Sudah Tahu Cara Kerja dari Investasi Bitcoin?

0
175
Investasi Bitcoin

Beberapa tahun ini, Bitcoin memang digandrungi oleh banyak orang untuk berinvestasi. Investasi Bitcoin dianggap sebagai salah satu instrumen yang begitu potensial dan dapat memberikan keuntungan yang besar.

Namun, apa sebenarnya Bitcoin itu? Bagaimana cara kerjanya sehingga dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang menguntungkan? Berikut penjelasannya:

Apa Itu Bitcoin?

Bitcoin diciptakan pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto (nama samaran) dan menjadi sebuah mata uang baru yang tergolong ke dalam uang elektronik. Bitcoin pada awalnya digunakan di dalam transaksi online tanpa menggunakan jasa perantara bank.

Bitcoin merupakan mata uang yang terdesentralisasi, ini menurut Departemen Keuangan Amerika Serikat, karena Bitcoin bekerja dengan tidak menggunakan admin tunggal dan menggunakan sistem Peer-to-Peer (P2P). Di Amerika sendiri, selain digunakan sebagai alat transaksi, Bitcoin juga sudah menjadi instrumen investasi jangka panjang.

Bitcoin tidak bergantung kepada satu penerbit utama. Bitcoin menggunakan database yang pendistribusiannya disebarkan lewat berbagai node dari jaringan P2P kemudian ke jurnal transaksi.

Bitcoin juga menggunakan kriptografi yang sudah menyediakan berbagai fungsi keamanan tingkat dasar. Hal ini yang kemudian membuat mata uang baru tersebut dapat digunakan untuk berbelanja hingga berinvestasi.

Bitcoin juga tidak perlu bank atau lembaga keuangan lain untuk menyimpannya. Bitcoin bisa disimpan di gawai pribadi, seperti komputer atau laptop dengan format file wallet atau bisa juga disimpan di dalam “dompet” yang tersedia di pihak ketiga.

Investasi Bitcoin

Banyak orang yang bilang jika investasi Bitcoin sama saja dengan investasi emas. Hal ini didasarkan pada beberapa karakteristik Bitcoin yang mirip dengan emas, seperti:

  • Jumlahnya yang terbatas, hanya ada sekitar 21 juta saja di dunia.
  • Nilai 1 Bitcoin sepadan dengan 100 juta, kita tidak harus membeli 1 Bitcoin, bisa juga membeli kurang dari 1 Bitcoin.
  • Bitcoin tidak mengalami penurunan atau degradasi.
  • Bitcoin bisa dipindahkan, tidak terpengaruh dengan jumlahnya yang terbatas.

Kemiripan-kemiripan ini yang lantas membuat Bitcoin disebut sebagai emas 2.0, apalagi cara investasi Bitcoin juga sama dengan investasi emas.

Cara Kerja Bitcoin

Mungkin beberapa orang sudah mengerti jika Bitcoin memiliki beberapa bagian yang juga menjadi cara kerjanya. Bagian-bagian tersebut, seperti:

  • Block Chain. Di bagian ini, semua transaksi yang menggunakan Bitcoin dimuat. Transaksi dinyatakan telah selesai bila sudah masuk ke dalam bagian ini. Block chain berisi berbagai macam transaksi baru dan masing-masingnya terhubung dengan blok sebelumnya. Bahkan, transaksi yang ada bisa dirunut ke transaksi paling awal, yaitu ketika Satoshi Nakamoto menciptakan Bitcoin untuk pertama kalinya.
  • Miner. Penambang Bitcoin bisa dibilang sebagai penjaga transaksi. Mereka memastikan agar transaksi-transaksi baru tercatat dan tidak ada yang mengganggu daftar transaksi lama. Disebut sebagai miner karena mereka yang menambang blok baru untuk memuat daftar transaksi baru.Sebagai kompensasinya, mereka akan mendapatkan beberapa Bitcoin. Peran mereka cukup penting, terutama untuk membuat sistem jaringan Bitcoin terus bekerja.
  • Wallet. Seperti yang disebutkan di atas, Bitcoin yang kita miliki nantinya akan disimpan di wallet. Namun, sebenarnya yang disimpan hanyalah private key yang memberikan akses kepada pemilik Bitcoin untuk menambahkan transaksi ke block chain. Bitcoin sendiri tersimpan sebagai catatan transaksi yang ada di dalam block chain tersebut.

Penggunaannya Dilarang di Indonesia

Meskipun investasi Bitcoin terlihat begitu menggiurkan, tetapi eksistensinya di Indonesia terganjal dengan larangan transaksi, berupa penjualan atau pembelian Bitcoin, oleh Bank Indonesia. Bukan hanya untuk Bitcoin saja, tetapi untuk semua mata uang virtual atau cryptocurrency.

Hal ini didasarkan karena tidak ada badan khusus yang bertanggung jawab dan melakukan supervisi terhadap penggunaan Bitcoin. Karenanya, pemerintah khawatir kalau-kalau Bitcoin justru menimbulkan risiko bagi masyarakat Indonesia.

Namun, bila tetap ingin investasi Bitcoin ataupun investasi dengan menggunakan instrumen cryptocurrency, disarankan agar selalu waspada dan berhati-hati. Sebelum mulai menambang Bitcoin, sebaiknya pikirkan dulu secara matang risiko-risiko yang ada.

Setiap investasi tentu memiliki tantangan dan risikonya sendiri. Akan tetapi, sebagai seorang investor tentunya jangan takut untuk mengalami kerugian. Oleh karena itu, diperlukan juga strategi-strategi yang tepat dalam investasi Bitcoin agar di masa depan tetap mendapatkan keuntungan yang besar.

Bantu Pengembangan UKM di Indonesia dengan Melakukan Pendanaan di Akseleran!

Bagi Anda yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai alternatif investasi dengan imbal hasil hingga 21% per tahun kamu mulai mengembangkan dana di platform P2P Lending Akseleran hanya dengan dari Rp100 ribu saja.

voucher promo akseleran blog blog100

Akseleran Apps

Yuk! Gunakan kode voucher BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]