham dikuasai oleh segelintir orang saja. Selain itu, proses pembeliannya tidak cepat. Setidaknya butuh waktu sekitar 1 minggu untuk melakukan withdrawal.

Nah, proses tersebut antara lain meliputi pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) oleh perusahaan, menunjuk penjamin emisi, menyiapkan laporan keuangan lengkap, mengajukan pendaftaran, baru kemudian menawarkan harga saham.

Penawaran saham adalah tahap paling penting dan terakhir. Sebagai calon investor, Anda bisa membelinya di agen-agen penjualan yang ditunjuk. Sesuai syarat, jika pembeli saham lebih banyak dari lembar yang tersedia, permintaan pembelian akan dikurangi. Jadi, semua pembeli saham berhak memperoleh jatah. Prinsip ini disebut allotment.

Jadi, bagi Anda yang ingin membeli saham IPO, jangan tunda lagi! Yuk, segera siapkan dana segar untuk berinvestasi dan jadilah bagian dari pemilik perusahaan melalui permodalan. Semoga bermanfaat! 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]