7 Cara Memulai Bisnis yang Efektif!

0
236
bisnis yang efektif

Semua orang bisa memulai bisnis yang efektif sesuai dengan keinginan mereka. Namun, peluang untuk mendapatkan keuntungan hingga berkembang belum tentu mudah. Kadang, bisnis yang efektif harus dimulai bisa gulung tikar karena tidak dijalankan dengan baik. Untuk itu, coba perhatikan cara memulai bisnis yang tepat.

Cara memulai bisnis yang baik tidak hanya berkisar pada niat dari awal dan semangat pantang menyerah saja. Lebih dari itu, ada banyak hal yang harus dilakukan agar sejak awal berdiri, masalah tidak terjadi. Berikut cara yang bisa dilakukan.

1. Membuat Business Plan

Rencana bisnis harus dibuat meski skala usahanya hanya rumahan. Dalam rencana bisnis ini ada beberapa hal yang harus ditulis. Pertama adalah visi dan misi, lalu deskripsi perusahaan, calon produk, hingga analisis pasar yang lengkap. Secara umum, rencana bisnis ini akan diperinci pada beberapa poin selanjutnya.

2. Melakukan Riset Pasar 

Riset pasar sangat penting karena kebutuhan dari masyarakat akan mengalami perubahan seiring dengan berjalannya waktu. Mereka juga tidak selalu tertarik dengan produk tertentu dan mengikuti tren. Saat akan membuat usaha, hal ini sangat penting agar tidak menjual sesuatu yang tidak dibutuhkan.

Anda bisa menentukan sendiri akan melakukan riset di bidang apa. Kalau ingin bisnis di bidang makanan, bisa riset ke kafe, restoran, atau Instagram. Semua data yang terkumpul akan memperlihatkan mana yang sekiranya berpotensi dan mana yang tidak sama sekali.

3. Memilih atau Menciptakan Produk yang Cocok

Setelah melihat apa yang ada di pasar, Anda bisa menciptakan atau cukup menjual produk yang memang dibutuhkan. Misal ada jenis pakaian yang sedang tren, Anda bisa mencoba membuatnya dengan bentuk serupa atau diberi sentuhan khusus agar ada ciri khas dan menarik perhatian pasar.

Lakukan hal ini dengan hati-hati, bila perlu lakukanlah trial and error. Dengan melakukan ini, produk yang akan diluncurkan memang sesuai dan tidak ada cacat. Jangan langsung meluncurkan produk dan jasa tanpa ada umpan balik dulu dari tim penilai atau masyarakat yang jadi pemakai sampel.

Baca juga: Ini Manfaat Lebih Mendanai P2P Lending Produktif!

4. Target Market Harus Ditentukan

Setelah melihat pasar dan menentukan target, tentukan siapa orang yang pantas untuk memakainya. Target market akan berbeda-beda di setiap produk yang dijual. Misal Anda hendak menjual pakaian ala distro, tentu targetnya anak mudah usia 18-35 tahun. Bukan usia 35 tahun ke atas.

Salah menentukan target market akan menyebabkan produk tidak terjual dengan maksimal. Promosi juga jadi sia-sia sehingga keuntungan sulit didapatkan. Itulah proses pemberian sampel wajib dilakukan pada kelompok tertentu agar tidak terjadi salah sasaran.

5. Selalu Menjaga Mutu Produk dan Jasa

Produk yang dijual harus memiliki kualitas yang baik. Dengan kualitas ini, pembeli akan terus berdatangan, apalagi kekuatan “rekomendasi teman” sangat besar. Kalau produk atau jasanya merosot, tentu mereka tidak akan mau merekomendasikan ke orang lain. Bahkan kredibilitas bisnis yang efektif Anda bangun bisa ikut jeblok.

6. Menerima Umpan Balik dari Konsumen

Umpan balik dari konsumen baik yang positif atau negatif sangat penting. Semua bisa ditampung dan digunakan sebagai bahan untuk evaluasi. Anda juga bisa memberikan tanggapan melalui media sosial agar hubungan antara perusahaan dan calon pembeli atau pembeli akan baik.

7. Promosi yang Tepat

Promosi menjadi cara terakhir yang harus dilakukan agar produk bisa terjual dengan baik. Cara ini bisa dilakukan dengan menyesuaikan dengan jenis produk dan target marketnya. Konten dan media promosi juga menentukan cara melakukan pemasaran.

Misal produknya jenis pakaian atau makanan. Media sosial seperti Instagram dan Facebook bisa dipakai untuk promosi. Bila perlu, Anda juga menggunakan Ads untuk langsung menembak target market sebagai sasaran promosi.

Memulai bisnis memang tidak mudah dan harus direncanakan matang sejak awal. Untuk itu, jangan grusa-grusu jika akan memulai bisnis jenis apa pun meski skalanya kecil. Misal bisnis makanan sistem PO. Semua ada caranya agar hasil tetap maksimal dan tidak menyebabkan kerugian besar.

Lakukan semua cara memulai bisnis di atas perlahan-lahan. Dengan begitu, risiko terjadi kerugian dan memicu bisnis terhenti akan kecil. Bahkan, peluang bisnis berkembang bukan harapan saja. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]