Internal Rate of Return Adalah: Fungsi, dan Rumus

0
27950
Internal Rate of Return Adalah

Internal Rate of Return Adalah – Sudah bukan rahasia lagi apabila pada suatu investasi laju pengembalian atau rate of return merupakan hal yang penting. Idealnya, sebuah proyek investasi dapat dilakukan apabila rate of return-nya lebih besar dibandingkan laju pengembalian ketika kita melakukan investasi di tempat lain. 

Rate of return sendiri ada dua jenis, yaitu average rate of return (ARR) dan internal rate of return (IRR). Salah satu laju pengembalian yang kerap dijadikan patokan adalah internal rate of return. Lalu, apa sebenarnya IRR dan bagaimana cara penghitungannya?

Memahami Internal Rate of Return

Secara sederhana, internal rate of return adalah indikator tingkat efisiensi dari sebuah investasi. IRR juga dikenal sebagai metode untuk menghitung tingkat bunga suatu investasi dan menyamakannya dengan nilai investasi saat ini berdasarkan penghitungan kas bersih di masa mendatang.

Singkatnya, apabila penghitungan internal rate of return  menunjukkan angka lebih besar daripada modal yang dikeluarkan, jangan ragu untuk melakukan investasi. Begitu pula sebaliknya, jika hasil penghitungan IRR kurang dari biaya modal, sebaiknya hindari investasi tersebut. 

Sebagaimana halnya metode penghitungan investasi lainnya, IRR memiliki kelebihan dan kekurangan, di antaranya:

Kelebihan IRR

  1. Dengan menggunakan metode penghitungan IRR, kita bisa mengetahui apakah investasi yang dilakukan layak atau tidak
  2. Metode ini mempertimbangkan setiap arus yang ada
  3. Metode ini mempertimbangkan konsep time value of money serta risiko arus masuk di kemudian hari untuk pengembalian modal investasi.

Kekurangan IRR

  1. Dibutuhkan nilai cost of capital ketika menghitung menggunakan metode IRR
  2. Keputusan yang dihasilkan tidak selalu tepat
  3. Metode IRR hanya bisa menunjukkan hasil maksimal ketika suatu investasi memiliki capital berupa rasio

Fungsi Internal Rate of Return

Fungsi utama penghitungan IRR adalah untuk mengukur suatu aset, apakah aset tersebut akan mengalami peningkatan atau tidak. Selain itu, IRR memiliki beberapa fungsi lainnya, yaitu:

  1. Penghitungan IRR berfungsi sebagai sumber acuan seseorang ketika hendak menyimpan uang atau membuka deposito di bank
  2. Penghitungan IRR berguna untuk membantu memberikan perbandingan pada  tingkat laju pengembalian dalam menentukan bentuk investasi yang diperkirakan akan lebih mendatangkan keuntungan
  3. Penghitungan IRR berfungsi untuk menilai laju pengembalian setelah dikenakan pajak sehingga investor tahu mana investasi yang tingkat pengembaliannya lebih tinggi meskipun dikenakan pajak

Tidak hanya itu, manfaat lain menghitung internal rate of return adalah untuk mengetahui laju pengembalian investasi sehingga kegiatan operasional dalam bentuk apapun bisa dievaluasi tingkatan pada laju pengembalian secara akurat.

Baca juga: Memahami Karakteristik dan Tipe Interest Rate dalam Dunia Finansial!

Rumus Penghitungan Internal Rate of Return

Pada penghitungan IRR akan diperoleh net present value atau NPV = 0. Untuk bisa memperoleh hasil akhir IRR, kita harus mencari discount rate yang menghasilkan NPV positif. Inilah mengapa dibutuhkan rumus penghitungan:

IRR= i1+ NPV1NPV1NPV2 i2i1

Keterangan:

IRR= Internal Rate of Return

i1 = Tingkat Diskonto yang menghasilkan NPV+

i2 = Tingkat Diskonto yang menghasilkan NPV –

NPV 1 = Net Present Value positif

NPV 2 = Net Present Value Negatif

Misalnya:

Sebuah pabrik mengusulkan nilai investasi sebesar Rp130.000.000. Arus kas yang dihasilkan setiap tahunnya sekitar Rp21.000.000 selama 6 tahun. Asumsi rate of return-nya sendiri sekitar 13%. Saat melakukan penghitungan diskonto, NPV yang dihasilkan adalah Rp6.649.000 dengan diskonto sekitar 12% dan Rp659.000 dengan diskonto sekitar 10%.

Selisih bunga diskonto berarti sekitar 2% atau sekitar Rp7.308.000. Jika rumus di atas diaplikasikan, maka nilai internal rate of return adalah,

IRR = 10% + (659.000 : 7.308.000) x 2%

IRR = 10,18%

Karena asumsi rate of return-nya sekitar 13% berarti angka 10,18% termasuk lebih kecil. Berdasarkan prinsip dasar IRR, sebaiknya investasi ini kita tolak.

Nah, itulah pembahasan tentang pengertian internal rate of return, fungsi, dan rumusnya. Meskipun rumit, penghitungan semacam ini jelas dibutuhkan terutama ketika kita ingin mengeluarkan modal investasi yang luar. Karena selain keuntungan, kita juga dapat menjadikan IRR sebagai patokan untuk meminimalisasi risiko.

Jadi sebanyak apapun modal yang dikeluarkan, IRR dapat memprediksi apakah sebuah investasi layak untuk dilanjutkan atau tidak. Mengingat saat ini, investasi merupakan salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk memiliki masa depan yang nyaman dan bebas dari rasa khawatir akan kondisi keuangan.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]