Penting! Memahami Cara Menghitung Valuasi Perusahaan

0
3905
Cara Menghitung Valuasi Perusahaan

Apakah valuasi perusahaan hanya sebatas pada startup? Ternyata tidak, cara menghitung valuasi perusahaan juga bisa kamu aplikasikan untuk perusahaan lain, apa pun jenis bisnis yang dijalani. Namun, memang ada perbedaan komponen yang dihitung antara valuasi perusahaan konvensional dan startup. 

Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Definisi Valuasi

Istilah valuasi kerap disebut-sebut saat kamu membaca, mendengar, atau menonton berita seputar startup. Contoh, karena perusahaan ABC mempunyai valuasi tinggi sampai di atas $1 miliar, maka perusahaan startup itu masuk kelompok unicorn. 

Berangkat dari konteks tersebut, kamu tentu bisa memahami apa itu valuasi, yaitu nilai usaha yang mewakili nilai ekonomis suatu perusahaan. Fungsi valuasi adalah sebagai acuan pelaku usaha dalam memperkirakan nilai aset perusahaan terkini sekaligus memproyeksikan arah pengembangan perusahaan di masa mendatang.

Dengan mengetahui valuasi perusahaan, kamu bisa menerapkan berbagai strategi untuk pengembangan usaha. Misalnya, kamu coba melakoni exit strategy sebagai bagian dari rencana menjual usaha. Dengan mengetahui besarnya valuasi, kamu dapat menentukan harga jual perusahaan yang tepat pada calon pembeli, memperbesar peluang menarik investor, maupun menghitung persentase pembagian saham.

Seperti telah disebutkan di atas, valuasi ini berlaku untuk semua tipe perusahaan, baik perusahaan konvensional maupun startup. Akan tetapi, terdapat perbedaan komponen yang perlu dipertimbangkan saat Kamu ingin menghitung valuasi. 

Pada perusahaan konvensional, kamu patut memasukkan pertimbangan terkait proyeksi laba, kapitalisasi market, kas maupun portofolio investasi yang dipunya perusahaan, besaran utang, dan harga saham. Sementara, jika kamu ingin hitung valuasi startup, pertimbangkan berapa jumlah dan besaran transaksi, jumlah pemakai platform, kualitas tim terkait visi perusahaan, hingga teknologi produk.  

Cara Menghitung Valuasi Perusahaan

Ketika kamu menelusuri langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk menghitung valuasi perusahaan, akan muncul berbagai pendekatan untuk itu. Mari kita bahas salah satu metode yang paling populer, yaitu Discounted Cash Flow (DCF).

Sesuai nama yang disematkan, DCF merujuk pada metode penilaian dengan membuat estimasi arus kas pada masa mendatang yang bisa didapat oleh suatu usaha. Lalu, arus kas tersebut didiskon atau dipotong sesuai nilai waktu atas uang bersangkutan di masa sekarang. Tampak sederhana, bukan?

Cara menghitung valuasi perusahaan tersebut dapat kamu praktikkan dengan ikuti langkah-langkah berikut. 

  • Susun proyeksi arus kas lebih dulu

Mengapa harus arus kas? Ya, sebab nilai suatu perusahaan tidak hanya dipandang dari berapa banyak aset yang dipunya saat ini, tetapi juga seberapa besar potensi perusahaan mendulang laba di masa mendatang. Kamu bisa membuat proyeksi arus kas sampai lima tahun mendatang berbekal potensi maupun rata-rata pertumbuhan usaha pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Kemudahan Memiliki Laporan Arus Kas Untuk Kebutuhan Usahamu!

  • Hitung nilai masa kini proyeksi arus kas tersebut

Mendiskon arus kas bisa kamu dalami lewat ilustrasi berikut. 

Daya beli uang 1 juta masa kini tentu berbeda dengan nominal serupa lima tahun lalu. Jika lima tahun lalu berbekal uang tersebut kamu dapat membeli kursi 20 buah, sekarang kamu hanya bisa memperoleh 18 buah saja. Di situ terdapat perbedaan waktu yang membuat daya beli uang menurun.

Nah, tugas terberat pada langkah ini adalah kamu perlu memperkirakan tingkat diskonto guna memperoleh nilai masa kini proyeksi arus kas tersebut. Beberapa faktor yang bisa dipakai antara lain, tingkat bebas risiko, tingkat risiko pasar, tingkat suku bunga utang perusahaan, rasio utang dan ekuitas perusahaan, serta beta saham. Kemudian, jumlahkan nilai masa kini proyeksi arus kas tadi sehingga bisa memperoleh besaran nilai usaha saat ini. 

Memahami Tujuan Perusahaan Menghitung Valuasi

Penjelasan di atas tentu membuka matamu tentang pentingnya mengetahui valuasi perusahaan. Berbekal hasil perhitungan tersebut, perusahaan dapat mengambil keputusan tepat untuk membuat kebijakan sesuai kondisi terkini. 

Performa perusahaan berpengaruh pada besarnya valuasi. Performa bagus, valuasi tinggi, maka kamu perlu menyiapkan strategi bagaimana menarik investor. Keuntungan lainnya, daya tawar perusahaanmu pada investor meningkat sehingga mereka yakin dan mau berinvestasi di bisnis tersebut.

Sebaliknya, tingkat valuasi rendah bisa jadi salah satu indikator perusahaan mengalami masalah. Sebelum memburuk, kamu harus bertindak cepat untuk menyelamatkan perusahaan. Misalnya, dengan strategi merger maupun menawarkan akuisisi perusahaan ke perusahaan lain.

Sekarang kamu sudah tahu bagaimana cara menghitung valuasi perusahaan yang bisa diterapkan dalam bisnis apa pun. Namun, perhatikan bahwa proses penilaian ini kerap memakai banyak asumsi. Jadi, tetap cermati laporan hasil valuasi berikut sumber asumsi yang dijadikan dasar perhitungan ya.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]